Thursday, 29 November 2012

And Then, It Was None


Adakah dari teman-teman yang merupakan pengguna setia smartphone, apapun jenisnya/merk-nya? Wah, pasti tidak aneh lagi kalau hampir semua orang mendapatkan beragam informasi dari telepon selular mereka yang semakin canggih itu. Sudah satu bulan ini, telepon genggam ku alias si berry hitam tidak dapat berfungsi optimal. Ada kesalahan pada baterainya. Dan harga baterai baru benar-benar menguras tabungan. Akhirnya, aku putuskan untuk berhenti menggunakan berry hitam dan kembali pada ponsel asal Finlandia.

Lantas? Awalnya aku memang mengeluh dan berusaha agar ponsel pintar tersebut dapat kembali bekerja seperti sedia kala. Aku pikir-pikir lagi, aku hitung-hitung lagi berapa cost yang aku butuhkan untuk merawat ponsel itu. Namun semakin lama, aku semakin sadar. Ya, aku tidak lagi dihantui teror berupa BM, BBM tengah malam,atau beragam PING! yang sebenarnya menggangguku.

Aku setuju dengan pendapat mbak Eka disini. Yang mengatakan bahwa manusia makin tidak manusiawi karena malah dikendalikan oleh teknologi yang satu ini. Tidak hanya itu juga, menggunakan ponsel pintar berarti dianggap mampu menyisihkan uang untuk melanggan paket data. Karena, tanpa itu, ponsel pintar hanyalah ponsel. Aku dan mbak Eka sama-sama masih mahasiswa (dan kami yakin, sebagian besar pengguna berry hitam adalah remaja) yang notabene biasanya hanya memanfaatkan fasilitas media sosial dan BBM.

Semenjak tidak berfungsinya berry hitamku, aku bisa menyisihkan uang untuk berbelanja, baik itu buku ataupun pakaian. Waktu yang terbuang percuma hanya karena BBMan atau karena tergoda dengan kedipan merah bisa disalurkan lebih untuk mebaca buku, mengingat diriku yang merasa kekurangan makanan untuk otak. Aku juga makin bisa menikmati hidup tana khawatir dikejar-kejar. Aku tidak lari kok, nomorku masih bisa dihubungi.

Tapi ya kembali lagi, ketika aku memutuskan untuk berhenti menjadi pengguna berry hitam, aku merasa aku lebih santai dan enjoy menjalani keseharianku. Tidak lagi aku harus meladeni banyak BBM, sms yang masuk juga hanya sedikit, itupun yang penting-penting saja. Menurut pengalaman dan pengamatan pribadi, mereka yang menggunakan BBM akan malas untuk menggunaka fasilitas sms ataupun telepon. Yah, imbang kan? Aku tidak mau diganggu dan mereka tidak akan mengganggu. Semenjak itu pula, aku bisa menyisihkan banyak waktu untuk mendapatkan "me time" seperti mojok di toko buku, atau hanya sekedar duduk mengamati lalu lalang orang. Aneh? Ah aku menikmatinya kok :)

Tidak perlu takut dikatakan "nggak gaul" hanya karena tidak menggunakan ponsel pintar. Tanpa perangkat tersebut, seharusnya ada sisa uang untuk memanjakan diri misal: membaca. Banyak membaca tentu akan membuat kita menjadi lebih gaul bukan? Tidak hanya sekedar twitteran, facebook-an, BBM-an tetapi ketika diajak diskusi masalah-masalah terkini, emosinya mudah tersulut. Atau ketika ditanya tentang beberapa hal yang sebenarnya sudah lumrah di media massa, malah tidak tahu. Kan malu tuh? Akan lebih baik kalau teman-teman pengguna ponsel pintar masih menyisihkan waktu untuk memberi makan si otak agar smart-nya jadi combo! :D

1 comment:

  1. ane setuju banget gan. sekarang malah langganannya jadi hanya paket mingguan atau harian dan hanya kalo lagi mood. oya tp tadi agan kok masih bbman sama ane?

    ReplyDelete