Sunday, 6 October 2013

"Japan" on September

Jadi, seminggu sebelum perkuliahan aktif dimulai, aku menghabiskan waktu di Jakarta. Rencana ini sebenarnya sudah ada sejak awal tahun. Tepatnya ketika Anime Festival Asia Indonesia 2013 (AFAID13) diumumkan waktu dan tempatnya, yakni di JCC (Jakarta Convention Center) pada tanggl 6-8 September 2013. Awalnya, aku mengajak beberapa teman untuk kesana. Hitung-hitung liburan bersama. Tapi ternyata, yang bisa menemani hanya seorang saja. Tidak masalah, asal aku tidak sendirian.

Dari Plasa Senayan hingga Indonesia Game Show
Aku tiba di Jakarta pada hari Jumat (6/9) menggunakan kereta api. Dari stasiun Pasar Senen langsung aku menuju halte dan menaiki bus yang bisa mengantarkanku hingga daerah Lippo Karawaci, barulah selanjutnya aku menumpang angkot hingga ke rumah nenek. Pada hari pertama aku di Jakarta, aku sudah punya tujuan. Ke Plasa Senayan. Karena, dari informasi yang aku baca, rangkaian acara Jakarta-Japan Matsuri (JJM) diadakan disana. Kebetulan sekali, temanku (travelmate) juga sudah tiba di Jakarta (kami tidak berangkat barengan karena ia sebelumnya berlibur duluan di Bangkok). Malah dia sudah berada di Plasa Senayan. Begitu dia memberiku kabar, langsung aku menuju pangkalan bus. 

Kurang lebih satu jam perjalanan, akhirnya aku tiba disana. Kami menyempatkan diri untuk makan dan sebelum ibadah Jumat, aku menyeret temanku ke Kinokuniya Bookstore. Mumpung sedang berada di Plasa Senayan, kan? Disana kami hanya melihat-lihat koleksi, karena kami memang tidak punya agenda untuk belanja disana.
Setelah temanku ini, yang namanya Pras, melaksanakan sholat Jumat, kami bingung mau kemana. Karena sajian JJM tidak ramai seperti yang kami bayangkan. Waktu itu sedang berlangsung workshop membuat kerajinan tangan yang sayangnya aku tidak tahu apa. Pras pun bilang kalau Plasa Senayan ini dekat dengan fX Plaza. Jadilah kami berjalan kaki kesana.

Tidak jauh sebenarnya. Mengapa ke fX Plaza? Pras ingin main-main ke JKT48 Theater yang terkenal itu. Yah, aku pun juga belum pernah kesana. Berhubung pada hari itu, JKT48 punya jadwal tampil di luar, Theater pun tutup. Tapi kami juga tidak langsung meninggalkan tempat begitu saja. Ternyata disaat kami mengumpulkan tenaga, beberapa member ada yang sliweran. Nampaknya akan menuju tempat perform mereka. 

Prasetya Ardhana (foto bawah) dan aku saat mampir ke JKT48 Theater
Buntu lagi. Enaknya kemana. Karena fX Plaza juga dekat dengan JCC, kami akhirnya berjalan kaki lagi kesana. Walaupun tiket AFAID13 kami untuk hari Sabtu (7/9), tetapi kami ingin tetap kesana. Kabarnya, ada Indonesia Game Show (IGS) dimana tidak dipungut biaya untuk tiket masuknya. Sampai disana, memang tidak terlalu ramai di luarnya. 


mumpung bisa berfoto dan brosur berisi peta booth IGS (foto kanan)

Lokasi IGS dan AFAID bersebelahan. Di IGS kami hanya melihat-lihat (sebenarnya aku yang lebih banyak melihat-lihat karena Pras asyik mencoba game dan konsol yang dipamerkan). Membiarkan Pras asyik dengan dunainya hingga bertanding Ragnarok Online, aku memilih duduk di tempat yang sudah disediakan. Sekitar pukul 3 sore, aku mengajak Pras untuk keluar, mengingat akses bus dari wilayah itu menuju Lippo Karawaci tidak banyak. Dan kami pun berpisah di fX plaza (Pras ingin main lagi ke JKT48 Theater, sebenarnya ia mengajakku, tapi aku menolak).

AFAID13 Pecah Ramainya!
Sehabis sarapan, aku berpamitan dengan nenek dan keluargaku disana. Aku bergegas menuju pangkalan bus menuju JCC. Aku harus menukarkan voucher pembayaran menjadi tiket untuk masuk. Sesampainya disana, sekitar pukul 9 kurang, ternyata antrean sudah sangat mengular di area penukaran tiket. Aku menghubungi Pras, dan ternyata dia masih menunggu bus. Pendek kata, aku baru bisa mendapatkan tiket sekitar pukul 11 menuju pukul 12.



Tak perlu ribet lagi, aku memberikan tiket kepada Pras dan langsung menuju gedung untuk masuk. Oh ternyata, keramaian pun sama saja! Malah sangat ramai! Kami berdua memang membawa ransel, tetapi tetap saja, masih ada rasa was-was akan barang kami. Di lantai pertama, yaitu Exhibition, tersedia banyak booth yang memamerkan figurin dan menjual merchandise. Sebut saja Gundam, One Piece, Sonic, hingga yang berbau lokal seperti Bima Satria Garuda. Kami hanya memotret beberapa figurin yang memang bagus. Kalau aku sih, ingin membeli satu figurin Gundam untuk koleksi, tapi apa daya, harganya belum ramah kantong. 

Saking ramainya, kami hanya mengikuti arus. Lautan manusia tersebut membawa kami ke basement, tempat dimana ada booth makanan dan merchandise lokal. Di basement inilah kami sempat terpisah. Aku pun memutuskan untuk menunggu di pintu masuk. Setelah akhirnya kami bisa bertemu, kami memutuskan untuk makan siang. Kami memilih Teriyaki Burger dengan harga Rp 25.000 per porsi. Cukup mengenyangkan untukku. Ahya, di basement inilah, section Creator's Hub aku bertemu dengan temanku Theresia Kurnya yang menjaga booth milknya, The Little Drawer. Kami sudah lama tidak bertemu dan menjadi wajib hukumnya untuk berfoto bersama.

keadaan AFAID13 pada 7 September 2013. Kiri atas yang menggunakan topeng Kamen Rider itu Pras loh! :3

Kami kembali ke atas melalui jalur yang berbeda, yakni tangga (sebelumnya akses menuju basement menggunakan escalator). Ternyata disanalah letak booth official merchandise AFA. Tanpa banyak pikir, aku pun langsung belanja beberapa kaos untukku dan adik-adikku dan sebuah tote bag. Sayang sekali, Pras tidak mendapatkan yang dia incar, kaos Babymetal karena sudah habis terjual pada hari sebelumnya. Di balik booth official merchandise ada booth official merchandise of Singeki no Kyoujin yang antreannya sangat panjang. Malah kabar yang dengar, booth terpaksa ditutup sementara karena antrean yang panjang mengganggu lalu lintas. Agak jauh sedikit, dekat booth Bima Satria Garuda, sebenarnya ada booth Sony Music. Mereka menjual kepingan CD dan DVD dari artis-artis Jepang yang pernah datang ke Indonesia. L'Arc~en~Ciel misalnya. Dari DVD konser pada ulang tahun ke-15 hingga DVD konser World Tour tahun lalu. Lagi-lagi aku tidak punya anggaran untuk membeli (karena tidak terpikirkan bahwa akan ada yang menjual di AFAID13).

Karena kami membeli tiket seharga Rp. 150.000, maka kami juga punya hak atas akses Stage, yakni menikmati performace yang ada di area panggung. Waktu itu kami hanya sempat melihat screening School Idol Project bersama seiyuu (pengisi suara), dilanjutkan mengobrol dengan Aya Hirano, screening Gundam Unicorn, dan Cosplay Single Competition. Dimana sebelum acara di Stage ditutup, para guest cosplayer muncul. Mereka benar-benar menjadikan cosplay sebagai pekerjaan. Dilihat dari totalitas pakaian beserta make up-nya. Sekitar pukul 5 sore, aku pamit dengan Pras karen aku sudah harus kembali ke rumah. Foto-foto yang berhasil tangkap sangat sedikit, karena frekuensi pengunjung yang banyak, yang membuatku benar-benar waspada dengan barang bawaanku. Aku saja bahkan tidak sempat berfoto dengan cosplayer, karena tempat dan waktu yang terbatas.

Jepang pindah ke Lapangan Monas



Hari terakhir di Jakarta, sesuai dengan rencana kami, harus mampik ke penutupan JJM 2013 yang ada di lapangan Monas. Aku pun berangkat setelah sarapan dan langsung berpamitan dengan keluarga, karena setelah dari Monas, kami akan bertolak ke bandara untuk kembali ke Surabaya. 

Sekitar pukul 10 aku diantar bude dan sepupuku tiba. Kami memutuskan untuk masuk ke area JJM dengan membeli tiket seharga Rp. 25.000. Lagi-lagi, kami beli makanan dan jajanan ringan karena Pras ternyata masih belum berangkat.

Sembari menunggu, aku pun memutuskan untuk duduk-duduk dan mengamati manusia. Ada yang sibuk dengan pakaian cosplay, ada yang minta berfoto bersama, keluarga warga negara Jepang dengan anak kecil mereka yang lucu.

Monas tidak kalah ramainya dengan AFAID13. Ramai. Lagi-lagi aku juga tidak bisa berfoto banyak. Beberapa menit kemudian, Pras menghubungi ku dan ternyata sudah berada di lokasi. Disitulah aku pamit kepada bude dan sepupuku.

Pras megajak 3 orang temannya. Dan tentu saja, jadi lebih menyenangkan. Mereka semua memutuskan untuk membeli jajanan. Pras beli nasi kare seharga Rp.30.000 dan yang lain memilih mencoba macha kakigori atau es campus dengan pasta kacang merah khas Jepang dengan harga Rp. 25.000. Iya, disana panasnya terik sekali. Macha kakigori-nya sepertinya mirip dengan di Jepang sana. Pasta kacang merahnya terasa dan segar.

Atas: sate khas Jepang yang aku lupa apa namanya. Bawah: Macha Kakigori

Puas mengisi perut, kami menyusuri setiap booth yang ada disana. Mulai dari booth sponsor hingga booth yang berjualan merchandise. Aku dan Febi (salah satu temannya Pras) akhirnya membeli sebuah topi Arale yang harganya cuman Rp. 70.000 saja! Teman-teman Pras yang lain asyik meminta foto dengan beberapa orang cosplayer, terutama dari anime Shingeki no Kyoujin yang sedang hype disini. Aku sempatkan diri membelikan oleh-oleh untuk ibu dan adik-adikku di rumah. Tas kecil dan tempat pensil dengan motif dan kain khas Jepang. 

Pukul 4 sore, pakdeku menelpon, bertanya dimana posisiku. Beliau menawarkan untuk mengantarkan kami ke bandara. Akhirnya, aku dan Pras pun pamit denga teman-temannya, berharap bisa bertemu lagi di lain kesempatan.

---

Merasakan atmosfer keriuhan "Jepang" a la Indonesia selama 3 hari sungguh menyenangkan. Walaupun kami berdua harus kemana-mana sendiri, menggendong tas ransel, tapi itulah keseruannya. Aku dan Pras sama sekali tidak mempersalahkan harus makan apa dan dimana naik apa. Kami juga tidak gengsi sama sekali. Ditambah lagi dengan kehadiran teman-temannya Pras, yang membuat perjalanan keliling kami jadi makin menyenangkan. 

Aku berharap, aku tahun depan bisa kesana lagi, atau mungkin bisa datang langsung ke Jepang untuk menghadiri matsuri atau ComicCon? Aamiin! Aku selalu suka menonton orang-orang yang ber-cosplay ria. Kadang dengan siapapun teman yang menemaniku, aku bermain tebak-tebakkan dari anime/manga apakah karakter itu. 

Mencicipi "Jepang" buatan sebelum ke Jepang yang sebenarnya, tidak ada salahnya kan? :)

---

"Tokyo 2020 yuk. 7 tahun lagi bisa lah"
"Iya, nanti aku pake jet pribadi"
Aamiin.

1 comment:

  1. wuu seru tuh yaa
    Jadi pengen nyobain kari nya,pengen kari jepang tp angel cari e disini :(
    Betewe,3temennya pras itu sapa aja ya? anak spensa/smada bukan?

    ReplyDelete