Friday, 31 May 2013

Pustakawan untuk Starfleet



Sudah ada yang menonton sekuel Star Trek di bioskop? Eh, tenang, aku disini tidak mengulas mengenai filmnya kok!Aku ingin menjabarkan hal yang mengganjal di kepalaku yang ada kaitannya dengan Star Trek. 

Bagi yang sudah menonton, tahu kan, kalau musuh, John Harrison meledakkan sebuah pusat informasi bawah tanah milik Starfleet, yang disebut dengan Section 31, yang terletak di London. Sewaktu atasan di Starfleet menyatakan bahwa tempat tersebut hampir musnah, ia mengungkapkan bahwa informasi yang ada di dalamnya tergolong rahasia. Bahkan hampir seluruh data dan informasi tentang proyek-proyek Starfleet tersimpan disana. 

Bayanganku saat itu, memang sih nampaknya Starfleet berisi rekan-rekan militer. Tetapi, coba saja kalau ternyata pustakawan, yang di Indonesia dianak tirikan, ternyata berjasa untuk sebuah organisasi besar di bumi seperti Starfleet. Oke, mungkin kalau aku menggunaka Starfleet tampak mengada-ada. Bagaimana kalau pustakawan ternyata bisa bekerja juga di MI6, di kantor yang sama dengan James Bond?

Sepertinya di negara-negara maju, profesi sebagai pengelola informasi atau information professional di tempta-tempat selain perpustakaan sudah menjadi hal yang lumrah. Tetapi bagaimana di Indonesia? Di jurusanku saja, porgram studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan, masih memiliki pemahaman bahwa lulusannya hanya bisa bekerja di perpustakaan saja. Padahal, kalau kita bisa lebih peka dan mau membuka diri (serta wawasan), peluang kerja kami tidak tertutup di belakang rak buku yang berdebu. 

Lagi-lagi aku bermain-main dengan imajinasiku. Mengenakan sweater tim pesawat Enterprise atau seragam militer milik Starfleet dan bekerja mengelola segala macam data hingga menjadi informasi berharga bagi organisasi tersebut. Siapa tahu aku bisa bekerja sama dengan Spock? ;)

No comments:

Post a Comment