Sunday, 17 February 2013

Ada Cinta dalam Public Realtion

Mbak Ivone Andayani, seorang Public Relation di Telkom Indonesia Regional Jawa Timur dengan senang hati berbagi rasa cintanya dengan profesinya melalui kelas Akademi Berbagi yang diadakan pada hari Sabtu (16/02) di kantor Telkom Regional Surabaya. Tidak menyangka juga kalau kelas yang kali ini muridnya membludak, sampai-sampai dibuatkan waiting list oleh teman-teman relawan Akademi Berbagi. Rupanya, total murid yang mendaftar sebanyak 50 sedangkan ruangan hanya mampu menampung 40 murid saja. Walaupun begitu, semoga semangat berbagi-nya tidak pernah padam ya :-)

Public relation bisa dibahasakan dengan mudah, yang berarti menyampaikan value dari suatu instansi atau perusahaan tempat kita bernanung. Berbeda dengan marketing communication yang lebih aktif dalam menyampaikan konten produk dari perusahaan/brand tersebut. Namun, public relation tidak melulu tentang perusahaan, public relation bisa dijadikan ilmu untuk membentuk personal branding. Tentu saja, karena setiap orang ingin memiliki reputasi baik di mata orang lain. Dengan unsur yang bernama "cinta" inilah, semua kegiatan public relation dilakukan. 

Cinta bisa digambarkan sebagai spirit yang konstruktif - inspiring - tidak destruktif. Apabila ketiga spirit tersebut tidak ada, maka tidak dapat dikatakan sebagai cinta. Karena cinta bersifat universal, tidak ada salahnya meletakkan cinta ini dalam salah satu bentuk kepemimpinan:

sumber
Mbak Ivone memberi contoh leadership style yang menggunakan hati: Seorang guru yang berusaha menjadi teman bagi muridnya, misalnya sama-sama memiliki akun di social media. Tanpa sadar,kegiatan muridnya akan terpantau oleh guru tersebut. Nah konteks "menjadi teman bagi si murid" merupakan contoh "memimpin dengan hati", tentu saja langkah selanjutnya sudah diatur dalam kepalanya.

Gara-gara lead by heart, manage by head tersebut, aku jadi ingat dengan konsep New Wave Marketing (Marketing 3.0) yang diperkenalkan oleh pak Hermawan Kartajaya. Kesamaannya adalah bahwa antara si pembuat kebijakan/yang mempunyai wewenang kini sejajar secara horizontal dengan obyeknya. Unsur cinta bisa digunakan sebagai media pendekatan.

Contoh lain dalam cinta di public relation adalah pada divisi layanan konsumen. Kita pasti tidak asing dengan pertanyaan, "ada yang bisa dibantu?". Karena salah satu esensi cinta adalah memberi solusi, bukan menjadi permasalahan. Menjad bagian dalam Akademi Berbagi juga merupakan cinta, karena spirit cinta antara lain berbagi, senang membuat orang lain senang juga. 

Bagaimana dengan personality building? Lagi-lagi dengan cinta. Kalau kita sendiri tidak cinta dengan diri sendiri, lantas bagaimana bisa mengenali karakter sendiri dan mengembangkannya? Setiap orang pasti memiliki sosok yang menjadi panutannya, tetapi bukan berarti harus mencontoh 100% apa yang ada pada panutan tersebut kan? Kita pasti mengambil sisi positif dan memolesnya dengan cara kita sendiri sehingga terbentuklah personality branding. Apabila sudah kenal siapa diri kita, barulah mengenal karakter orang lain. Tujuannya, agar kita tahu perlakuan seperti apa yang bisa membuat kedua pihak sama-sama nyaman. Mbak Ivone juga memberikan tips, "menjadi open minded person dengan cara bisa menerima feedback". Setuju! Tapi bukan nanti jadinya malah terombang-ambing dengan komentar orang lain, tetap miliki moral values yang menjadi konsep kita dalam pribadi masing-masing.

Kalau dalam profesi Public Relation, cinta harus ada di setiap kegiatan. Agar, pekerjaan kita sebagai seorang Public Relation bisa berjalan secara profesional dan proporsional. Aku mencatat poin-poin penting yang sebenarnya bisa kita aplikasikan secara personal:
  • Cinta itu memberi perhatian, cinta bukanlah mencari perhatian
  • Cinta selalu ada waktu untuk dicintai
  • Cinta selalu memberi perhatian pada hal-hal detil
  • Cinta itu energi, bayangkan orang yang sedang jatuh cinta, maka tiap hari selalu merasa senang kan? :-)
  • Cinta itu merencanakan, misalnya saat kita merencanakan untuk membeli kado untuk pasangan, nah karena cinta kan? :-)


Secara garis besar kita bisa melihat kalau cinta adalah apapun yang dilakukan dengan passion, kemudian diikuti dengan attitude, competence, dan skill yang baik pula :-)

Selain itu, Mbak Ivone memberikan 6 poin penting dalam Public Relation di organisasi:
  • Positive emotional appeal
  • Good product & services
  • Clear vision & strong leadership
  • Well managed workplace environment
  • Outperform financial performance
  • Good social responsibility


Sebelum menutup acara, Mbak Ivone berpesan bahwa zaman sekarang sudah bukan zamannya berpikir mikro, berpikir keuntungan yang akan kita dapat secara personal, melainkan sudah waktunya berpikir pada skala mega, berpikir keuntungan apa yang akan didapatkan oleh negara dari apa yang kita lakukan

credit: Dhia Nugroho
Think planet, act planet - berpikirlah untuk planetmu dan lakukanlah untuk planetmu.

untuk mengetahui lebih lanjut siapakah Ivone Andayani, silakan bermain ke:

No comments:

Post a Comment