Sunday, 21 April 2013

Totalitas Berkegiatan

Ada yang sudah pernah membaca tulisan Ghufron Mustaqim tetang menyiasati kesibukan? (klik untuk baca)
Atau tulisan dari mbak Eka tentang membatasi minat? (klik untuk baca)

Untuk teman-teman yang berada di bangku kuliah, pasti tidak asing dengan pernyataan yang menyangkut pautkan eksistensi kita dengan kontribusi yang sudah kita lakukan untuk negara, atau minimal, untuk lingkungan sekitar. Hingga kita pun mengetahui beragam aktivitas keorganisasian yang seru dan menarik, pantas untuk diikuti. Pasti ada beberapa teman-teman yang pernah mengikuti lebih dari satu keorganisasian. Ada juga yang pernah merasa terlalu banyak kegiatan, sehingga akhirnya meninggalkan satu demi satu organisasi tersebut.

Tidak ada yang salah. Namanya juga masih muda, masih coba-coba. Masih mencari jati diri, masih mencari minat, masih mencari apapun yang sekiranya sesuai dengan dirinya.

Tetapi, ada baiknya, kita membatasi kegiatan kita sendiri. Bukan untuk membuat diri kita menjadi ekslusif, hanya memberikan waktu untuk diri kita beristirahat. Sering sekali ada yang mengatakan bahwa memiliki kegiatan itu baik, tetapi yang namanya berlebihan selalu tidak baik. Pikiran kita bisa sakit, badan pun bisa kecapekan. 

Pilih kegiatan yang memang benar-benar ingin kita ikuti. Bagaimana cara mengetahuinya? Tanyakan kepada mereka pengurus organisasi tersebut. Sudah hak kita bertanya tentang organisasi tersebut, apalagi kalau ada narahubung (contact person) khusus yang melayani pertanyaan dari publik. 

Membuat jadwal mingguan juga membantu kita untuk menentukan apakah kita perlu bergabung menjadi anggota, apakah cukup menjadi pendukung dari organisasi. Mari dilihat, selama seminggu yang akan datang, jadwal kita penuh dengan kegiatan apa saja? Jangan sampai saling bertabrakan.

Konsistensi itu salah satu dari integritas yang harus dimiliki oleh setiap pribadi. Orang lain akan lebih menghargai kita jika kita konsisten. Efeknya? Kita tentu akan lebih bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan kepada kita. Apa akibatnya jika kita sudah masuk ke dalam organisasi tertentu, tetapi malah tidak bisa konsisten (menduakan kegiatan organisasi satu dengan yang lain)? Di bangku kuliah mungkin tidak terlalu terasa. Toh biasanya pengurus masih memaafkan dan masih menganggap kita teman. Tetapi, kalau sampai kita lulus, berada dalam dunia kerja, masih tetap inkonsisten seperti itu, bisa-bisa kesempatan berjejaring terputus, atau lebih tepatnya dihambat.

Oleh karen itu, pilih saja kegiatan atau organisasi yang benar-benar diminati. Lebih baik satu sehingga kita bisa total didalamnya. Lalu kalau tergiur dengan tawaran lain? Kembali lagi, lihat jadwal kita sendiri. Toh, kalau semisal kita tidak bisa bergabung, kita masih bisa mendukung kok, caranya dengan melakukan promosi gratis jika organisasi tersebut mengadakan acara (atau bahkan kita bisa mengajak kerjasama!).

Selamat berkegiatan! :)

2 comments:

  1. nah, aku kebanyakan kegiatan deh kayaknya :(
    jadi sering kecapekan..
    pfth~

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk mulai diorganisir kegiatannya :)

      Delete