Tuesday, 31 July 2012

Wayang Potehi tampil di TEDxTuguPahlawan

Sedikit cerita saat aku ikut tur Surabaya Heritage Track - Ngabuburit Track (resensinya menyusul ya), kami menuju perkampungan Arab atau di Surabaya sering disebut sebagai wilayah Ampel. Dalam perjalanan menuju kesana, kami melawati salah satu klenteng tertua di Surabaya, yang sayangnya saya lupa apa namanya.

Guide tour kami sempat bercerita sedikit. Sebelum zaman orde baru, klenteng tersebut merupakan klenteng terbesar di Surabaya. Sering kali tempat itu dijadikan tempat untuk memamerkan budaya-budaya Tiong Hoa, salah satunya adalah kesenian Wayang Potehi.



Wayang Potehi sendiri berasal asli dari daratan Cina dan kira-kira sudah berusia sekitar 3000 tahun. Berbeda dengan wayang masyarakat Jawa, wayang ini berupa  boneka yang menurutku mirip-mirip dengan si Unyil. Cara memainkan wayang ini adalah dengan memasukkan tangan ke dalam kain boneka dan menggerakkannya.Ya, seperti memainkan bonek tangan masa kini.

Cerita yang diangkat oleh Wayang Potehi berkisar antara cerita-cerita khas Cina, seperti kisah Kera Sakti. Malah tanpa kita sadarai, lahirnya beberapa tokoh Ketoprak juga berasal dari tokoh Wayang Potehi.

Pasca orde baru, memang komunitas Tiong Hoa sudah kembali bebas untuk beraktivitas. Termasuk Wayang Potehi. Klenteng-klenteng baru akan menampilkan kesenian ini ketika ada yang meminta alias by request. Seiring dengan berkembangnya zaman dan makin banyak budaya asing (barat) yang masuk ke Indonesia, kedudukan Wayang Potehi semakin tergeser. Malah dikhawatirkan akan punah jika sudah tidak ada lagi generasi penerusnya.

---

Dari penjelasan singkat ini, aku juga sekaligus menginformasikan kepada pembaca bahwa Wayang Potehi akan tampil di TEDxTuguPahlawan :)
Karena, walaupun kesenian ini berasal dari Cina, Wayang Potehi sudah lama pula dibawa ke Indonesia. TEDxTuguPahlawan merasa perlu untuk mengangkat kesenian ini kepada warga Surabaya agar mereka tidak hanya tahu, namun juga ikut melestarikan. Ya, Wayang Potehi dari Potehi Gudo (Jombang) akan menghibur para audiens :)

No comments:

Post a Comment