Wednesday, 24 April 2013

It's Time For Shocking Travel!

Walaupun terlambat sekali untuk mempublikasikan tulisan ini, tapi tidak ada salahnya sih berbagi informasi.

Tanggal 30 Maret lalu, aku mendapatkan kabar dari pacarku bahwa ketiga penulis Shocking Series akan mengadakan bedah buku di Surabaya. Ngomong-ngomong sudah pada tahu belum, apa sih Shocking Series itu? 

Shocking Series adalah buku terbitan Bentang Pustaka yang menceritakan seputar fakta unik (dalam kacamata orang Indonesia) di negara lain. Sejauh ini, baru ada 4 buku yakni Shocking Japan, Shocking China, Shocking Egypt, dan yang paling baru adalah Shocking Korea.

Acara diadakan di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya. Dimulai kurang lebih pada pukul 11 siang. Ketiga penulis hadir untuk meberikan informasi unik yang bisa ditemui di negara lain. Dimulai dari Pak Junanto Hendriawan, penulis untuk Shocking Japan dan Shocking Korea. Beliau kurang lebih sedikit menceritakan ulang isi dari yang ada di bukunya (saya tahu karena saya sudah membaca bukunya :p). 

Kemudian dilanjutkan oleh Mbak Sophie Mou, penulis Shocking China sekaligus editor untuk Shocking Series. Ada sebuah fakta yang menurutku cukup unik, seperti sistem pembelian rumah yang ternyata peminatnya lumayan banyak sehingga rata-rata pembeli rela mengantre sehari sebelumnya (seperti antre tiket konser iPhone). Mbak Sophie Mou juga sedikit memberikan tips bagaimana caranya bisa memiliki anak lebih dari 1 walaupun berwarganegaraan Cina. 

Dan terkahir, mikrofon beralih kepada Pak Muhlashon Jalaluddin yang mengaku baru 10 tahun tinggal di Mesir, dan pastinya merupakan penulis dari Shocking Egypt. Disinilah aku merasa bahwa cerita yang disampaikan oleh Pak Muhalshon ternyata menghibur. Kebanyakan bercerita tentang apa yang bisa ditemukan di Mesir yang kurang lebih sama dengan Indonesia. Tidak hanya itu, Pak Muhlashon juga mengungkap bagaimana aparat kepolisian di Mesir yang ternyata sembari berjaga di jalan raya mereka juga bisa sambil minum teh, merokok, hingga membaca Al-Quran!

Meski waktu yang diberikan tidak terlampau lama, tetapi aku lumayan puas dengan apa yang dijelaskan oleh para penulis. Ohya, mereka tidak hanya sekedar mengulas ulang apa yang sudah ditulis. Mereka menjelaskan pula bagaimana akhirnya buku tersebut dibuat. Ketiga penulis tersebut masih berwarga negara Indonesia dan sudah cukup lama tinggal di luar negeri. Tidak heran jika mereka tampaknya sudah fasih dengan kebiasaan disana dan bisa membandingkan dengan di Indonesia.

bersama Pak Junanto Hendriawan

ki-ka: mbak Eka, mbak Sophie Mou, Pak Junanto


Impresiku saat acara ini sudah selesai: menarik dan menyenangkan! Tidak puas sebenarnya jika hanya berbagi dalam waktu sekitar 2,5 jam saja. Tetapi lumayanlah karena setelah acara aku masih sempat bercakap dengan para penulisnya. Mereka semua ramah dan mau diajak ngobrol secara ringan. Malah temanku, mbak Eka, sangat memanfaatkan momen ini untuk mendapat informasi baru mengenai budaya pop yang ada pada negara-negara tersebut. 

Tambahan saja, kegiatan seperti hadir dalam bedah buku, talk show, ataupun diskusi sebenarnya membawa banyak manfaat. Selain karena tidak dipungut biaya dan mendapatkan ilmu baru, kita juga bisa mendapatkan teman baru. Secara tidak langsung, kita akan berkenalan dengan orang yang duduk tidak jauh dengan kita, ngobrol sebentar, dan kemudian bertukar profil.

Bagaimana? Mau ikut hadir jika ada acara serupa? Sering sering buka agenda of event ya :)

1 comment:

  1. Mantap nih, pengen juga sekali-kali ikutan bedah buku di Surabaya

    ReplyDelete