Friday, 2 January 2015

The Travel Young Effect

via www.pinterest.com

So, yeah, this is the second post from 2015!
Entah mengapa belakangan ini aku begitu senang untuk menulis dan kebanyakan sih aku tuangkan dalam blog bukuku, Shiori-ko. Kali ini aku ingin menumpahkan isi kepalaku setelah aku menghabiskan bukunya Alanda Kariza yang paling baru, Travel Young. Monggo :)

Universe conspires. Semesta berkonspirasi. Dan itulah yang aku rasakan ketika aku sedang membaca Travel Young. Buku ini berhasil aku dapatkan ketika tahun baru, di saat yang bersamaan bahwa kita semua akan melalui sebuah awalan yang baru pula. Sedikit banyak, Alanda Kariza melalui tulisannya membuat aku merenungkan. Ambil contoh: bagaimana mungkin aku tetap sama dengan diriku yang tahun lalu ketika aku sudah memperbolehkan diriku untuk traveling ke tahun 2015? Idealnya memang ada perubahan dalam hidup kita menuju pribadi yang lebih baik. Hal tersebut seperti apa yang tersirat di dalam buku bahwa dengan berpergian kita mendapatkan pembelajaran yang baru yang akan membantu kita menjadi lebih dewasa dan lebih baik. 

via www.imgfave.com

Aku memang memiliki rencana untuk bepergian ke sebuah tempat pada tahun ini dan aku sedang mengusahakan agar apa yang sudah aku targetkan menjadi kenyataan. Tapi yang paling sederhana dari konsep Travel Young adalah memulai bepergian dari area nyamanmu sendiri. Atau lebih enaknya, aku sebut dengan memperluas zona nyamanmu. Di tahun 2014 aku berhasil memperluas zona nyaman dengan mengambil beberapa pekerjaan (meski aku juga harus melepaskan beberapa pula). Aku berhasil melalui kegiatan magang di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang mana tentu jauh dari tempat aku tinggal. Hidup selama magangpun juga tidak mudah karena setiap harinya aku harus berganti hingga 3 jenis angkutan umum untuk dapat sampai ke tempat kerjaku. Tapi begitu aku bisa melaluinya, aku jadi merasakan proses "susahnya" itu yang membuatku jadi lebih menikmati segala proses perjuangan yang aku hadapi. 

Di tahun 2015 aku mendapatkan tawaran kerja dalam artian secara profesional. Aku yang ingin menuntaskan studiku di tahun ini pun menjadi berpikir-pikir, apakah sebaiknya aku ambil kesempatan itu. Secara finansial sangat membantu kehidupan sehari-hariku, tapi yang lebih membuatku berpikir ulang mengenai tanggung jawab yang nantinya akan aku emban. Aku bukanlah tipikal yang bisa bekerja seenaknya karena aku harus memastikan bahwa apa yang aku kerjakan benar-benar membuat orang lain merasa bahwa aku telah bekerja semaksimal mungkin. Setelah membaca Travel Young, aku mendapati konsep yang lain lagi. Traveling memang identik dengan perjalanan dimana fisik kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kali ini aku merasakan bahwa traveling juga berarti melakukan perpindahan mentalitas dari yang sebelumnya tidak berani mengambil risiko menjadi berani dan beragam bentuk mentalitas lainnya. Kembali aku meninjau diriku bahwa bagaimana mungkin aku masih manusia yang sama seperti tahun lalu padahal keadaan sudah berubah? Bukankah traveling akan membentuk manusia menjadi lebih dewasa? Berkat Travel Young, aku jadi semakin yakin bahwa tawaran tersebut datang karena akan membawaku ke "tempat" baru, memberikanku ilmu baru nantinya.

Travel Young mengisahkan tentang perjalanan Alanda Kariza ke berbagai belahan dunia untuk beragam kepentingan, dari yang memang hadir sebagai delegasi Indonesia hingga sengaja datang untuk liburan. Travel Young secara gamblang mengungkapkan bahwa tidak ada yang salah dengan yang namanya bermimpi selama kita pada akhirnya berusaha untuk mewujudkan mimpi tersebut. Aku terkadang iri dengan bagaimana Alanda bisa terbang dan bertemu orang-orang penting mewakili Indonesia. Aku pun ingin seperti itu. Bisa berbicara di kancah internasional mewakili negaraku suatu hari nanti (mengampanyekan Early Literacy Program, mungkin?). Aku lagi-lagi jadi terpikirkan untuk bagaimana caranya bisa mencapai salah satu goal dalam hidupku tersebut. 

via www.tumblr.com

Yah namanya juga anak muda awal 20an, kalau kata orang masih butuh banyak belajar dalam pencarian jati diri yang sesunggunya. To be the real you. Dan Travel Young membuatku ingin banyak belajar di tahun 2015 supaya bisa benar-benar traveling ke belahan dunia yang lain, belajar melihat indahnya hidup yang kita jalani dari perspektif yang berbeda. And hey! Let's travel while we're young :D

No comments:

Post a Comment