Friday, 22 June 2012

TEDxITS: A PassionaTED Way

Akhirnya, salah satu event yang aku tunggu-tunggu hadir juga. TEDxITS. Yaitu suatu konferensi dengan pembicara-pembicara inspiratif yang akan membagikan pengalaman dan cerita sukses mereka.



Alhamdulillah, aku dan temanku, Ajeng, masih berkesempatan mendapatkan tiket yang kabarnya cepat sekali sold out. Bagaimana tidak? TEDxITS merupakan acara TEDx pertama yang diselenggarakan di Surabaya. Dengan memberikan opsi tiket, maka tidak heran kalau antusias khalayak umum --khususnya civitas akademika ITS-- begitu tinggi.

Sekitar pukul 8 pagi, para peserta dipersilahkan melakukan registrasi ulang. Cukup dengan menunjukkan kartu identitas asli dan bukti pembayaran. Di meja registrasi, peserta akan diberikan name tag dan pamphlet mengenai acara TEDxITS.

Barulah sekitar pukul 9 pagi, pintu dibuka dan peserta dipersilahkan masuk. Acara dibuka dengan penampilan musik oleh salah satu pengisi acara, Yudha Andrian Saputra, yang membawakan lagu Mimpi (dipopulerkan oleh Anggun C. Sasmi) diiringi oleh permainan keyboard.

Host TEDxITS ini ialah Akhmad Guntar yang sekaligus memberi ucapan selamat datang kepada para hadirin dan pembicara. Dilanjutkan sambutan dari rektor ITS, bapak Triyogi Yuwono.

Tanpa banyak kata, host mempersilahkan pembicara pertama, yakni FadjarHutomo, CEO ADN Financial dan Presiden Direktur PT Sarana Jatim Venture. Dengan presentasinya yang berjudul "Engineering and Finance: A Spiritual Journey".

Dari presentasi tersebut, ternyata, walaupun dengan latar belakang pendidikan teknik industri, sangat mungkin sekali mendalami hal lain. Alasannya: karena semua itu terletak pada passion. Pak Fadjar menjadi konsultan finansial juga karena passion di bidang tersebut.

Speaker kedua memegang rekor sebagai profesor termuda. Namun, siapa yang menyangka kalau bapak profesor ini menggandrungi aliran musik progressive rock. Bahkan beliau pun membuat penelitian terkait dengan aliran musik tersebut. Gamantyo Hendrantoro, sosok dibalik penulisan buku "Dua Kutub" yang juga membahas progressive rock. Presentasi yang beliau bawakan memberikan pengetahuan yang baru bahwa ternyata progressive rock menyimpan fakta-fakta unik. Contohnya seperti penggabungan unsur berbeda dari musik khas Turki dengan musik metal.

Presentasi ditutup dengan komposisi musik oleh John Cage yang berjudul "3 Minutes 30 Seconds" (kalau penasaran, bisa langsung di cek di google)

M. Arief Budiman. CEO Petakumpet ini menyajikan slide presentasi yang tidak kalah menariknya. Secara umum, beliau menjelaskan setiap kutipan (yang didukung dengan gambar) menjadi suatu rangkaian tahap untuk menjadi sukses. Dimulai dengan kutipan dari mantan pelatih tim sepak bola Chelase "Focus on the goal, not to the game" hingga pada tokoh terkenal lainnyab, Steve Jobs "think different". Tidak ada salahnya menjadi berbeda selama tidak merugikan orang lain. Beliau juga berkata ketidaksempurnaan ialah suatu hal yang wajar, maka tidak perlu terlalu banyak mempersiapkan, tinggal jalan saja dahulu dan sisanya pasti akan mengikuti.

Jeda untuk pembicara keempat diisi oleh penampilan akustik dari ITS Jazz. Suatu komunitas Jazz yang berbasis di ITS yang berawal dari grup di facebook. Aku takjub dengan suara vokalisnya. Jujur, suaranya enak dan pas untuk jadi penyanyi Jazz.

Setelah membawakan dua lagu, kembalilah host memimpin acara dan mempersilahkan speaker selanjutnya, Lisana Shidqina.

Siapa yang menyangka, mahasiswa arsitektur ITS ini ternyata memiliki prestasi yang tidak bisa diragukan lagi. Remaja berusia 20 tahun ini sudah menjuarai lomba menulis pertamanya saat masih kecil, disusul dengan ide tentang rumah dari tanaman mangrove, dan penelitiannya mengenai mahasiswa berprestasi dari keluarga berpenghasilan kecil. Siapa yang menyangka, di usianya yang muda seperti itu, Icha --panggilan akrab Lisana-- sudah berulang kali mewawancarai orang-orang yang sama inspiratifnya dengan dia. Kecintaannya akan jurnalistik pulalah yang membawa dia menjadi salah satu wartawan ITS Online.

Speaker selanjutnya juga sama membanggakannya. Beliau lebih akrab disapa Cak Nur. Dosen Teknik Mesin ITS ini juga merupakan dosen pembimbing tim Sapu Angin 1. Beliau merasa bahwa mengajak mahasiswa untuk ikut serta dalam sebuah proyek akan lebih memudahkan mereka dalam memahami suatu materi. Maka dari itu, beliau mengajak mahasiswanya untuk mengerjakan mobil irit bensin ini. Sudah menjadi tradisi tiap tahun bahwa Sapu Angin dari ITS selalu menjuarai Shell Eco Marathon yang diadakan di Sirkuit Sepang, Malaysia. Beliau memiliki keinginan agar nantinya orang Indonesia sendiri bisa memproduksi mobil. Kini beliau tengah mengerjakan proyek mobil listrik yang digagas oleh Mentri BUMN, bapak Dahlan Iskan.

Jeda yang kedua kalinya diisi oleh video TEDx dari sebuah komunitas di Amerika Serikat. Video pertama menceritakan mengenai tahapan untuk sukses, dan berukung pada "...datanglah ke TEDx". Sedangkan video kedua menjelaskan mengapa huruf "x" selalu diidentikkan dengan "hal yang tidak diketahui". Bahkan untuk hal yang kecil seperti itu, seseorang tidak perlu menjelaskan dengan rumit. Bahkan penjelasan singkat pun ternyata bisa mengundang kekaguman orang banyak.

Bapak Trio Adiono kemudian naik ke atas panggung. Dengan judul presentasi "Not Only Made in Indonesia, but Made by Indonesian" beliau menceritakan sebuah teknologi baru dalam bidang komunikasi. Beliau bersama tim telah membuat dan mengembangkan suatu inovasi baru dimana pengguna bisa mengakses internet kapanpun, dimanapun, dengan apa saja tanpa mengalamai hambatan (koneksi lemot , buffering lama). Beliau sangat berharap agar orang Indonesia sendiri memiliki kepercayaan diri untuk membuat inovasi-inovasi, agar tidak banyak uang yang dilarikan ke perusahaan asing.

Tibalah pada speaker terakhir yang sekaligus guest star. Trinity "The Naked-Traveller". Disini ia lebih banyak menceritakan bagaimana ia akhirnya memutuskan menjadi full-time travel writer. Berawal dari rasa jenuhnya terhadap rutinitas kantor membuat ia nekat untuk pergi secara backpacker. Ia pun juga memberiknan tips agar kita mampu memotivasi diri sendiri untuk melakukan suatu hal yang berkaitan dengan passion kita.

Tak terasa acara telah selesai. Ketujuh pembicara sudah tampil semua. Kembali ITS Jazz tampil dan mengantarkan peserta pada penghujung TEDxITS.


---

Karena masih mahasiswa, aku dan Ajeng sepakat untuk membeli tiket seharga Rp 25.000. Dan ternyata kami mendapat fasilitas yang sesuai. Selain pembiacara yang inspiratif, kami juga mendapat souvenir berupa tote bag, pin, sertifikat, dan stiker. Tidak ketinggalan snack dan makan siang :D

atas kiri searah jarum jam: tote bag, sertifikat, pamphlet, pin, stiker, name tag


Kami pun sempat berfoto dengan latar TEDxITS hihi bahkan aku sampai memberanikan diri untuk meminta tanda tangan dan berfoto bareng Trinity :D Well, ternyata orangnya sungguh ramah! Ia tidak segan diajak ngobrol oleh kami-kami yang mendadak menjadi alay #eh hihi.

ki-ka: Ajeng, aku, Trinity

Yang dapat aku ambil dari TEDxITS bahwa passion  adalah suatu kegiatan dimana anda akan dibayar atau tidak, anda tetap melakukannya dengan cinta :-)

---

TUNGGU! Bagi kalian yang kehabisan ataupun tidak berkesempatan untuk menghadiri TEDxITS, masih ada TEDxTuguPahlawan yang akan diselenggarakan pada tanggal 1 September nanti. Mau tahu info lebih jelasnya? Stay tune :-) Aku pasti akan mengabari kalian :--)


kindly visit:
@TEDxITS
@TEDxTgPahlawan for more updates!

No comments:

Post a Comment