Tuesday, 29 October 2013

Meresensi Habibie



Siapa yang tidak tahu dengan sosok pak Habibie, salah satu mantan Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 23 Oktober lalu, Perpustakaan Universitas Airlangga (Perpus UA) bersama dengan HIMAFORSTAUA (Himpunan Mahasiswa Ilmu Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga) mengadakan resensi dan diskusi buku yang berjudul "The True Life of Habibie: Cerita Dibalik Kesuksesan". Acara resensi dan diskusi ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Perpus UA dengan HIMAFORSTA dan baru berjalan selama dua bulan. Sebelumnya, kami membicarakan buku karya Pandji, Nasional.Is.Me.

Awalnya, HIMAFORSTA diminta untuk mengisi satu acara secara rutin di Perpus UA. Dan terbesitlah ide untuk menggelar acara resensi dan diskusi buku. Kami sempat juga akan menggunakan ruang publik Perpus UA sebagai tempat pelaksanaan, tapi setelah dipikir ulang bersama pihak Perpus UA, akhirnya kami mengisi pada sudut NBC alias National Building Character. Kebetulan juga nih, karena koleksi di sudut tersebut memang berada pada topik ke-Indonesia-an, maka kami pun berinisiatif untuk mengupas buku-buku yang bisa meningkatkan rasa cinta akan Tanah Air.

Di resensi kedua ini, ibu kepala perpustakaan bisa ikut serta dan bersedia menjadi peserta diskusi juga! Wah, tentu kami, peserta yang lain merasa terhormat untuk bisa mendengar pendapat beliau akan tokoh inspiratif bernama bapak Habibie ini.

Pada resensi bulan Oktober, jumlah peserta yang datang hanya sedikir apabila dibandingkan dengan pada bulan sebelumnya. Hanya ada aku dan Dini yang berasal dari jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan, ditambah 4 mahasiswi dari jurusan Ekonomi Syariah. Eits, walaupun sepi, tapi diskusi kami tetap menyenangkan loh! 



Resensi dan diskusi dimoderatori oleh mas Agung, selaku staf Humas Perpus UA. Jujur, kami belum membaca sampai selesai buku yang membahas kisah hidup pak Habibie. Malah, kawan dari Ekonomi Syariah, baru mengenal pak Habibie lebih dalam melalui film Habibie dan Ainun itu. Berbeda dengan Dini, rekanku, yang sudah pernah bertemu langsung dengan pak Habibie pada saat acara book signing buku Habibie dan Ainun. Kalau ibu Mangestuti, kepala Perpus UA, memiliki cerita yang berbeda tentang pak Habibie, karena beliau mengalami masa dimana pak Habibie mulai dikenal oleh rakyat Indonesia hingga turun dari jabatan Presiden. Ibu Mangestuti juga mengetahui beberapa cerita tentang lepasnya Timor Timur dari Indonesia.

Tidak hanya membahas tentang bagaimana pak Habibie meraih kesuksesan, kami juga memperbincangkan tentang fakta unik dan lucu diantara pak Habibie dengan keluarga, termasuk dengan bu Ainun. Hingga membandingkan apa yang dituliskan di buku tersebut dengan apa yang ada di film.

Selama kurang lebih 60 menit kami ngobrol. Meskipun ada kehadiran ibu Mangestuti, tetapi diskusi tetap berjalan seru dan menyenangkan. Malah akhirnya kami sempat membahas yang lain-lain juga bersama beliau.

Seperti biasa, sebelum bubar, mas Agung akan meminta kami untuk berfoto bersama sebagai salah satu dokumentasi kegiatan Perpus UA. 

bu Mangestuti berada di tengah peserta diskusi :D
Yap, tunggu saja jadwal resensi dan diskusi berikutnya ya! :)

nb: semua foto-foto oleh Perpustakaan Universitas Airlangga

1 comment:

  1. Wow, semoga acara-acara serupa bakal sering ada ya, bisa meningkatkan minat baca dan semangat yang berkobar-kobar... :))

    --> Makasih ya udah ikutan Library Giveaway! ;)

    ReplyDelete