Friday, 13 July 2012

Love Bird

Semacam telat gaul, atau malah gagal gaul karena baru tahu kalau Alanda Kariza dan Ryan Andriandhy adalah sepasang kekasih *dan kemudian hening* blame me for not following them on twitter. Tahu itu pun gara-gara kepo blog pribadinya Alanda hihi.

Begitu tahu bahwa mereka adalah sepasang kekasih rasanya sejenak melongo, sejenak kemudian berdecak kagum, dan beberapa menit selanjutnya bergumam. "Wah beruntung banget Ryan bisa dapet Alanda. Alanda juga keren banget bisa bareng Ryan." Actually, gumaman seperti itu yang mendadak stuck di otakku.

Envy itu hal yang normal. But, aku juga berpikir, buat apa iri toh you choose which guy you want, kan? :)

Aku juga punya seorang pacar yang di mataku sudah hebat. FYI, saking seringnya ditinggal untuk keperluan kampus (seminggu yang lalu di Bandung sebagai crew tim robot PENS, kini masih di Yogyakarta untuk PIMNAS), aku kangen saat dimana kami berdua sholat berjamaah :') Sedikit pamer sih, tapi sebenarnya ingin membuang rasa envy jauh-jauuuuh sekali, jadi aku tulis post ini hihi.

He likes to be called as Ivo. Aku sendiri nggak tahu kenapa awalnya bisa dipanggil seperti itu, padahal his real name nggak mengandung unsur itu :))

He is older than me. Kalau dilihat secara usia dan tahun kelahiran, kami terpaut 2 tahun. Namun karena ia lahir pada penghujung 1991, secara akademis, kami hanya berbeda 1 tahun.

He is madly deeply in love with photography. Setelah konsol game portabelnya hilang, dia beralih hobi menjadi tukang foto. Aku sering sekali diduakan dengan kameranya itu. Sedikit cerita nih, he couldn't easily get a camera. Untuk ikut lomba fotografi, dia bahkan rela jauh-jauh meminjam kamera DSLR milik temannya. Waktu aku tanya mengapa nggak mencoba bilang orang tua baik-baik, he said, belum dibolehin dapet kamera dari bapak. So, dia berinisiatif untuk punya kamera dari kantong sendiri. Dimulai dari menjual kamera Sony Prosumernya dan endingnya dia berhasil menjadi juara pada salah satu lomba fotografi. Dan kamera yang ia pakai kini hasil dari usahanya dia. Proud of you, boy!

He is fluent in Japanese. Ini nih yang sebenarnya bikin aku iri. You know, I've been falling in love with Japan since I was in Junior High dan berharap banget bisa lancar ngomong Jepang. Ternyata, aku punya cowok yang fasih dengan bahasanya doraemon ini. Bahkan, dia berhasil lulus JLPT (Japanese Language Proficiency Test, semacam TOEFL)!  Kenapa nggak belajar dari dia aja? Kami sama-sama sibuk sih hmm

I don't know he's creative or innovative, or maybe both. Idenya kemana-mana dan bisa jadi apa saja. Bahkan, dari obrolan santai, bisa mendatangkan ide baru yang lucu dan konyol :)) Kami sama-sama ingin mencoba membuat ide kreatif lucu, seperti membuat majalah digital, creative music project, funny photography dan masih banyak lagi.

I can tell him everything! Maksudnya, aku bisa cerita apa saja. Entah itu masalah keluarga, sekolah, pribadi, hingga headline news pun dia bisa menanggapi. Singkatnya sih, dia nyambung diajak ngomong apa aja dan itu yang bikin aku betah berlama-lama ngobrol dengan dia :)

He's an optimist person. Selama masih bisa dicoba, kenapa tidak? Menurutnya, semua peluang yang ada diambil dulu saja, masalah untung rugi bisa dihitung selagi jalan.

He's possessive, but isn't possessive. Bingung ya? Dia memang posesif, tapi nggak membatasi aku berkegiatan. Dia memperbolehkan aku ikut beragam aktivitas di luar sana. Dan aku pun melakukan hal yang sama dengan dia. Ahya, aku pernah cerita bahwa this relationship isn't the first priority. Jadi, kembali lagi, selagi masih muda kami sama-sama mencoba meningkatkan kualitas diri masing-masing :)

He's funny! Enak  diajak seru-seruan, nggak jaim. Dia nggak masalah tuh ketika harus jalan kaki dari Delta Plaza ke Tunjungan Plaza atau dari Gramedia Expo ke Tunjungan Plaza. Dia nggak masalah ketika harus makan di warung kaki lima di jalan Karang Menjangan. Dia nggak masalah ketika harus bersepeda ke rumahku karena motornya sedang rusak. Dia juga nggak masalah hanya menggunakan motor lawas sebagai kendaraanya. Dan dia nggak masalah ketika aku ajak berpose konyol :)) Padahal if you know his family background, you will be surprised!

there are still so many cool facts about him yang nggak semuanya aku bisa ungkapkan dengan kata-kata.
I do proud to have a boy such as him :)

Kami berdua sama-sama sibuknya. Dia punya agenda kegiatan sendiri, dan begitu pula denganku. Bertemu di kala weekend saja sudah bagus.

Sebenarnya arti dari romantic relationship buat aku seperti membuka networking baru yang lebih luas lagi. Kami berdua tidak pernah satu sekolah hingga kini. Dia punya teman-teman sendiri, dan aku juga. Bukan berarti pacaran malah memutus pertemanan kami masing-masing. Malah, kami sering mengajak satu sama lain ikut nongkrong. Buat aku sih, lumayan bisa nambah channel. Pacaran bukan berarti dunia milik berdua lalu tidak menganggap semuanya hanya kontrak. NO! Aku sering sekali bilang, "turuti apa yang ibu minta. Kalau ibu minta kita berhenti, yasudah berhenti saja. Aku nggak mau jadi orang yang malah bikin kamu durhaka. Ibumu cuman satu." Makanya, ketika keluarganya full team tengah ada di Surabaya, aku sih merelakan dia bersama dengan keluarganya. Kehangatan keluarga itu priceless, kan ya? :)

...see? Aku nggak perlu lagi envy  dengan Alanda karena ia punya Ryan. I do have Ivo yang buat aku sudah menjadi sosok yang hebat *tapi masih perlu banyak belajar ya hihi*

4 comments:

  1. ahahahaha :D lucky girl and lucky boy lah :)

    ReplyDelete
  2. :)) dulu Hez, aku follow mereka tanpa tau kalo mereka sepasang kekasih. Ya ampuuun, pas tau bikin mupeng :'3 apalagi waktu Alanda lg hot masalah century, si Adriandhy unyunya setengah mati. Uwuwu enaknya punya pacar yang kayak pacarmu hez hihi doain aku dapet jodoh yang pas juga ya :">

    ReplyDelete
  3. Wait wait wait.... I think I know who you two are....

    ReplyDelete