Thursday, 4 June 2015

Lurus itu Biasa Saja

Well, I guess all of us want a smooth road as we grow up and achieve our success. Semua orang pasti inginnya tidak ada halangan bin rintangan untuk jadi sukses. Tapi, dalam hidup di dunia nyata ini (entah kalau di dunia paralel sana ya), tidak ada yang namanya instan. Bahkan yang namanya mie instan sekalipun masih harus menunggu selama 3 menit, kan?

Memangnya kenapa sih kok hidup harus banyak shit happens-nya? 

Gampangya sih, kalau lagi nyetir dan kebetulan jalannya lurus ditambah mulus, kanan kiri pepohonan hijau, yang ada malah ngantuk kan? Nyetir ngebut takutnya tiba-tiba ada biawak nyebrang. Nyetir lambat nanti takutnya nabrak pohon di pinggir jalan karena mata udah merem aja. Hidup juga sama kayak gitu. Kalau hidup kita ini cuma lurus dan mulus kayak mbak model iklan hand body lotion, yang ada kita sendiri jadi bosan. Bisa-bisa manusia banyak yang bunuh diri bukan karena depresi, tetapi karena terlalu mudah dan terlalu biasa saja jalannya.

Coba bayangin kalau ketika lagi nyetir, jalannya nggak mulus. Ya kayak jalan ketika sudah masuk ke wilayah yang lebih terpencil, banyak lubang yang nggak terduga. Pasti kita bakal lebih waspada karena sekalinya ngantuk bakal terperosok dan malah jatuh. Sama. Hidup pun juga begitu. Hidup yang lebih banyak hal yang tidak terduganya ketimbang hal terduganya bakal lebih seru. 

Lagipula, hidup kalau banyak meliuk-liuknya kita jadi "terpaksa" untuk belajar banyak hal. Nggak cuman masalah akademis, hidup yang penuh lika-likunya juga bikin kita supaya punya soft skill. Kalau hidup kita biasa aja tanpa pernah ngadepin masalah yang bikin pusing atau sampai capek hati, kita nggak bakal belajar untuk naik ke level berikutnya. Yang lebih disayangkan lagi kalau hidup ini kita selalu mengambil jalan yang aman ialah kita jadi nggak punya bahan untuk diceritain ketika kumpul keluarga apalagi sampai untuk diturunkan kepada anak cucu kita.

Jadi, masih mempertanyakan kenapa (hidup) harus meliuk-liuk?

1 comment:

  1. Setujuuuu! :D Kalau hidup lurus-lurus aja, sekalinya meliuk... dia bakal stop dalam jangka waktu yang lama. Kalau udah terbiasa meliuk-meliuk, tetep jalan ajaaa, udah kebal. #Apasih :D

    ReplyDelete