Friday, 29 June 2012

Minder itu Pasti Ada

Pernahkah kalian merasa minder? Merasa tidak percaya diri?
Ya, setiap saat aku merasakan hal itu. Entah karena perihal fisik, kemampuan intelegensia, kemampuan ekonomi, prestasi, apapun! Rasanya ingin sekali menyalahkan keadaan. Malah jeleknya lagi, aku berpikir suudzon. Astagfirullah :'(

Lantas, apa aku diam saja? Mostly, aku akan bercerita kepada orang terdekat tentang konflik batin yang berkecamuk di pikiranku. Rasa minder itu berbahaya karena mempengaurhi produktivitas, terutama untuk aku yang memang moody.

Alhamdulillah, aku dikelilingi oleh orang-orang yang positif (atau memang aku mengkondisikan lingkunganku positif ya?). Mereka selalu bisa kembali mengembalikan gairahku untuk beraktifitas. Mereka bisa membuatku tenang.

Ibu sering sekali mengatakan padaku bahwa Allah tidak pernah tidur dan selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Mungkin Allah merasa bahwa ini belum saatnya aku menjadi mereka. Allah merasa bahwa aku masih belum siap dan masih harus belajar lebih banyak lagi. Allah merasa bahwa itu tidak sesuai denganku.

Ibu mengajarkan aku untuk tetap belajar dan berdoa, karena Allah tidak akan membiarkan hambanya berusaha tanpa ada imbalan.

Minder memang manusiawi dan aku yakin bahwa setiap individu pasti pernah merasakannya. Namun bagaimana kita mentralisir rasa minder itu? Tergantung bagaimana kita memandang rasa minder sebagai suatu hal yang ditakuti atau yang perlu didekati (dibuat menjadi target). Rasa minder seharusnya dikembalikan menjadi sebuah kekuatan untuk mau going the extra miles.

Luck is prepation meets opportuniy
-Alanda Kariza

No comments:

Post a Comment