Monday, 28 November 2011

Jazz Traffic Festival 2011

Yey! Membayar absennya aku dan mas pacar dua tahun lalu karena batal nonton Maliq & D'essentials dan RAN, akhirnya we're attending Jazz Traffic Festival 2011!!


I love what I wore!
Kami datang sekitar pukul 16.30-an karena aku dan mas sama-sama ada acara sebelumnya. Jadilah kami tidak melihat penampilan menakjubkan dari BLP (Barry Likumahuwa Project) dan RAN yang kala itu tampil sekitar pukul 13.00.

Kami masuk ke venue yang berada di Grand City Convex dan langsung menuju Stage B, Indoor. Waw, Idang Rasjidi tengah memaikan keyboard ternyata! Penampilan menganggumkan dan benar-benar jazz membuat aku dan mas ikut bergoyang. Permainan menakjubkan tersebut diiringi oleh suara emas dari penyanyi klasik. Well, ternyata musik yang benar-benar jazz pun bisa diisi dengan suara klasik dan melahirkan komposisi unik nan enak didengar.

Pukul 18.30 kami kembali ke venue setelah menunaikan ibadah sholat maghrib. Rencananya kami bakalan nonton LLW (baca: double L double U) yang digawangi oleh Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, dan Sandy Winarto. Sayang, karena kesalahan teknis acara pun molor hingga 30 menit dan memancing emosi penonton yang sedari pukul 18.00 sudah mengantri di pintu masuk Stage A.

Kekecewaan pun terbayar dengan penampilan yang tak kalah seru, mengundah riuh. Puas membawakan dua lagu, Dira Sugandi naik ke atas panggung, ikut meramaikan acara dengan suaranya yang bening. Tak cukup dengan wanita manis tersebut, diundanglah dua orang lagi, Indra Aziz sebagai beat boxer dan seorang rapper (maaf lupa namanya -red). Tambah asik dan heboh lagi, elemen disko diikut sertakan dengan mengundang DJ Creame keatas panggung. Waow, sudah dua panggung yang menyuguhkan penampilan fussion dan membuktikan bahwa jazz pun juga bisa dikolaborasikan dengan genre musik yang lain.

Karena keterlambatan pada stage LLW, otomatis semua stage pun jadi terlambat alias molor. Aku dan mas yang memang berniat melihat maestro jazz, Bubi Chen, pun harus menunggu lagi sekitar 30 menit. Antrian diluar tidak kalah mengularnya dari antrean Breaking Dawn.

Menyenangkan menonton bagaimana Bubi Chen dengan jarinya yang lincah dan ekspresi wajahnya yang terlihat enjoy kala usia sudah senja. Beliau tidak mau kalah dengan penampil lain yang membawakan komposisi jazz dengan begitu bersemangatnya. Bubi Chen tidak tampil sendiri, Sierra pun ikut meramaikan dengan suaranya yang indah. Penampilan berdurasi 50 menit tersebut sangat memuaskan buat aku dan mas. Musiknya mengalun begitu enaknya hingga tak sadar badan kami bergoyang padahal kami sedang duduk.

Malam bertambah larut dan aku hanya melihat Endah N Rhesa sebentar. Ya, mereka ada di Stage C yang terletak di luar gedung alias Outdoor. Hanya sebentar karena kacaunya rundown yang terjadi pada stage indoor. Alhasil, kami lebih memilih menonton Bubi Chen hihi, kapan lagi bisa nonton dengan harga cuma-cuma? :p

Setelah maestro jazz, Bubi Chen, selesai kami keluar dan menunggu untuk giliran berikutnya. Yak, Maliq & D'essentials! Lagi-lagi harus menunggu karena di dalam, mereka masih memasang instrumen dan melakukan check sound. Penonton sudah tak sabar lagi hingga terdengar suara "Masuk! Masuk! Masuk!". Memang, acara Jazz Traffic ini tidak akan ramai tanpa kehadiran band satu ini karena fandom base-nya yang besar. Malah aku sempat berdiskusi dengan mas pacar, jangan-jangan mereka kesini hanya ingin liat Maliq saja hihihi
kumus-kumus dan suram nunggu pintu stage dibuka

iseng
Seperti biasa, selalu ada kejutan di setiap penampilan live dari Maliq & D'essentials. Yang paling aku suka adalah aransmen lagu-lagunya yang selalu berbeda. Tapi sayang, malam itu Indah absen karena tengah hamil tua. Kehadirannya digantikan oleh Vidi, additional singer. Begitu rancaknya musik, aku pun ikut berdendang, loncat, dan bertepuk tangan. Penampilan ini ditutup dengan tembang Terlalu.

Semua yang ditampilkan sungguh memukau. Jujur, aku datang hanya untuk beberapa bintang yang sudah aku kenal seperti Bubi Chen dan Maliq & D'essentials. Tapi, karena kami membeli tiket all shows,

 
tidak ada ruginya bukan melihat pertunjukan artis lain yang masih asing bagi kami? ;) Hitung-hitung sekalian belajar dan membuka sedikit pengetahuan di dunia musik. Dan gara-gara ini pun, aku jadi tahu kalau mas pacar lebih suka mendengar musik jazz yang benar-benar jazz daripada yang sudah berbaur dengan pop. Awalnya, aku nggak ngajak dia karena aku tahu dia nggak suka dengan Maliq dkk, tetapi dia sendiri yang bilang mau nemenin karena tertarik dengan penampil maestro jazz yang ada.

Keren! Acara yang digelar oleh Suara Surabaya ini sungguh worth it dengan harganya. Semuanya impas, selain molornya waktu tentunya hihi. Aku tunggu lagi tahun depan! :D

No comments:

Post a Comment