Friday, 9 March 2012

Negeri 5 Menara The Movie

Negeri 5 Menara
Sutradara: Shakti Harimurti
Produser: Affandi Abdul Rahman
Penulis Naskah: A. Fuadi
Pemain: David Chalik, Lulu Tobing, Ikang Fawzi, Andhika Pratama, Donny Alamsyah, Mario Irwansyah, Gazza Zubizareta, Billy Sandy, Ernest Samudera, Rizky Ramdani, Jiofani Lubis, Aris Putra, dan Eriska Rein
by KG Production & Million Pictures

Siapa yang tak tahu salah satu novel laris di tanah air karya A. Fuadi? Negeri 5 Menara. Itulah judulnya. Menceritakan kisah perjuangan menuju suatu keberhasilan dengan sebuah mantra sakti "Man Jadda Wa Jadda". "Siapa yang bersungguh-sungguh, dialah yang akan berhasil".

Tahun 2012, tepatnya awal Maret, dirilislah film yang diharapkan sesukses novelnya. Aku berkesempatan menonton film ini ditengah sibuknya perkuliahan dan kegiatan organisasi. Kata "OOOJ" pertama muncul karena mulusnya gambar pada film. Begitu jernih layaknya tampilah HD (High Definition). Dilanjutkan dengan pemandangan tanah Sumatera yang tidak kalah bagusnya.

Lulusnya Alif Fikri, seorang pelajar SMP yang cerdas yang sama-sama bermimpi melanjutkan sekolah di Bandung bersama sahabat karibnya, Randai. Namun, orang tua Alif berkata lain. Ibunda mengharapkan anak lelaki satu-satunya itu melanjutkan sekolah agama, sekolah pondok, di salah satu daerah nun jauh di Jawa Timur. Tentu saja, Alif menolak, merasa bahwa orang tuanya telah menghancurkan mimpinya. Setelah dibujuk rayu oleh sang ayah, hati Alif pun luluh juga.

Tibalah mereka di Pondok Madani setelah melalui perjalanan jauh dan berganti alat transportasi. Ternyata menjadi santri di pondok itu tak semudah yang Alif bayangkan, yang hanya tinggal mendaftar lantas langsung diterima menjadi santri. Alif masih harus melalui tes masuk. Tidak sampai itu juga, Alif juga harus menambah satu tahun masa sekolahnya untuk masa adaptasi karena sistem pembelajaran di Pondok Madani yang berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya.

Di tengah kegalauan Alif antara meneruskan mimpinya atau mengemban amanah ibunda, disitulah terjalin persahabatan sesama santri, yang sama-sama saling mengisi. Persahabatan lintas suku dan budaya ini tentu saja diwarnai beragam konflik yang tidak mudah dan sempat menggoyahkan hati Alif. Namun semua itu bisa mereka atasi berkat rasa percaya pada masing-masing individu.

Singkat cerita Alif berada di London, Inggris. Disanalah dia bertemu dengan dua kawan lainnya, yang sama-sama menggantung mimpi di awan ketika mereka masih menjadi santri. Kini mereka semua sukses, berfoto di menara dari berbagai megara seperi yang mereka janjikan dahulu.

---

Cerita dan pesan dapat tersampaikan dengan baik dan mudah. Akting para pemainnya juga baik sekali, walaupun ada beberapa yang masih terasa kagok kalau berbicara dengan logat khas Jawa Timur. Andhika Pratama misalnya, sukses memainkan Fahmy, direktur utama majalah sekolah Syams dengan sangat baik. Ekspresi muka dan logatnya maksimal. Berbeda dengan Donny Alamsyah yang menjadi Ustadz Salman, sikapnya tegas walaupun logat Jawanya kurang kental.

Sayangnya, plot cerita terlalu cepat. Dan apa yang aku harapkan malah tidak menjadi fokus utama film ini. Negeri 5 Menara The Movie menceritakan tentang kisah persahabatan 6 santri di suatu sekolah agama. Padahal aku membayangkan, film ini lebih menceritakan bagaiaman perjuanga sahabat itu menjalani hidup sebagai santri.

Keseluruhan film ini bagus, direkomendasikan untuk ditonton bersama keluarga dan teman-teman. Ohya, dan karena film ini pula, aku sadar kalau Indonesia punya beragam bahasa daerah yang unik, yang tak kalah menariknya dengan bahasa asing luar Indonesia. Pantaslah kalau kita bangga menjadi penduduk asli tanah air ini :)

No comments:

Post a Comment