Saturday, 12 November 2011

Sakitnya yang Bikin Ketagihan

Noo, ini bukan postingan soal KDRT, violence, atau kekerasan sejenisnya yang kerap kita temukan. Ini hanyalah postingan singkat.

Pada salah satu segmen dalam acara Welcome Party sebuah organisasi besar, tepatnya ketika kami telah dibagi dalam beberapa kelompok, kami berdiskusi soal berbagai hal, termasuk menjadi staff organisasi tersebut. No wonder, menjejali kehidupan kita dengan berbagai macam kegiatan sudah tentu memangkas waktu bermain kita. Yang semula hidup hanya untuk kuliah-main, kini bertambah cabang menjadi kuliah-organisasi-main.

Ketika kami bertanya apa kesulitan yang dihadapi oleh para pengurus, mereka pun menjawab: deadline. Tak perlu diragukan lagi, kata satu itu memang yang selalu mengejar kita, selain yang bernama waktu. "Sakitnya itu lo yang bikin nagih (ketagihan-red)".

Ya, aku sendiri yang pernah meng-handle sebuah acara yang digawangi oleh media massa terkemuka pun merasa terkadang rindu dengan berbagai macam persiapan dari sebelum hari-H hingga akhir hari-H. Dari rapat, rapat, bertemu klien, mengkonsep acara hingga berujung dengan sebuah evaluasi.

Ada suatu keseruan, suasana yang tidak bisa dibeli dengan uang. Ya rasa "sakit" itu sendiri. Sakit karena jadi kurang tidur dan harus mengerjakan beberapa konsep di depan layar laptop, sakit karena harus bolak-balik rapat dan konfirmasi, sakit karena ketika hari-H rundown acara berubah total.

Sakit itulah yang sebenarnya menjadi pemicu untuk ingin lagi dan lagi. Rasa sakit yang sebenarnya tidak diingankan namun terus dirindukan. Dan karena bentuk rasa sakit seperti itu lah, aku berani mengambil tantangan dan resiko.

No comments:

Post a Comment