Tuesday, 24 April 2012

Because We're So Young, Now


Nothing wrong from being youth. Karena ketika muda, ideliasme masih membara.

Louisa Zais, komposer termuda milik negeri ini mampu mendobrak dan mencetak rekor di tingkat Asia dengan konsernya Rhtyhm of Life 12 Pianos with Orchestra. Tak mudah mewujudkan mimpi yang ia yakini. Ketika mencetuskan ide ini, banyak tanggapan negatif bergulir. Mengatakan bahwa itu mimpi, tidak mungkin. Tapi pernyataan ini serta merta dibuktikan, tidak dengan perkataan.

Louisa adalah salah satu contoh pemuda yang membuktikan bahwa ia bisa. Tidak ada yang salah dengan dia. Begitu tingginya idealisme seorang pemuda bisa meruntuhkan tembok keraguan. Lagipula, ketika masih muda, masih ada waktu untuk merubah suatu kesalahan. Maka dari itu, mereka yang mau bergerak, akan melakukan gerakan. Jika gagal? Ya diulang lagi. Karena masih muda itulah, mereka masih memiliki optimisme akan negara ini. Dengan mimpi dan passion masing-masing, mereka bergerak.

Ada apa dengan yang tua? Mereka terkungkung dalam pemikiran sebelum mereka terjun dan mencoba. Mereka tenggelam dalam asumsi bahwa ini dan itu tidak mungkin.

Well, itulah mengapa banyak yang mengharapkan perubahan yang diawali dari pemuda. Karena pemuda masih memiliki idealisme, mimpi, dan visi yang ia perjuangkan agar terwujud. Pemuda masih percaya akan perubahan yang baik. 

"Beri aku sepuluh pemuda, akan aku guncang dunia"
-Bung Karno

No comments:

Post a Comment