Saturday, 22 December 2012

Age is Only a Number

Kata Pablo Picasso, semua anak adalah seniman. Persoalaannya adalah bagaimana caranya anak tersebut mempertahankan unsur seni di dalam dirinya.

Maaf, aku lupa kutipan aslinya, kurang lebih seperti itulah intinya.

Ada yang tahu dengan tokoh bernama Konata Izumi dari anime Lucky Star? Atau tokoh Megumi Noda dari komik/anime/dorama Nodame Cantabile? Lebih familiar dengan tokoh Kugy dari novel Perahu Kertas?
Ketiganya memiliki karakter dan watak yang serupa: imajinasi yang tidak pernah luntur dari bayangan pemikiran mereka.

Itulah yang berusaha aku jaga. Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia, aku tidak mau hal itu membuat daya imajinasiku malah menurun. Aku masih suka membaca kisah fantasi, dongeng, fabel, dan beragam kisah anak-anak lainnya. Aku masih suka menonton film kartun (malah, aku lebih memilih nonton Wreck-It-Ralph ketimbang Breaking Dawn). Bisa dibilang, dengan cara-cara seperti itu, mood yang sempat jelek jadi keangkat lagi.

Baru-baru ini, aku merencanakan membeli jam tangan yang didesain untuk anak usia 3-5 tahun. Merknya Flik Flak, masih satu keluarga dengan Swatch. Selain karena gelangnya yang cukup dengan lingkar lenganku, modelnya lucu dan aku kira belum begitu mainstream di kalangan remaja (umurku sudah 19 tahun, masih dianggap remaja? :p)

Kalau ada yang bilang bahwa melakukan hal yang aku sebut diatas sebagai suatu tindakan yang tidak ingat umur, rasanya salah. Karena menurutku, kreativitas (atau mungkin gairah hidup) muncul karena permainan imajinasi. Toh, cerita-cerita fantasi seperti Lord of The Ring, Harry Potter, Chronicle of Narnia sebenarnya menyimpan banyak ilmu juga loh (coba juga baca "The Wonderful World of" series). 

Bagaimana? Masih gengsi menikmati keceriaan masa kecil kembali? :)

No comments:

Post a Comment