Thursday, 31 May 2012

#Suroboyo719

sumber: kitadynamicduo


SELAMAT ULANG TAHUN SURABAYA!

Saya sendiri masih merasa bingung ketika ditanya darimana saya berasal. "Asli mana, mbak?".

Sayan lahir di ibukota Jakarta. Ibu saya asli orang Jakarta (namun bukan orang Betawi) dan ayah saya dari Kediri. Kata kedua orangtua saya, mereka pindah ke Surabaya (karena tuntuntan pekerjaan ayah) saat saya masih berusia 3 bulan. Dan kini saya berusia 18 tahun lebih 11 bulan.

Dengan kata lain, saya besar, tumbuh, dan berkembang di kota pahlawan, Surabaya. Sayangnya, saya tidak bisa berbahasa Jawa. Ya, bahasa Jawa yang halus, yang semestinya digunakan oleh remaja kepada orang yang lebih tua. Saya hanya bisa menggunakan bahasa suroboyoan yang menurut orang Jawa lainnya adalah bahasa yang kasar.

Tentu saja, hidup lebih dari 10 tahun di Surabaya sudah membuat saya jatuh hati dengan kota ini. Meskipun udaranya panas dan matahari bersinar kelewat terang, tetapi suasanya tetap ramah. Belakangan Surabaya sudah banyak berubah ke arah yang lebih baik. Contohnya saja dengan diperbanyaknya taman kota, pelebaran trotoar, dan acara car free day yang berani menutup jalan protokol selama kurang lebih 6 jam lamanya. Alhamdulillah, hingga kini tingkat kepadatan kendaraan bermotor di Surabaya masih belum parah (dan semoga tidak bertambah parah), malah aksi demo kenaikan BBM yang lalu, Surabaya terkenal karena tidak adanya kerusuhan yang sampai menelan korban jiwa (tapi sebaiknya jangan demo-demo lagi ya;--))

Sebagai warga labil (maksudnya belum bisa menentukan darimana asal saya), ada beberapa harapan yang ingin saya katakan (dan semoga terwujud dengan adanya kerjasama antara pemerintah kota dengan warga Surabaya):

  1. Panasnya Surabaya sudah tidak bisa diganggu gugat, namun jangan kita menambah kepanasan Surabaya dengan aksi-aksi yang menyebabkan kerusuhan apapun.
  2. Trotoarnya sudah bagus, berkeramik lagi, sebagai pengguna jalan yang baik, janganlah menggunakan trotoar untuk sepeda motor ya :--)
  3. Biasakan jalan kaki! Pemerintah sudah menyediakan trotoar maha lebar, kalau dibiarkan nganggur nanti malah disalah gunakan oleh kendaraan. Sayang banget kan? :--)
  4. Fasilitas di Surabaya sebenarnya sudah baik, hanya saja pemanfaatannya salah sehingga tampak tidak terawat. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? :--)
  5. Dan untuk warga Surabaya, saling rukun, saling menghargai, saling menghormati. Perbesar lagi kapasitas toleransinya :--)

Saya bangga jadi bagian dari kota Surabaya. Keep hot & stay rawks!

No comments:

Post a Comment