Monday, 12 December 2011

Life Chapter, College


Well, sudah hampir satu semester aku menyandang status mahasiswa. Jadwal kuliah yang mulai padat, kegiatan UKM, hingga organisasi di luar kampus turut memeriahkan jadwal mingguan. Lebih-lebih jadwal untuk tahun 2012 pun sudah dipadati oleh berbagai acara. Disaat seperti ini, tak jarang aku merindukan momen ketika aku masih SMA, dengan seragam putih-abu-abuku. Kesibukan sebatas belajar dan latihan untuk persiapan berbagai macam ujian kelulusan dan masuk perguruan tinggi. Ketika itu, jadwal sekolah pun sudah dianggap terlalu penuh. Entah dengan tugas, latihan, atau ulangan harian.

Tidak mungkin aku bertahan di masa lalu, yang aku katakan sebagai masa kejayaan. Ya, karena waktu terus berputar. Tidak mungkin aku berhenti karena sudah pasti akan tergilas oleh waktu, momok dan musuh. Hidup itu bak sebuah novel yang tebalnya tidak bisa kita lihat. Hanya daftar isi berupa bab, bukan sub-bab. Kita tidak bisa loncat, mengintip kalimat terakhir. Kita diharuskan membaca satu demi satu kata hingga akhirnya tiba di ujung cerita.

Kini, aku tengah berada dalam cerita kehidupan di dunia perkuliahan. Dunia yang sebelumnya belum pernah aku jamah. Dunia yang sama sekali baru bagiku. Awalnya terasa kagok, kaget, syok. Lama-kelamaan aku berkecimpung dan menikmati. Menunggu bagaimana akhirnya. Aku menjalani setiap incinya dengan optimis. Membentuk pemikiran optimis lebih tepatnya, karena hal itu akan memberikan energi positif untuk tubuh. Ketika menghadapi halangan, aku yakin bahwa semua itu terjadi karena memang kita harus belajar dengan itu. Ketika aku memilih, hal itu juga merupakan suatu pembelajaran.

Entah mengapa aku kini sering sekali merasa bahwa apa yang aku jalani merupakan pilihan dari Tuhan yang aku yakini akan membuahkan hasil yang baik untukku. Apa saja. Semuanya. Dimulai dari dimana aku tinggal, dimana aku kuliah, dan serentetan kegiatan yang aku ikuti. Aku jadi sering merenung, tentang apa hikmah dibalik seluruh kepadatanku. Apalagi kalau bukan untuk menimba ilmu dan mengumpulkan pengalaman hidup. Itulah yang tidak bisa kita beli. Priceless.

Di saat semua tengah berkeluh kesah mengenai kehidupan perkuliahan yang serba berbeda dengan masa SMA, aku juga tengah berusaha menikmati dan mencoba meyakinkan diri bahwa kuliah adalah sebuah pengalaman. Mengapa harus terhenti di masa lalu ketika kamu bisa mendapatkan yang baru? Setiap manusia punya masa lalu tetapi tidak dengan masa depan. Karena manusia itu juga yang memilih, dia mau bertahan di masa lalu atau bergerak terus hingga menemukan masa depan.

Lembar novelku masih panjang, dan aku menikmati setiap harinya. Bangun pagi dan menghimpun motivasi untuk diri sendiri. Berusaha menjadi lebih dan lebih baik dari segi pribadi. Karena novelku cuma dicetak sekali. Mungkin dibaca berkali-kali.

No comments:

Post a Comment