Sunday, 14 July 2013

(Tidak) Menjadi Konsumsi Opini Negatif

sumber

Seperti yang pernah aku ceritakan pada post sebelumnya, aku pernah menjadi korban mental bullying dan kini sedang sibuk di berbagai ranah organisasi. Bukan hal yang menjadi rahasia apabila sebagian orang akhirnya meremehkan kegiatan yang tengah kita geluti kini. Bahkan tidak sedikit pula yang memberi komentar negatif terhadap pekerjaan kita. Apalagi jika bekerja dalam tim dimana butuh koordinasi yang baik agar komunikasi tetap terjaga.

Di saat kita sedang berusaha agar bisa memberikan yang terbaik (terutama karena kita memang memiliki passion di bidang tersebut), selalu ada saja cemooh dari mana-mana. Malah bisa jadi celaan datang dari orang terdekat kita. Mereka meragukan kemampuan, pekerjaan, dan hasil akhirnya. Hal tersebut terjadi karena mungkin mereka pernah mengalami atau melihat hal yang serupa, sehingga pada salah satu sel otaknya yang tertanam adalah penerimaan negatif terhadap informasi yang dia terima. Alhasil, kita pun seakan diremehkan dan berimbas pada diri kita yang akhirnya menjadi minder.

Sebenarnya aku sendiri sedang pada fase tersebut. Dimana aku sedang berusaha dalam sebuah tim untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan, tapi ada pihak yang terus-menerus berbisik negatif. Aku kini berada dalam tim baru untuk jenis pekerjaan yang baru juga. Organisasi tempat aku "bermain" bisa dikatakan masih piyik. Tahun lalu, aku bekerja dengan orang-orang yang berbeda dengan tahun ini. Singkat kata, tahun lalu, ada beberapa orang dari beberapa tim yang hubungan komunikasinya kurang baik dan timbullah salah paham. Efeknya adalah, pemilik tanggung jawab penuh seakan trauma dan susah move on dari tim yang lalu. Jadilah, ia terus membahas tentang kekecewaanya terhadap tim yang lalu tapi dengan nada yang kurang menyenangkan, karena di satu sisi, aku merasa hubunganku dengan tim yang dimaksud sesungguhnya baik-baik saja. Hati ku tentu tidak menerima cemohan tersebut dengan mudah.

Aku pun kini berusaha utnuk tidak terlalu mendengar pendapat orang lain tentang pekerjaan ku kini, tim ku taun ini, ataupun tim ku taun lalu. Apabila aku berusaha untuk mendapatkan impresi darinya, dengan terus mendengar komentarnya yang kurang enak, sama saja aku tidak melakukan perubahan yang signifikan dari tahun lalu. Aku sendiri juga tidak mau jika ia bisa menyetir moodku. Aku berusaha untuk tidak peduli terhadap apa yang dikatakannya (komentar) tentang tim ku, yang penting aku dan tim sudah berusaha sebaik mungkin agar job description yang kami terima terselesaikan tepat waktu.

Cobalah sekali-kali menutup telinga terhadap celaan yang datangnya (terutama) dari orang terdekat. Dan dekatilah mereka yang selalu mendukung kita. Kalau kita berusaha untuk menyenangkan pihak komentar negatif, bisa-bisa kita terpengaruh menjadi seperti mereka dan takut mencoba hal-hal baru. Lebih tidak enaknya lagi, kalau komentar mereka bisa mempengaruhi progress kita mencapai goal.

Maka dari itu, miliklah prinsip dan idealisme yang menjadi landasan untuk menolak semua komentar negatif dari sekeliling kita. Jangan sampai kita menjadi konsumsi opini publik yang sebenarnya tidak banyak membantu (alias hanya ingin memojokkan seseorang).

No comments:

Post a Comment