Thursday, 2 January 2014

Surabaya Youth Carnival: The Crews

Sorry for posting about this cool event in super late time. Kendala utamanya sih tetap: koneksi internet di rumah yang susah stabil. Nah, mumpung masih libur minggu tenang menghadapi UAS dan internet lagi ramah, jadi aku berbagi cerita sekarang. Ahya sebelumnya aku ucapkan Happy New Year 2014! :)

Kalau aku bahas tentang bagaimana jalannya acara, sepertinya sudah banyak blogger dan portal berita yang menuliskannya. I'm quite sure, they wrote it honestly. Aku cerita sedikit tentang kru dan keseruan di belakang panggung saja ya ;)



Aku sendiri baru masuk ke dalam tim SYC (Surabaya Youth Carnival) pada bulan November awal. Dan sayangnya, aku saat itu tidak bisa menghadiri rapat pertamanya mereka dengan para volunteer. Ah sebelumnya, ada 11 Panitia Inti (PI) dalam SYC yang menduduki jabatan seperti Project Leader, Human Resource, dan posisi penting. Mungkin kalau di organisasi lain bakal disebut dengan Executive Board

Di sini posisiku adalah volunteer yang menjabat sebagai Koordinator Publikasi. Sesungguhmya, setiap divisi bakal punya 2 orang koordinator dan aku kebetulan bekerja sama dengan Creative Director merangkap Koordinator Publikasi yang namanya mas Bimo. Karena aku bolos pada pertemuan rapat, mas Bimo pun minta supaya kami bertemu dan membahas apa saja yang harus dikerjakan.

Simgkat cerita, divisi Publikasi kini punya 4 orang anggota baru yang didapatkan berkat sistem open recruitment karena memang kami butuh tenaga. Pertemuan kedua (hanya PI dan koordinator) dilakukan 2 minggu sebelum kami merekrut orang baru. Lagi-lagi saat diselenggarakannya team bonding antara koordinator dan anggota tim aku juga tidak dapat hadir, begitu pula dengan mas Bimo. Jadinya, kalau kata tim publikasi, mereka saat itu dipegang oleh Jun, salah satu Panitia Inti.

Memang, yang harus kami lakukan cukup banyak mengingat para tenaga baru masuk saat H-2 minggu acara yang jatuh pada hari Minggu, 1 Desember. Ngebut mengerjakan tugas bukan menjadikan kami mengerjakan ala kadarnya. Aku terharu dengan teman-teman dari tim dekor yang sebagian besar dekorasi mereka kerjakan sendiri, tidak peduli harus tidak tidur. Bahkan kabarnya mereka sempat menginap di venue acara untuk melakukan finishing terhadap dekorasi. Begitu pula dengan tim acara. Mereka tidak hanya membuat acara inti untuk tanggal 1 Desember. SYC juga punya acara sebelum acara inti dimana bekerja sama dengan beragam komunitas. Dan itu tidaklah mudah. Tim perlengkapan juga keren! Mereka seakan tidak pernah kehabisan ide dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan peralatan demi acara. Oh well, all of the crews are totally rawksss!!

H-1 kami, koordinator dan Panitia Inti berkumpul untuk rapat di rumah mas Bimo. Kami semua diberikan pengarahan mengenai bagaimana nantinya acara berjalan, tugas kami selama acara berlangsung dan semua hal yang harus segera dibereskan pada hari itu juga. 

Ketika acara pun kami diminta untuk datang pada pukul 6 pagi. Pengarahan atau briefing lagi. Jujur aku sendiri merasa nervous, aku takut kalau banyak peserta talkshow yang akan komplain karena mungkin kami tidak melakukan semuanya dengan baik. Tapi...syukurlah! Hal tersebut tidak terjadi. Mereka malah bilang kalau acara SYC, apalagi talkshow-nya keren. Dan sebagian besar dari mereka berharap acara semacam ini bisa terus diadakan. 

Di malam hari, barulah panggung yang ramai dengan bintang tamu. Aku sendiri terkesan dengan penampilan kabaret dari kelompok teater yang kabarnya dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Band-band pengisinya juga tidak kalah keren. Dari Hi Mom, Humidumi, ZORF hingga yang sedang digandrungi saat ini: Payung Teduh.

Kami memang merasakan capeknya, terutama saat persiapan acara. Saat talkshow akan berlangsung. Saat booth di Creative Market ada yang mengeluh. Kami merasa lelah tapi seluruh panitia disana benar-benar saling mendukung dan memberi energi yang positif yang membuat kami terus bersemangat hingga akhir, hingga evaluasi acara. Yap, begitu acara selesai, penonton sudah pulang, venue juga sudah sangat sepi, kami semua terduduk lemas namun masih tertawa lepas.

Malah pada saat venue khususnya area panggung sudah ramai penonton, salah satu kru SYC, April, malah memulai untuk berfoto. Namanya juga remaja, tidak peduli laki-laki atau perempuan, tentu ingin ikut serta. Dan itulah yang membuat kami merasa kami belum dan tidak capek. Kami tetap senang walaupun Surabaya pada hari itu diguyur hujan (tapi, hujan menandakan rezeki bukan?). 

 
Pada rapat H-1, Strategic Advisor SYC, Ogi, heran karena bukannya kami stres dan menunjukkan wajah marah. Melainkan kami malah bercanda dan menurutnya, kami agak "gila" dengan terus tertawa. Mungkin itulah yang menyatukan kami, tim SYC. Meskipun kami tahu bahwa ini adalah pekerjaan yang besar, tapi kami tidak mengaggap ini semua sebagai beban. Karena kami tahu, kami mengajukan diri sebagai volunteer karena dilandasi oleh passion untuk membuat sebuah acara kepemudaan indie terbesar dan pertama di Indonesia. Karena kami sama-sama memiliki pandangan bahwa ini saatnya pemuda di Surabaya bergerak dan saling mengisnpirasi.

Aku sangat berterimakasih sudah diterima menjadi bagian dari volunteer SYC. Aku merasa nyaman bekerja didalamnya. Semoga saja, SYC bisa diadakan lagi tahun 2014! Mohon dukungan dan doanya ya guys :)

---

Ada dua orang temanku berbaik hati menuliskan pendapatnya tentang SYC: Zara dan mbak Prima. Enjoy! :)

No comments:

Post a Comment