Thursday, 21 February 2013

"Aku Ingin Ke Amerika!"

Kelompok 6 Kelas Inspirasi Surabaya
SDN Ploso IV, Jln. Karang Empat Besar 60-62 Surabaya
PIC: Anang Setiawan
Pengajar: M. Abdul Ghoni Rohimin (Hellen Keller International), Putri Maulina Z. (Coca Cola Indonesia), Ratih A. Widuri (PLN)

---

Sekitar pukul 7 kemarin (20/02) aku sudah tiba di lokasi. SDN Ploso IV Surabaya yang terletak di Jalan Karang Empat Besar. Tidak susah menemukannya karena sebelumnya aku sudah melakukan observasi lapangan. Ternyata, relawan pengajar, Kak Ratih (PLN) dan sesama relawan fotografer (Kak Andry) sudah datang. Kami pun menyempatkan diri mengobrol sembari menunggu tim Kelas Inspirasi kelompok kami lengkap. Tak lupa juga, kami basa-basi dahulu dengan Kepala Sekolah dan jajaran guru yang ada disana.



Siswa SDN Ploso IV ternyata tengah melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS). Maka dari itu, kami baru diperbolehkan "merecoki" mereka sekitar pukul 9 atau 10 pagi, saat mereka sudah selesai ujian. Lantas , menunggu selama itu apa yang kami lakukan? Tim kami tidak kehilangan akal. Kak Anang, alumni Pengajar Muda, yang pertama kali berinisiatif untuk mengajak main adik-adik yang sedang di luar kelas. Disusul oleh Kak Ghoni dari Hellen Keller International. Aku dan rekan fotograferku, Kak Andry, juga tidak mau kalah. Momen seperti ini bisa diabadikan dalam jepretan kamera kami.

Nah, sebenarnya kami hanya ditugaskan untuk melakukan kegiatan di SDN Ploso IV. Sekedar informasi, sekolah ini berada pada satu wilayah dengan SDN Ploso III. Ada guru yang melihat aktifitas kami di SDN Ploso IV akhirnya meminta pada kami untuk juga mengajak pada SDN Ploso III. Dengan senang hati kami terima (tentu sudah mengkonfirmasi hal ini dengan panitia pusat).

Kelas pertama dimulai pada pukul 9 pagi. Kak Putri (Coca Cola Indonesia) dan Kak Ratih (PLN Lampung) mendapat kelas pertama di SDN Ploso III, sedangkan kak Ghoni langsung meluncur ke SDN Ploso IV. 

Pembangkit, Transmisi, Alat Pengukur Listrik
Pertama, aku hinggap di kelasnya Kak Ratih. Ia mengenalkan dirinya sebagai seorang insinyur listrik. Dengan alat peraga yang dibawanya, Kak Ratih mengenalkan apa itu pembangkit, transmisi, dan alat pengukur listrik. Wah, ternyata mereka sangat antusias! Walaupun awalnya masih malu-malu untuk menjawab, akhirnya mereka pada berebut untuk tunjuk jari. Setelah perkenalan singkat tersebut, Kak Ratih langsung menyuruh mereka untuk berdiri dan berbaris. Kak Ratih mengajak adik-adik tersebut bermain pesan rantai (masih ingat dengan reality-show-game Komunikata?) dan mulai membacakan aturan permainannya. Mereka pun menyambut dengan senang hati. Ahya, kata-kata mutiara yang diambil berasal dari Lomba Desain Gantungan Semangat. Asyik kan? 

kak Ratih sedang memilih akan menggunakan kata apa
Selesai dengan bisik-berbisik, Kak Ratih masih punya permainan. Namanya Merangkai Pembangkit Listrik. Adik-adik ini dibagi menjadi beberapa kelompok dan tiap kelompok diberi sebuah kotak korek api (beserta isinya). Dengan korek api tersebut, adik-adik diminta bisa membuat sebuah pembangkit seperti yang telah dicontohkan oleh Kak Ratih, dalam waktu 10 menit. Langsung saja, begitu Kak Ratih berkata "Mulai!" mereka tidak ambil pusing, mereka mencoba bagaimana caranya agar pembangkirt mereka bisa berdiri tegak. 

Kak Ratih juga memiliki jargon yang ia gunakan untuk menyemangati adik-adik agar tetap fokus. Seperti, "Camera, roll, action!" dan "Superman? Wuuush!". Jadi, ketika mereka sudah tampak lesu, Kak Ratih akan meneriakkan jargon. Balasannya? Ternyata suara mereka cukup keras! Menandakan bahwa mereka masih bersemangat mengikuti kelas.

Dari Pabrik hingga Toko
Sebuah video tentang produksi Coca Cola diputar di kelas. Mulut kecil mereka membentuk huruf "O" sekana takjub dengan apa yang terjadi di pabrik terhadap salah satu nama minuman yang sudah sangat tidak asing bagi mereka. Video tersebut memberikan gambaran dari proses produksi, distribusi, hingga pada pelanggan. Walaupun mereka sedang menonton video, tetapi mulut mereka seakan merapal. Bahkan ada celetukan yang semoat terdengar olehku, "Kalau semuanya serba mesin, terus kita ngapain dong di pabrik?"

Seusai melihat video tersebut, Kak Putri menanyakan, apakah mereka ingin melanjutkan sekolah hingga di bangku kuliah? Serempak mereka berkata "iya!" Walaupun bisa dikatakan jalan mereka masih jauh, tetapi sepertinya mereka sudah memiliki visi untuk menunjukkan bahwa mereka ingin meraih mimpi. 

Kemudian Kak Putri menjelaskan dengan singkat isi video tersebut dan tibalah pada sesi permainan. Adik-adik tersebut diajak keluar kelas untuk mempraktikan proses tawar menawar antara distributor dengan pelanggan. Pelanggannya bukan perseorangan, melainkan pelanggan besar seperti supermarket. Jadilah mereka memiliki nama beberapa supermarket terkenal seperti Giant, atau Carrefour. Wah, tidak disangka mereka ternyata sangat jago dalam hal tawar menawar! Bahkan ada yang menawar dengan sangat murah :))

kak Putri mengajak bermain adik-adik
Kelas Kak Putri ditutup dengan acara menyebutkan cita-cita adik-adik. Ada yang ingin menjadi Angkatan Laut, menjadi guru, dan profesi lainnya. Lagi-lagi, Kak Putri berpesan agar terus belajar dan jangan sampai putus sekolah.

Kacamata Gratis
"Sekolah kalian ini lebih bagus dari sekolah saya dulu", kak Ghoni tengah bercerita masa kecilnya. Dilanjutkan dengan pengenalan tentang pekerjaan yang ia tekuni sekarang. Kak Ghoni adalah seorang refraksionis optisien, atau tenaga ahli dibidang kesehatan mata. Kak Ghoni melanjutkan ceritanya hingga pada tahap pentingnya kesehatan mata dan bagaimana cara menjaganya. Kebetulan, Kak Ghoni memang sengaja ingin mengajarkan pada mereka bagaimana caranya menggunakan alat pemeriksaan mata. Jadilah satu kelas tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok pasien, dan satu lagi kelompok yang memeriksa mata. Ternyata mereka semua langsung berebut ingin mencoba menjadi pasien! :))

kak Ghoni sedang mengajarkan cara memeriksa mata
Kak Ghoni juga sempat menampilkan foto-fotonya saat ia berkunjung ke beberapa negara dan wilayah di Indonesia. "Siapa mau ke luar negri?" semua mengangkat tangan. Ada yang menjawab, "Aku ingin ke Amerika!". Luluh rasanya hati ini ketika mereka dengan semangat menyebutkan cita-cita masing-masing.

Kak Ghoni juga memiliki sebuah optik. Lantas ada lagi yang nyeletuk, "Aku juga ingin jadi pengusaha. Pengusaha sukses!"

Setelah semua adik-adik meneriakkan cita-citanya, Kak Ghoni memberikan tips agar mereka bisa meraih (harus bisa meraih) apa yang telah mereka suarakan. Tentu saja dengan cara belajar yang giat, patuh terhadap orang tua dan guru, dan tidak lupa berdoa. Sebelum menutup kelas, Kak Ghoni memiliki kuis kecil-kceilan. Imbalan bagi yang bisa menjawabnya, adalah kacamata gaya. Rebutan lagi!

Berbagi Inspirasi Melalui Profesi

foto bareng tim Kelas Inspirasi, pengajar, dan murid SDN Ploso IV
Kegiatan kami selesai sekitar pukul 12.30. Setelah sesi berfoto dengan adik-adik dan semua pihak dari SDN Ploso IV, kami pamit. Bagaimana tanggapanku tentang kegiatan Kelas Inspirasi ini?

Menyenangkan! Kelewat menyenangkan. Aku terlalu senang saat itu hingga tidak merasa capek, walaupun harus mondar-mandir ke kelas-kelas mengabadikan acara. Kakak Relawan Pengajar dan Alumni Pengajar Muda juga semuanya asyik diajak ngobrol. Mereka memang capek, tapi mereka juga senang. Pengalaman seumur hidup katanya untuk mengajar dan berbagi inspirasi dengan adik-adik tersebut.

Ohya, karena keterbatasan tenaga pengajar, saat pergantian, aku sempat mengisi sebuah kelas. Apa yang aku lakukan? Aku mendoktrin mereka dengan keyakinanku, belajar seni itu penting! :)) Walaupun cuma sebentar, tetapi aku cukup puas menyampaikan pesan kepada mereka.

Rasanya, kegiatan ini terlalu sempurna. Isinya orang-orang hebat yang asyik, yang mau "bolos" kerja hanya untuk turun meladeni mimpi adik-adik SD. Dan kebetulan juga, rekan fotograferku juga senang terhadap anak kecil. Jadilah mereka sempat bermain dan ngobrol seru.

Buat teman-teman pembaca, aku sarankan untuk ikut serta menjadi relawan (apapun itu) di kegiatan Kelas Inspspirasi selanjutnya. Capek di fisik tidak sebanding dengan pengalaman dan kebahagiaan batin yang akan diterima. Percayalah, kamu tidak akan menyesal :)

3 comments:

  1. blogwalking :)
    wah pasti seru banget ya kak ^^ nice blog♥

    wanna follow each other?
    Dream Big!

    ReplyDelete
  2. haha . . . ayo ayo semangat

    ReplyDelete