Tuesday, 10 January 2012

"Kamu Ngapain Deketin Aku?"

Sejauh ini belum pernah ada yang nanya secara langsung, "tujuanmu deketin aku itu apa ya?" atau pertanyaan semacam itu. Wait, bukan berurusan dengan kaum adam, melainkan dengan sesama perempuan.

Ada sekitar 3 orang yang mungkin akan bertanya-tanya, untuk apa tiba-tiba aku add akun social network-nya. Wajar kalau mereka menjaga jarak ketika pertama kali berinteraksi denganku, tidak banyak bicara atau cenderung diam. Wajar jika mereka curiga akan ku manfaatkan, wajar jika mereka berusaha waspada jangan-jangan diriku ini penjahat yang menyamar.

Prima Nadia, Alfiyatur Rokhmah, dan Hana Fadhila. Ketiga teman yang aku sebutkan tadi mungkin dalam benaknya masih tersimpan pertanyaan mendalam, mengapa aku mendekatinya padahal sebelumnya belum kenal sama sekali.

Aku bertemu mereka secara tidak langsung. Ya, jejaring sosial-lah yang mendekatkan aku dengan teman-temanku itu. Awalnya karena nama mereka cukup sering keliaran di halama muka, lini waktu, padahal aku bukan "teman"-nya. Penasaran, aku buka akun mereka dan ya, semacam trackking. Jauh dan melihat lebih jauh ke halaman sebelumnya. "Menemukan" mereka dalam keadaan...yah bisa dikatakan galau.

Seketika itu aku berusaha mendekat. Tak ada maksud lain selain membuat mereka sedikit tersenyum. Tidak, aku tidak pernah bermaksud untuk nebeng eksis, memanfaatkan kemampuan, bahkan hingga melakukan tidak kriminalitas.

Tujuanku tak lain untuk mengembalikan mood mereka menjadi lebih baik. Memang, aku tidak punya hak untuk tahu masalah yang tengah mereka hadapi. Bukan berarti aku tidak bisa membantu dengan pelukan dan senyum virtual bukan? :) Walaupun, sekali lagi, aku hanyalah orang asing dari luar dunia mereka yang tiba-tiba masuk dan memberi pelukan misterius.

Buat apa tahu masalah mereka jika tanpa mengetahuinya pun aku sudah bisa membantu. Oleh karena itu, kadang aku tiba-tiba "memeluk" mereka tanpa bertanya kenapa. Aku sengaja berbuat seperti itu karena ya aku sendiri tidak suka apabila ada orang luar yang mengetahui permasalahan yang sedang aku hadapi. Biasanya aku tidak menjawab atau sekedar berkata "tidak apa-apa".

Well, aku sendiri juga pernah menghadapi masalah. Keadaan terburuk adalah ketika aku frustasi, menangis pun hingga mata sembap. Malah sempat terpikir untuk mengakhiri hidup *iya, ini bodoh*. Aku cuma tidak mau ada yang memiliki pemikiran seperti itu. Tenggelam bersama masalah terlalu dalam hingga ia tidak bisa keluar. Aku tidak mau mereka yang frustasi berpikiri untuk bunuh diri dan jangan sampai hal itu terjadi. Dan usaha yang bisa aku lakukan sejauh ini, hanya memberika "kehangatan" secara virtual & tidak mengganggu privasi mereka. Berusaha menjalin pertemanan, menyediakan ruangan yang tidak banyak untuk ia menyandarkan kepalanya sejenak.

Aku berharap dari apa yang aku lakukan, ada seseorang yang akan berbuat sama. Memelukku tanpa ia perlu tahu apa yang terjadi padaku. Memberikan aku ruang tanpa harus menceritakan ulang masalahku. Mengungkit kembali sesuatu yang sakit akan terasa lebih sakit, bukan? Dan kau pasti akan berusaha agar hal tersebut tidak pernah terbesit kembali di dalam pikiranmu. Ya, aku pun juga memiliki pemikiran seperti itu. Semoga pertemanan kita tidak berhenti disini saja. Alangkah baiknya jalinan silaturahmi terus berlanjut hingga masa hidup kita habis :)

No comments:

Post a Comment