Tuesday, 7 August 2012

Ngabuburit Bareng Surabaya Heritage Track


Akhirnya, kesampaian juga untuk "menumpang" bus Surabaya Heritage Track. Kami mencoba tur "Ngabuburit Track" sebagai pengalaman pertama. Track ini hanya sampai Kampung Sunan Ampel yang letaknya tidak jauh dari House of Sampoerna.

Di depan bus Surabaya Heritage Track

Kami berangkat sekitar pukul 3 sore. Sebelumnya, kami harus mendaftar dahulu di House of Sampoerna. Ahya, karena peminat bus Surabaya Heritage Track sangat tidak terduga, ada baiknya memesan tempat melalui telepon sehari sebelumnya. Tenang, mengikuti tur ini tidak dipungut biaya sepeser-pun kok :D. Saat mendaftar, anda akan disodori sebuah formulir yang menanyakan identitas seperti nama dan instansi pendidikan/pekerjaan. Lalu, anda akan diberikan sebuah peta yang berbentuk persegi empat. Peta tersebut menggambarkan kemana saja bus Surabaya Heritage Track ini bepergian.

The Map
Masuk ke dalam bus, kami diberi sebuah "keplek" bertali merah dan bertuliskan "trackker". Maksudnya, ketika kami nanti tiba di tempat tujuan, tour guuide tidak perlu kebingungan mencari kami. Walaupun penumpang bus ini maksimum 20 orang, tapi tidak mudah untuk menghafalkan dalam sekali lihat, kan?

Dalam perjalanan menuju Kampung Ampel, tour guide bercerita pula seputar jalan Rajawali dahulu kala. Tidak lupa, mengisahkan Kembang Jepun atau Kya-Kya, Klentheng tertua di Surabaya hingga akhirnya tanpa terasa kami sudah tiba.

Kami turun di depan gang dan berjalan pelan-pelan. Jujur, aku baru pertama kali kesini. Baru tahu rupanya Ampel yang selama ini aku kira letaknya di jalan Ahmad Yani (karena ada IAIN Sunan Ampel di sana -.-). Gang yang kami susuri itu adalah rumah warga. Sepi. Mungkin karena masih pukul setengah 4 sore dan matahari masih terik. Berjalan terus semakin dalam dan kami sampai di pasar. Ada banyak hal yang dijual disana. Dari atribut ibadah hingga makanan khas Timur Tengah.

Puas kami melihat-lihat pernak pernik, langsung kami menuju masjidnya. Sesuai kesepakatan dengan tour guide, kami tidak menginjakkan kaki disana. Alasannya masuk akal sih, kedatangan kami nantinya malah akan mengganggu yang beribadah. Masjidnya besar. Yang unik lagi,  tempat wudhu Pria-nya. Kran airnya terletak setinggi lutut manusia (atau mungkin malah lebih rendah ya?). Airnya menggenang, sepintas seperti kolam dan terdapat gayung. Katanya mas Ivo, model tempat wudhu yang seperti itu mengadaptasi model yang ada di Timur Tengah dan memudahkan para jamaah untuk membasuh kaki dengan lebih bersih.

Di depan gerbang menuju pasar Ampel
Kami melanjutkan perjalanan ke makam Sunan Ampel. Lagi-lagi kami sepakat untuk tidak memasuki komplek pemakaman karena tidak ingin mengganggu mereka yang tengah beribadah. Bulan Ramadhan seperti ini, banyak yang datang berkunjung. Makanya, sekitaran masjid dan makam banyak sekali orang. Di dalam komplek makam, tidak hanya ada makam Sunan Ampel, ada pula makam muridnya yang dijuluki Mbah Bolong. Mengapa Mbah Bolong? Dulu, beliau melubangi masjid Ampel untuk melihat arah kiblat.

Dari komplek makam Sunan Ampel, kami juga sempat menengok sebentar ke makam salah satu murid Sunan Ampel yang batu nisannya sampai 9 biji! Konon katanya, murid yang satu ini sudah pernah meninggal selama 8 kali ketika Sunan Ampel masih hidup. Begitu Sunan Ampel wafat, barulah murid ini sudah tidak bisa dihidupkan lagi.

Pukul 4 sore lebih sekian menit, kami digiring keluar komplek masjid Ampel. Kembali kami melewati pasar (tetapi berbeda dengan jalur masuk). Jualan yang ada disana tidak jauh berbeda dengan pasar jalur kami masuk. Kurma, pakaian muslim, kopiah, tasbih, parfum, buku-buku islami, kue apem Arab, hingga roti Maryam. Sekalian saja aku membeli roti Maryam gurih untuk takjil berbuka puasa di rumah nanti. Dengan hanya seharga Rp. 2.500 rupiah, aku sudah dapat satu biji roti maryam.

Puas juga rasanya ikut "Ngabuburit Track" bareng Surabaya Heritage Track. Walaupun aku sudah lama tinggal di Surabaya, masih saja ada beberapa hal yang tidak aku tahu soal Surabaya.
Doakan saja semoga tidak kehabisan tempat lagi untuk mencoba Regular Track-nya :D

No comments:

Post a Comment