Sunday, 14 July 2013

Live for Future

sumber
Sebagai manusia, sudah kewajiban kita untuk menjaga segala hal yang ada di bumi. Tidak hanya masalah sumber daya alamnya saja, melainkan juga moralitas dari tiap-tiap suku bangsa yang ada. 

Manusia dianggap sebagai pemipin di bumi karena satu-satunya makhluk yang memiliki akal pikiran dan diharapkan bisa bersikap bijaksana terhadap apa yang ada di permukaan bumi. Maka dari itu, kepedulian mausia terhadap seklilingnya menjadi penting. Contohnya saja terhadap hutan yang ada di Indonesia. Belum menjadi berita yang basi tentang asap dari pembakaran hutan yang kabarnya menutupi sebagian pulau Sumatera. Aku tidak membahas tentang siapa pelakunya, tetapi aku melihat kerakusan manusia untuk mengeruk keuntungan di setiap inci yang bisa dimanfaatkan tanpa memikirkan dampaknya. Hutan yang dibakar, sama saja dengan menghancurkan habitat makhluk hidup lain, yakni hewan dan tanaman. Entah manusia sedang khilaf atau memang terjangkit penyakit lupa kalau tanpa kehadiran tanaman dan hewan, maka manusia akan punah.

Teman-teman masih ingat dengan konsep rantai makanan kan? Coba bayangkan apabila salah satu elemen pada rantai makanan hilang dengan tiba-tiba, bagaiman nasib konsumen pada tingkat selanjutnya? Tentu akan punah dan hal ini akan berimbas pada manusia juga. 

Hewan tidak bisa berontak dan tanaman nampaknya pasrah, tetapi mereka juga sedih karena manusia dengan semena-mena meluluh lantakkan rumah mereka. Mari kita berpikir lagi, bagaimana perasaan manusia jika kampungnya dibumi hanguskan secara paksa dan tiba-tiba? Pasti akan marah juga kan? Bedanya, manusia memiliki bahasa yang bisa dimengerti dan akal pikiran untuk menuntut atas ganti rugi dan lain sebagainya. Apakah manusia tidak merasa sedih juga ketika terjadi pembakaran hutan?

Kasus lain adalah pembataian terhadap hewan. Bagaimanapun juga, tidak peduli apa tujuannya, perlakuan seperti itu sama dengan tindakan genosida. Kalau ada hukum yang mengatur genosida terhadap manusia, mengapa tidak ada manusia yang berusaha melindungi hewan (dan tanamana) dari genosida?

Menghabiskan populasi hewan dan tumbuhan secara tiba-tiba dan jumlah yang besar berimbas pada ketidak seimbangan alam di sekitar kita. Yang artinya mempercepat kepunahan manusia.

Tuhan memberkahi manusia dengan akal pikiran untuk digunakan agar sesama makhluk hidup bisa saling membantu, bukannya termakan kekuasaan sehingga mengintimidasi makhluk yang lain. 

Selagi Tuhan masih memberikan kehidupan, cobalah berpikir untuk masa depan. Perlakuan manusia yang serakah dan amoral tersebut sebenarnya membuat kita mati muda. Mulailah untuk saling peduli, agar masa depan anak cucu kita terjamin dan bumi semakin nyaman untuk ditinggali.

No comments:

Post a Comment