Sunday, 13 January 2013

Keras

Apapun impianmu, kamu musti berjuang sekuat tenaga. Kalau kata pepatah, tidak ada sesuatu yang mudah untuk sebuah kesuksesan. Oleh karena itu, menurutku, untuk mencapai tujuan akhir itu, kita haruslah bersikap keras.

Keras disini bukan keras seperti batu dimana tidak mau mendengarkan masukan dari orang lain. Kerasa yang aku maksud adalah mendisiplinkan diri sendiri. Kalau ada teman-teman yang dulu sempat menjadi panitia ospek, pastilah tidak asing dengan istilah "pendisiplinan". Yah pokoknya setiap kali junior lelet, panitia langsung teriak memperingatkan. Sama, untuk mencapai apa yang kita cita-citakan, bentuk pendisiplinan seperti itulah yang bisa digunakan.

Diawali dengan sikap: tepat waktu. Untuk apapun kepentingannya, kita harus selalu tepat waktu. Mulai dari bangun pagi, pergi ke kampus, hingga yang paling fatal: bertemu orang lain. Kalau dengan diri sendiri saja tidak bisa menghargai waktu, bagaimana bisa diri kita mau menghargai waktu orang lain. Kalau diri sendiri rasanya malas-malasan untuk mencapai tujuan, bagaimana mungkin orang lain akan membantu kita untuk mencapainya.

Kemudian sikap tertib. Sama dengan sikap disiplin. Biasakan masuk ke kelas sebelum jadwal. Misal dalam aturan akademik kelas dimulai pukul 7, siapkan diri sejam sebelumnya, atau paling tidak pukul 6.30 kita sudah berada di kelas. Buat apa? Mempersiapkan mental. Sadar atau tidak, kalau mental (atau mood) sudah tidak enak, kedepannya akan terus tidak enak juga. Selain itu, ya untuk membiasakan diri disiplin. Tidak peduli dosen baru akan datang satu jam kemudian. Selanjutnya, nih hal yang selalu aku keluhkan: tertib dalam berlalu lintas. Coba diawali dengan tidak menerobos lampu merah, dengan begitu bentuk respect kita terhadap orang lain secara perlahan akan terbentuk.

Menurutku, dua hal tersebut cukup krusial kalau kita ingin mencapai tujuan. Membiasakan diri seperti itu memang tidak menyenangkan, tetapi hasilnya akan jauh lebih menyenangkan dari apa yang kita bayangkan. Sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendisiplinkan diri sendiri. Seperti, tetap jujur bagaimanapun caranya, apalagi saat ujian. Bagi yang kenal denganku, pastilah sudah tahu beberapa hal (yang kata beberapa teman tindakanku hanya sebatas pencitraan) yang melekat pada imejku. Tidak hanya itu, aku sendiri memiliki resolusi untuk menjadi orang yang lebih banyak bersyukur daripada mengeluh, lebih banyak megoreksi diri daripada berkomentar tentang orang lain, lebih banyak mendalami ilmu daripada bergosip ria di media sosial. Aku juga memaksa diriku untuk membaca literatur dengan bahasa pengantar bahasa Inggris, agar tabungan kosakata-ku semakin bertambah.

Aku seorang muslim. Namun, aku yakin kok setiap agama pasti mengajarkan banyak hal terpuji. Tidak perlu aku sebutkan disini. Tentu saja, tindakan-tindakan yang memiliki titel 'terpuji' merupakan tindakan yang nantinya akan memberikan kejutan kecil untuk para pelakunya. Entah kini atau nanti. 

Jadi, tidak ada salahnya dalam berbuat keras terhadap diri sendiri, kan? :--)

No comments:

Post a Comment