Monday, 9 July 2012

I'm Making The Opportunities

Seperti yang dikatakan Alanda pada bukunya, Dream Catcher, kalau tidak bisa bertemu dengan kesempatan, maka buatlah kesempatan itu. Dan hal tersebut yang sedang aku bangun.

Usiaku sudah memasuki 19 tahun, dan sejauh aku mengevaluasi diriku sendiri, aku belum punya prestasi 'wah' yang bisa dibanggakan. Namun, hampir 5 tahun terakhir aku ternyata dikelilingi oleh orang-orang hebat.

Benar apa kata guru fisikaku dulu bahwa manusia itu sama halnya dengan Hukum Newton III, jika ia memberikan gaya sebesar x, maka hasil yang diterima juga sebesar x.

Dan itu lah yang tengah terjadi padaku.

Aku merasa beruntung dan sepatutnya bersyukur. Semenjak bergabung di Kompas MuDA Surabaya, aku bertemu dengan orang-orang hebat.

Sebut saja, Nada Haroen. Mahasiswi ITS ini berhasil menjadi perwakilan Google Asia Pasifik dan rencananya akan bertolak ke Singapura. Ada lagi, Eka Jatiningsih, yang bahasa inggrisnya sungguh lancar, selancar kesempatannya untuk magang di media ternama. Berbda halnya dengan Tongki Ari Wibowo. Walaupun tengah berkuliah di UGM, namun kemampuan ilustrasi dan sastranya bisa diperhitungkan :--)

Itu masih beberapa nama yang aku kenal, yang punya prestasi gemilang di mataku.

Dari teman sesama blogger, juga tidak kalah membanggakannya.
Ada Adiar Ersti yang berhasil mendapatkan kesempatan ke Taiwan untuk menghadiri salah satu summer program yang dihelat oleh salah satu universitas disana. Lain halnya dengan Annisa Utami Seminar. Baru saja lulus sarjana dari Universitas Padjadjaran tetapi hasil jepretannya sudah terkenal bahkan hingga tercetak dalam buku Sadgenic.

Mendapat teman yang seperti itu sebenarnya mudah. Pengetahuan. Apabila kita memiliki pengetahuan yang luas akan dunia, apapun bentuknya, maka kesempatan untuk bisa nyambung dengan orang lain juga semakin besar.

Jangan malu-malu untuk memulai percakapan terlebih dahulu. Siapa tahu, ternyata lawan bicara kita memiliki passion yang sama dan masing-masing bisa saling berbagi ilmu.

Gara-gara berteman dengan mereka, aku memiliki beragam kesempatan yang sesuai dengan passionku. Entah itu handle acara, menjadi tim marketing, hingga diminta untuk desain poster. Tentu, aku memilih mana yang sesuai minatku agar aku mampu bekerja secara total, tidak mengecewakan klien. Kerjaan berdasarkan passion jugalah yang membuat aku makin making opportunities. Karena aku secara tidak sadar membentuk beberapa sifat positif yang menjadikan orang lain mau melirik kemampuanku.

Sejauh ini, aku tidak pernah ingin memanfaatkan keberhasilan teman-temanku tadi untuk mendulang eksistensiku sendiri.
Aku menjadikannya mereka sebagai role modelku. Kalau mereka bisa, kenapa aku tidak? :)

No comments:

Post a Comment