Thursday, 12 December 2013

Books I've Read: November

Jadi, aku juga ingin berbagi bacaan yang aku "telan" salam satu bulan. Semoga blogpost semacam ini bisa konsisten ya :D

Pertama, marilah aku mulai dengan bulan November. Di bulan ini aku membaca 5 judul yang menurutku semuanya keren.



Aku mendapatkan buku ini ketika Sunday Market yang kedua (London Calling) dengan harga hanya Rp. 20.000. Buku yang aku beli ini adalah edisi Asia yang diterbitkan oleh Kodansha, tentu tidak berbahasa Jepang, melainkan berbahasa Inggris. Namun buku ini sengaja aku baca ketika aku berkesempatan untuk "main" ke Thailand pada bulan November lalu. Aku menganggap buku sebagai teman seperjalananku.

Ceritanya tentang Totto-chan yang kata guru-guru di sekolahnya terdahulu sebagai anak yang tidak bisa diatur, sehingga dia sering pindah sekolah. Hingga akhirnya ibu dan ayahnya memindahkan Totto-Chan ke sebuah sekolah yang unik, dimana gerbong kereta-lah yang menjadi ruang kelasnya. 

Memang, seakan kisah Totto-chan akan menjadi membosankan, tetapi inti dari judul buku ini bukan hanya tentang perjalanan Totto-chan selama bersekolah disana. Menurutku buku ini mengajak pembacanya untuk mulai mengasuh dan mengajari anak-anak dengan menganggap mereka bukanlah seperti anak-anak, melainkan sama halnya dengan kita, manusia yang juga punya rasa bertanggung jawab. Pesan moral pada buku ini ada yang tersurat, tapi lebih banyak yang tersirat. Yang kadang membuatku akhirnya mengangguk-angguk sendiri. 

Edisi bahasa Indonesia Totto-chan sudah ada sejak lama, tetapi yang ada di pasaran kini adalah edisi hard cover dengan harga (setahuku) Rp. 59.000

Awalnya karena aku membaca The Hunger Games dan Catching Fire edisi berbahasa Inggris (hasil meminjam dari Perpustakaan Universitas Airlangga loh!) aku ingin menamatkan trilogi ini juga dengan bahasa yang sama. Karena, aku sudah familiar dengan istilah-istilah tersebut jika dilontarkan dalam bahasa Inggris. Sayangnya, saat aku ingin meminjam ternyata buku tersebut juga sedang dipinjam oleh pengguna lain. Alhasil aku memutuskan untuk membaca versi terjemahannya saja. Kebetulan, adekku yang memang sudah punya trilogi tersebut, bersedia meminjamkannya padaku (masih ingat kan kalau semua anggota keluargaku memiliki koleksi pribadi sendiri-sendiri?).

Aku membaca Mockingjay sebelum aku menonton Catching Fire. Tujuannya sih, supaya aku nantinya benar-benar paham bagaimana alur Catching Fire dan tidak mati pensaran dengan akhir film yang (selalu) menggantung.

Ah, aku tidak ingin bercerita disini ya. Nanti dikira aku memberikan spoiler kepada kalian :p
Pokoknya, buku terakhir dari trilogi The Hunger Games ini benar-benar penutup yang sempurna. Aku bahkan memberikan bintang 5 di goodreads karena memang seperti itu adanya.
Ngomong-ngomong, akhirnya teman sekelasku (aku seangkatan sama dengan satu kelas, berasa anak sekolahan kan? :p) juga ketularan menyukai The Hunger Games loh! Aku akan menceritakn sindrom ini di post yang lain ya.
Aku tidak tahu pasti berapa harganya buku ini, tapi di toko buku sudah ada kok box set The Hunger Games trilogi. Kalau kamu membeli yang sudah dalam package box set, kamu akan dapat bonus berupa agenda (ini bukan iklan kok :p). Pokoknya, kamu harus membaca The Hunger Games Trilogy. HARUS! 

Buku ketiga dari serial The Heroes of Olympus ini aku dapatkan dari hasil pinjam dengan rekan sesama pecinta Percy Jackson, mbak Melti namanya. Sebenarnya aku sudah meminjam ini jauh sebelum UTS, tapi apa daya, karena banyak yang harus aku kerjakan, akhirnya pada bulan November lalu aku baru sempat berduaan dengan buku tersebut.

Disini, lagil-lagi Rick Riordan menggantung ceritanya. Membuat pembacanya ingin melanjutkan ke buku yang keempat, House of Hades. Petualangan Percy dan Jason disini semakin panas. Musuh mereka, Gaea juga mendekati sempurna untuk bangkit. Gang The Argonouts II entah sudah berapa kali harus berhadapan dengan musuh, dari yang besar (raksasa) hingga yang terlihat seperti manusia biasa. Malah di buku ini, diceritakan ada penampakan Audrey Hepburn yang ternyata salah seorang dewi loh! :O

Ahya, sejak buku Percy Jackson and The Olympians, aku selalu pinjam ke mbak Melti yang memiliki bukunya dalam edisi bahasa Inggris (padahal adikku punya yang edisi terjemahan). Kenapa? Sama seperti yang aku bilang sebelumnya, aku terlebih dahulu membaca Percy Jackson and The Olympians dua buku sebelumnya dalam bahasa Inggris (terima kasih mas Ivo sudah mau membelikan! :D). Jadi supaya tetap bisa nyambung dengan istilah yang ada, aku memutuskan terus membaca dalam edisi tersebut.

Edisi terjemahan masih ada kok di toko buku, begitu juga yang edisi berbahasa Inggris. Sayangnya, aku tidak tahu berapa harganya :(

Aku punya prinsip "baca bukunya dulu baru nonton filmnya". Sehingga ketika mas Ivo ngebet ingin nonton filmnya, aku pun menolak dengan alasan aku belum membaca buku itu. Untung saja, mas Ivo mau mengerti dan dia bersedia menungguku :p. Sebenarnya, novel ini sudah ada edisi terjemahannya, tapi lagi-lagi aku ingin memiliki yang edisi berbahasa Inggris. Kebetulan pula, pertengahan November lalu aku berada di Bangkok, sehingga aku sekalian saja mampir ke Kinokuniya Siam Paragon untuk membeli novel ini (padahal di Perpilus Surabaya sudah ada...)

Yang bikin aku tercengang adalah, bagaiaman penulisnya, Orson Scott Card, mempunyai daya imajinasi yang tinggi akan bagaimana bentuk kehidupan di luar angkasa sana. Aku bahkan bisa dibilang jatuh cinta dengan karakter Ender Wiggin. Belum lagi kedua kakak Ender yang juga memiliki peran penting dalam cerita. Bahasa yang digunakan sebenarnya simpel, apalagi kalau kamu sudah terbiasa menonton dan membaca Star Trek atau Star Wars. Ada beberapa istilah yang sama yang aku yakin kamu pun tahu artinya.

Dibandingkan dengan film? Aku lebih memilih bukunya karena tentu saja, di film ada bagian yang sengaja dilewati. Tapi filmnya menurutku bagus dari segi visual. Malah menurutku, visualisasi dari Battle School, Battle Room, Comman School lebih dari yang aku bayangkan. Coba deh baca dulu bukunya, kemudian nonton filmnya :D

Gara-gara baca dan nonton itu, aku jadi ingin mengoleksi semua serialnya Ender's Game. Sempat melihat di Kinokuniya Siam Paragon, satu box set berkisar THB 1.000 atau sekitar Rp. 400.000 dengan isi 5 buku. Sempat menyesal kenapa nggak beli edisi box set sekalian ya? :p Kini aku sedang mencari buku selanjutnya dari Ender's Game dan semoga saja bisa mendapatkannya (dengan harga yang murah!) :D

Nah kalau buku ini, aku sudah tahu dari beberapa booktumblogger yang aku follow selama ini. Mereka selalu berkata bahwa ini adalah buku bagus. Kebetulan ketika aku sedang main ke salah satu toko buku di Surabaya, aku melihat buku ini tersedia dan berada di rak buku yang sedang didiskon. Tanpa pikir panjang, aku langsung mengambilnya (cuman Rp. 24.500!).

Bukunya tipis, hanya sekitar120 halaman tapi berilustrasi dan berwarna. Ceritanya akan kamu pikir sangat ringan. Tapi sepert biasa, cerita yang ringan memiliki makna tersirat yang dalam. Menurutku hal ini sama seperti buku Totto-chan, dimana kita biasanya melewatkan suatu hal yang kecil tetapi penting yang selama ini tidak kita sadari. Si Pangeran Kecil yang mengelilingi planet ke planet ini sebenarnya menceritakan beragam sifat manusia, dari yang pelit, yang taat, yang haus kekuasaan. Sehingga tanpa sadar, sebenarnya pembaca tengah bercermin tentang dirinya sendiri.

Aku merekomendasikan buku ini untuk dibaca. Semoga edisi terjemahannya masih ada di toko buku. Aku kurang tahu apakah masih ada edisi bahasa Inggris di Periplus Surabaya.

---

Well, itulah bacaan yang bisa aku bagi. Silakan menghubungiku lebih lanjut jika kamu ingin pinjam (tentu saja buku yang aku miliki). Selamat membaca! :D

No comments:

Post a Comment