Friday, 9 March 2012

Rhythm of Life (2)

It's super awesome experience for me! Tanggal 12 Februari 2012, bertemapat di Grand City Ballroom 4th Floor, aku bersama teman-teman dari sekolah musik berkesempatan untuk menjadi performer pada konser maestro muda kebanggaan Surabaya, Louisa Zais. Bermula dari tawaran guru pianoku untuk mengisi sebuah acara milik Louisa. Aku sempat ragu karena aku takut tidak bisa menampilkan yang terbaik mengingat Louisa adalah komposer terkenal yang sudah memiliki nama besar di Surabaya dan di Indonesia. Well, akhirnya aku menerima setelah dibujuk guruku.

Latihan rutin dilakukan setiap malam di salah satu cabang sekolah musik yang terletak di daerah Surabaya Barat. Memang, jauh sekali dengan lokasi dimana aku tinggal, tapi kalau aku tidak pernah mencoba maka aku tidak akan tahu, bukan? :)

 waktu latihan

Ahya, aku lupa memberitahu ya, Rhythm of Life ini adalah konser pertama di Asia yang menggabungkan 12 piano dengan orkestra dan gamelam. Tepat! Aku adalah salah satu pemain piano (pianis) yang bermain di acara itu. Tentu saja, latihan juga harus berbarengan dengan 12 pianis lainnya, karena setiap pemain memiliki pertitur yang berbeda-beda.

H-2 Acara, kami semua melakukan gladi bersih langsung di venue, tempat konser akan dihelat. Tentu tak hanya sekali, kami harus memainkan serapi mungkin, sebaik dan setotal mungkin. Tak ayal, kami mengulang part yang sama hanya karena belum sempurnanya di salah satu sisi. Pada H-1, gladi bersih sudah mulai dilakukan dengan lebih maksimal sesuai dengan run down yang telah disusun. Walaupun tekanan datang dari berbagai pihak, untungnya aku bisa bermain santai walaupun sempat demam panggung.

Pada hari H, acara ini sukses besar. Kami semua senang, lega, bisa menampilkan yang terbaik dari kami. Louisa pun mendapat banyak pujian dari berbagai pihak. Konser pertama di Asia yang berdurasi kurang lebih dua jam ini berhasil.

Louisa Zais (sumber)
sumber
backstage. kika: Theresa, me, Eldo
Aku tentu saja tidak mengharap imbalan. Tidak terpikir. Malah aku memandangnya sebagai permintaan tolong. Jadilah tidak terbesit untuk mendapatkan keuntungan setelah acara ini dihelat. Tapi ternyata, Louisa Club memberikan semacam penghargaan atas partisipasi para pemain yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi konsernya. Senang sekali rasanya hihi. Mungkin saja, pengalaman ini menjadi pintu pembuka untuk beragam pengalaman yang tak kalah menariknya di depan sana :)

the award :)

1 comment: