Monday, 27 October 2014

4 Langkah Membaca English Book untuk Pemula

Seringkali aku menemukan di sekitarku mereka yang enggan membaca literatur berbahasa Inggris karena mereka merasa belum memiliki kemampuan yang cukup. Padahal, dengan membaca english book setidaknya kita sudah selangkah ada di depan ketimbang menunggu edisi terjemahannya terbit. Itu pun kalau buku yang kita incar akan diterjemahkan. Bagaimana kalau ternyata buku itu tidak akan diterjemahkan? Tidak sedikit teman-temanku yang keheranan ketika tahu aku tengah membaca novel tebal berbahasa Inggris. Semua orang bisa kok mulai membaca english book. Disini aku ingin berbagi kiat bagaimana caranya kita agar terbiasa dan mau membaca english book.

Baca buku anak-anak

via jkillustration.blogspot.com
Sepertinya ini adalah salah satu langkah umum dan paling mudah untuk dilakukan. Ada banyak buku anak yang tersaji dalam bahasa Inggris yang bisa digunakan untuk “berlatih”. Coba baca karya Roald Dahl atau Neil Gaiman. Tipis dan pastinya banyak gambar. Karena buku seperti itu ditargetkan untuk anak-anak, maka bahasanya pun tidaklah sesulit literatur ilmiah. Kalau ada pesta diskon di toko buku impor seperti Periplus, biasanya mereka membanting harga buku anak-anak hingga menjadi hanya Rp. 10.000. Kamu bisa memanfaatkan momen tersebut untuk membeli dan mencoba belajar membaca english books.

Follow Booklr

via awordshaker.com
Booklr adalah sebutan untuk para bookworm yang suka sekali berbagi via Tumblr. Mereka sering me-reblog foto-foto buku yang saat itu sedang hype atau memiliki reputasi bagus di kalangan pembacanya. Kalau kamu sudah punya akun Tumblr, tidak ada salahnya mencoba mem-follow beberapa akun Booklr. Aku sendiri karena sering melihat foto buku-buku di dasbor Tumblrku, jadi tergoda untuk ingin membacanya. Berbekal dorongan intrinsik itulah setidaknya kamu sudah punya motif untuk membaca english book, misalnya untuk membuktikan apakah ceritanya betulan bagus atau tidak. Ini dia beberapa booklr yang bisa kamu follow: Tilly and Her Books, The Booker, Pretty Books

Paksakan diri



Terdengar sakit ya? Memang benar. Kalau kita sendiri tidak pernah memaksa pada diri kita untuk membaca english book, maka kita juga tidak akan pernah bisa. Berbekal kemauan dan tekad, otak kita akhirnya bekerja maksimum untuk memahami apa yang ditulis dalam buku. Awalnya memang terpaksa, tapi selanjutnya, ketika sudah menikmati maka membaca english book akan menjadi biasa saja dan tentu saja menyenangkan! Tipsku, sebaiknya sign out dari akun media sosial dan bergantilah ke google translate untuk membantumu memahami isi bacaan.

Percayalah, buku lebih menarik ketimbang versi film

via amyhassinger.com
Bukan rahasisa umum lagi kalau versi film selalu dan akan selalu dibandingkan dengan versi bukunya. Tentu saja, mereka akan berkata bahwa jangan menilai buku dari filmnya. Berbekal teori tersebut, mengapa kamu tidak mencoba untuk membuktikan sendiri? Baca dulu bukunya jauh sebelum filmnya rilis. Di internet kamu bisa banyak temukan upcoming movies baik dalam skala bulan maupun tahun. Dan sebagian besar dari film biasanya adalah adaptasi dari buku yang terkenal di Amerika Serikat. Gunakan kesempatan itu untuk membaca terlebih dahulu. Selain imajinasimu akan lebih liar ketimbang nonton filmnya (biasanya akan terpatok dengan apa yang ada di film), kamu akan jadi lebih keren karena sudah tahu duluan jalan ceritanya.

---

Pada dasarnya, membaca english book sebenarnya tidak sulit. Hanya saja, kita terbiasa untuk menyerah sebelum mencobanya. Padahal membaca english book sama dengan kita tengah belajar bahasa Inggris namun dengan lingkup yang informal. Ketika kamu sudah terbiasa untuk membaca versi bahasa Inggris ketimbang terjemahannya, maka kamu akan selalu lebih memilih versi aslinya sebab ada saja idiom yang tidak bisa diartikan begitu saja dalam bahasa Indonesia.

1 comment:

  1. pertama tau akun mbaknya dari comment 101 Young CEOs di goodreads. Ikuti linknya terus hingga akhirnya sampai di sini. Ternyata selain freak banget sama buku, mbaknya blogger aktif juga. Salam kenal sebelumnya.

    ReplyDelete