Friday, 24 January 2014

Awalan di 2014

sumber
Bagaimana bulan Januari 2014 milikmu? Semoga menyenangkan dan menjadi awal yang baik untuk menjadi pribadi yang lebih positif ya :D Well, kali ini aku ingi sedikit bercerita (berbagi pandangan sebenarnya) tentang apa yang aku alami di awal tahun ini. And this is the starter of my series of unfortunate events.

Mungkin untuk teman-teman mahasiswa di Surabaya pasti merasakan "setelah pesta tahun baru, datanglah UAS". Aku pun mengalami hal itu. Meskipun sebagian besar UASku bersifat take home test tapi tetap saja aku harus belajar. Selama 2 minggu itulah aku bergelut dengan diktat kuliah (padahal sesungguhnya konsentrasiku terdistraksi oleh bacaan-bacaan fiksi). Yang menjadi beban pikiranku bukan hanya itu saja, melainkan kewajibanku sebagai mahasiswa semester 5 (waduh aku kelihatan tua nih!) untuk melaksanakan kerja praktek (KP). 

Sejak setahun yang lalu memang aku bertekad untuk magang di ibukota. Alasannya sih, karena the big kampung di Indonesia ini menawarkan kesempatan, peluang, dan jejaring yang lebih luas ketimbang di Surabaya. Syukurlah, orang tuaku setuju. Aku sendiri sudah memiliki beberapa target dan rencana, termasuk apabila aku tidak diterima di instansi sasaranku di Jakarta. Pada bulan Oktober, aku pun memutuskan untuk mulai mencari informasi melalui surel dengan pihak yang aku tuju.

Proses ini sebenarnya tidak berjalan lama. Rata-rata mereka dengan cepat membalas. Bisa dikatakan, di saat teman-temanku masih sibuk menghubungi, aku sudah punya beberapa target yang bisa aku sasar. Administrasi kurang lebih memang memakan waktu selama 2 minggu, dan setelah itu kami (aku dan seorang temanku) mendapat jawaban dari instansi yang bersangkutan bahwa kami diterima menjadi mahasiswa magang disana.

Singkat cerita, disinilah aku. Di salah satu bagian di Jakarta. Sudah pasti, aku ikut meramaikan angkutan umum (maaf ya, jatah kursinya jadi berkurang...). Untuk mencapai pada tahapan aku dapat menulis disini saja tidaklah mudah. 

Dimulai dari kereta api yang terlambat tiba di Pasar Senen. Keadaan Jakarta yang hujannya tidak niat (sebentar hujan, sebentar berhenti, on repeat). Hingga tarif kos-kosan sekitar kantor yang menurutku cukup mahal. Kalau macet sih, memang itulah rupanya Jakarta. 

Untung saja, ayah masih tugas dinas di Jakarta sehingga beliau pun mengusulkan untuk menginap sementara di rumah salah satu relasi beliau. Jujur saja, aku merasa sungkan karena kata ayah, beliau ini membantu ibu mengasuhku kalau ayah harus dinas di luar Jawa. Aku jadi merepotkan, iya kan? :|

Soal akses ke kantor, sebenarnya mudah, hanya 3 kali naik angkutan umum. Tapi, kemacetan di Jakarta bisa membuatmu membaca 200 halaman. Sehingga memang melelahkan di perjalanan. Ibu sudah memberikan opini bagaimana kalau aku ngekos saja, menerima biaya yang selangit itu. Aku menolak, dengan pertimbangan, untuk ini saja orang tuaku sudah mengeluarkan duit yang tidak sedikit. Belum lagi, pada bulan Februari nanti adalah waktunya membayar biaya kuliah. Anak ayah ibu tidak cuma aku saja, masih ada dua adikku yang kebutuhannya juga akan membutuhkan biaya. Aku pun berkata pada ibu, untuk tinggal di rumah relasi saja agar ibu tidak perlu membayar apa-apa lagi (aku sendiri juga punya tabungan kok). Sehingga, uang yang semula dialokasikan untuk membayar sewa kamar, digunakan untuk ongkos angkutan umum. 

Ibu takut aku akan jatuh sakit karena kelelahan. Wajar, seorang ibu melepas anak perempuannya untuk bekerja di Jakarta pasti akan khawatir. Tentu, aku meyakinkan ibu bahwa dengan tinggal jauh dari kantor, aku akan pikir-pikir kalau mau hang out setelah bekerja.

Bagiku, awalan 2014 ini adalah awal yang baik. Aku berusaha memperlebar comfort zone-ku. Naik-turun angkutan? Aku anggap sebagai latihan mental sebelum nantinya aku bekerja sungguhan entah dimana. Bahkan, aku mengubah caraku memandang seluruh kejadian belakangan ini. Bagaimana? Aku bermain dengan imajinasiku kalau aku sedang latihan sebelum nantinya aku bersekolah di negeri orang (aamiin!). Memang kurang menyenangkan, tapi aku akan berusaha semampuku untuk menikmati Jakarta dan hal yang sering dikeluhkan warganya (sounds cliche right?).

sumber
Ini adalah pengalaman dan liburan yang nampaknya akan memberi dampak positif bagiku. Bersyukur, lebih meghargai orang lain, disipilin, dan mungkin masih banyak moral value yang bisa aku ambil di luar magang. Seperti kata JKT48 di salah satu lagunya "usaha keras tidak akan mengkhianati".

Doakan aku ya supaya magang ini sukses dan selalu berada dalam lindungan Allah! :)

No comments:

Post a Comment