Thursday, 7 June 2012

Investasiku

Kamu beli buku setebel ini berapa hz?
Oh, hampir 100ribu sih heheh

Bagi banyak orang, uang segitu cukup untuk makan di kampus selama seminggu. Ada juga yang bilang lebih baik untuk membeli pulsa. Tapi berbeda denganku. Aku lebih sering membeli bacaan, dalam batas rasional tentunya.

Ayahku seorang kutu buku yang setiap bulan pasti menyisihkan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan akan informasinya. Bisa saja, aku membeli disaat ayah sedang belanja buku. Tapi kadang, ada saat dimana aku bosan setengah mati dan ingin lari saja ke toko buku. Membeli buku yang menurutku bagus dan segera melahapnya di sebuah kafe yang sepi dan tenang.

Kata teman-temanku, aku bisa saja pinjam dari orang lain atau perpustakaan tanpa harus mengeluarkan duit sendiri untuk buku. Sayangnya, aku tidak bisa. Rasa posesifku dengan buku mungkin setara dengan posesifku kepada mas pacar. Bisa jadi aku pinjam, tapi entah berapa hari setelah usai membaca, aku pasti akan membeli.

Kata teman-temanku, aku boros karena membelanjakan uang untuk buku. Tapi menurutku tidak. Aku menganggap bahwa buku adalah investasi. Investasi pengetahuan dan informasi. Mungkin sekarang aku hanya membaca apa yang aku suka (disamping buku diktat kuliah dan koran harian). Mungkin apa yang aku baca, belum terlihat dampaknya atau dengan kata lain aku membaca hanya untuk memuaskan keinginanku.

Tapi siapa tahu, entah berapa lama lagi aku terbantu dengan informasi yang sudah aku dapat, sehingga kesempatan yang aku dapat berbeda dengan orang lain. Toh, jika aku sudah renta, aku bisa mewariskan buku tersebut untuk anak cucuku. Tentunya mereka bisa mengambil manfaat, yakni pengetahuan.

"Membuang" uang sakuku untuk buku seharga seratus ribu rupiah adalah sebuah investasi bagiku. Karena kesempatan yang diciptakan setelah itu, malah akan mengembalikan modal awalku :)

1 comment: