Wednesday, 30 November 2011

Tiga Puluh Menit Mengantre

Aku suka sekali berbagi cerita, mengingat usai kita yang masih muda. Aku suka sekali ketika kita tertawa, menertawai mimpi kita, akan jadi apa kita nanti. Aku suka sekali mengutarakan semua mimpiku di depanmu, dan berharap kamu akan mendukungku.

Sudah pukul 18.45 tetapi pintu Stage A belum juga dibuka. Ya, kita mengantre berdesakan dan berjubel dengan penonton lainnya. Kita tidak mengeluarkan kata-kata mengeluh karena kita asik berbagi cerita, berbagi pengalaman, dan berbagi mimpi.

Waktu itu aku ingat, aku bilang padamu aku tertarik dengan konservasi terhadap hewan langka yang dilindungi. Aku ingat, aku ingin sekali menjadi relawan untuk salah satu organisasi yang mendukung adanya konservasi hewan langka tersebut. Dan aku masih sangat ingat, aku ingin melakukan proyek ini.

Aku pun berucap padamu, mengenai mimpiku nanti. Aku ingin berkeliling dunia, mengkampanyekan bahwa hewan tersbut langka, butuh perhatian dan dilindungi. Tidak hanya dijadikan obyek buru semata. Hanya untuk kepuasan manusia.

Dan kau pun begitu. Berkeliling dunia, untuk mengenyam pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Menjadi seorang yang akhirnya menjadi inspirasi untuk banyak orang lainnya. Ya, kita bermimpi bersama saat itu. Walaupun berujung dengan tertawa, tapi aku suka saat itu, saat kita berbagi mimpi dan tidak menjadi egois.

No comments:

Post a Comment