Saturday, 12 November 2011

Aku dan Pengendara di Depanku

Aku tengah meyakinkan diriku sendiri, lebih tepatnya memotivasi diriku sendiri agar terus maju dan menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Dan ya, aku lebih memilih maju terus karena bukankah hidup itu seperti orang yang sedang menyetir di jalan raya? Ketika kamu ingin mendahului yang ada di depanmu maka kamu akan menarik gas dan melaju lebih kencang. Kamu tidak bisa berdampingan karena jalanan sempit, kamu juga tidak bisa tiba-tiba berhenti karena akan ditabrak. Satu-satunya cara adalah terus melaju.

Seperti itulah proses yang sedang aku jalani. Aku tengah menarik gas dan melaju lebih kencang daripada yang sedang berada di depanku. Gas yang aku maksud berupa motivasi, inspirasi dari orang lain, atau bahkan hanya berupa dukungan dari teman dan orang terdekat. Jika aku sudah berada berdampingan dan memutuskan memperlambat laju, aku akan ditabrak oleh pengendara di belakangku karena dianggap menghambar, atau didahului oleh dia yang dibelakangku karena ternyata dia melaju lebih kencang.

Aku mengisi "gas" tersebut dengan bahan bacaan berupa biografi dan jurnal perjalanan seseorang hingga akhirnya mereka sukses dan berhasil mendahului kendaraan tersbut. Aku terus meyakinkan diriku bahwa aku harus terus melaju dengan kecapatan yang lebih berupa sebuah keyakinan bahwa apa yang aku lakukan sekarang pasti berguna nantinya. Kecepatan itu berupa totalitas dalam mengerjakan tugas dan proyek dipercayakan kepadaku.

Aku hampir mendahuluinya dan masih butuh menarik gas dan menambah kecepatan. Doa, gabungan dari gas dan kecepatan itu.

No comments:

Post a Comment