Saturday, 26 January 2013

Bekerja Untuk Keabadian - Resensi GoGirl! Magazine Januari 2013

Setuju dengan kutipan dari salah satu maestro sastra kebanggan kita? Nah! Bagi teman-teman yang ingin mulai menulis, salah satu majalah remaja, GoGirl! Magazine menjawab seluruh pertanyaan dalam dunia kepenulisan di dalam isu mereka: Pop Writing. Majalah full color ini bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau, Rp. 25.500 (Jawa) saja! Dalam post kali ini, aku akan memberikan ulasan secara umum tentang topik tersebut.

camilan dikala membaca (kanan) dan sekilas isi majalan (kiri)

Creative Writing Non-Fiction Formula, istilah yang lagi in ini dibahas pada halaman 42. Diawali dengan penafsiran terhadap apa itu creative writing. Ternyata istilah tersebut memiliki makna dimana sumber inspirasi berasal dari otak kanan yang penuh imajinasi. Creative writing sering dianggap sebagai suatu bentuk penulisan fiksi. Kini, creative writing bisa diaplikasikan pada tulisan yang non-fiksi. GoGirl! Magazine memberikan beberapa formula yang dapat digunakan dalam aplikasi penulisan kreatif, yakni: (1) perfect title and interesting lines, (2) get information with the ultimate 5W+1H, (3) attention grabber topic, (4) visual effect, (5) what and who matter to the reader, (6) personal thoughts, (7) new formats, (8) good writing skills. Kedelapan langkah tersebut cukup mudah dilakukan kok, guys!

Lanjut ke rubrik Get Some Lose Some yang mengangkat topik Being A Contributor (hlm. 46) dimana menjadi seorang kontributor itu menyenangkan! Selain bisa mendapat tambahan uang saku, being a contributor juga bisa mendapatkan relasi baru. Namun sayangnya, sumber pendapatan yang satu ini belum terlalu menjanjikan mengingat ketidak pastian dalam publikasi tulisan kamu. 

Kutipan dari kak Dian Paramita bisa ditemukan pada Wrting Advices from the Writers (hlm. 48). Saran-saran yang diberikan oleh para senior ini sangat berguna loh! Ada beberapa poin yang dapat aku himpun. Tulisan kita haruslah jelas, maksudnya kita menuangkan ide ke dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Untuk memudahkan penulisan, kak Ollie 'Salsabeela' juga menuturkan untuk membuat outline sendiri, tujuannya agar tulisan tidak merembet kemana-mana. Kak Baiq Nadia dan kak Anita Moran dari GoGirl! Magazine menyarankan para penulis untuk melakukan pendalaman terhadap topik yang ingin dibahas. Senada dengan kak Dian Paramita, pendapat dari kak Alexander Thian juga memotivasi para penulis untuk mencoba menulis apapun tanpa rasa takut akan kualitas tulisan. Bukankah tulisan jelek lebih baik daripada tidak menulis sama sekali? :-)

Disela-sela artikel berbobot tentang pop writing, ada kuis simpel: Your Writing Fields (hlm. 50). Disini teman-teman bisa tahu genre tulisan apa yang cocok dengan kepribadian kalian. Kalau aku sih (katanya) cocok menulis untuk kategori lifestyle :))

Sudah tau tips jitu menulis, lantas bagaimana caranya mempublikasikan tulisanmu? Publish Your Writing (hlm. 52) memberikan informasi tentang dunia publikasi. Teman-teman bisa mencoba melalui indie publishing, electronic publishing, atau print on demand. Suguhan yang disajikan lengkap! Termasuk langkah-lagkah dan ide yang bisa teman-teman comot untuk membuat sebuah tulisan. Tidak hanya itu, diberikan pula tabel perbandingan yang berisi plus minus dari masing-masing jalur publikasi.

GoGirl! Magazine dengan baik hati mau mengajak editor dan pemipin redaksi dari tiga penerbit ternama untuk angkat bicara mengenai naskah yang layak cetak. Malah para editor ini mengatakan sendiri kalau dunia perbukuan bukanlah dunia bisnis, melainkan dunia judi karena tidak tertebaknya keinginan pasar. Melalui artikel Publisher's Insight (hlm. 60) inilah teman-teman bisa tahu tulisan seperti apa sih yang dianggap membosankan oleh penerbit. Bahkan ada skema sederhana tentang proses editing and publishing yang ternyata tidak sebentar!

Belum ada keberanian untuk mengirimkan naskah kepada penerbit? Jangan berkecil hati dahulu! Ada media sosial twitter yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat menuangkan ide. Cuma 140 karakter? Kurang? Nah, disitulah letak kesereuannya. Pemilik akun harus mampu mengutarakan kata-kata indah dalam 140 karakter saja. Siapa tahu, seiring dengan banyak tweet indah yang bisa kalian hasilkan, followers kalian semakin banyak, dan kemudian dilirik oleh penulis atau publisher :-D Coba baca artikel From Tweets to Books (hlm. 64), mbak Albertheine Endah pun mengatakan kalau twitter adalah produsen kata-kata. Tengok saja Rahne Putri, Zarry Hendrik, dan Bernard Batubara yang bisa menerbitkan buku dari keiseingannya merangkai kata pada akun twitter masing-masing.

Sudah siap bekerja untuk keabadian? Masih ragu bahwa kamu juga bisa menulis? Saatnya kamu harus beli GoGirl! Magazine Januari 2013! Informasi komplit seputar pop writing benar-benar dikupas disana. Selamat membaca! :-D

No comments:

Post a Comment