Monday, 17 October 2011

Orientasi Cinta Pustaka 2011

Yak, aku kembali ke peredaran setelah dua hari menarik diri dari derasnya arus informasi *ceilah gaya bener mentang-mentang kuliah ilmu informasi*. Masih pukul 03.45 saat aku menuturkan, berbagi kisah mengenai bagaimana proses inisiasi mahasiswa baru (maba) 2011.

UNAIR itu dimana ya kak?

Sekitar pukul 06.00 pagi di lapangan PINLABS UNAIR, Ibu Fitri Muthia selaku perwakilan dari Departemen Informasi dan Perpustakaan melakukan pengguntingan pita sebagai simbol dibukanya acara Orientasi Cinta Pustaka 2011. Setelah berbagai kata sambutan oleh beliau, kahima, dan ketua panitia, semua peserta bersiap menuju truk TNI-AL yang sudah stand by. Kami langsung menuju SMAN 1 Trawas, tempat dimana kami akan melakukan bakti pustaka, sebuah acara pengarahan singkat yang dilakukan oleh maba 2011 dan salah satu acara dalam inisiasi.

Kami tiba sebelum mereka istirahat. Dengan kata lain, kami datang tepat waktu. Pembagian kelas pun dilakukan namun sebelumnya, Bapak Harun sebagai perwakilan dari SMAN 1 Trawas mengucapkan beberapa patah kata sambutan.

Aku yang berada di kelompok 3 kebagian kelas X-3. Awalnya aku senang, karena setidaknya mereka tidak akan mengerjai kami sekelompok. Dalam bakti pustaka ini, kami dituntut memompa minat baca mereka. Kami sekelompok membagi bagian akan membahas apa aja yang bakal disampaikan di depan adik-adik kelas X.

Namanya juga datang dengan jas almamater biru UNAIR, rasanya janggal ya kalau tidak mempromosikan UNAIR *:p*. Agak kaget juga ketika mereka banyak yang tidak tahu dimana letak kampus Universitas Airlangga ini. Takjub. Mereka pun sepertinya tidak terlalu berminat meneruskan sekolah di perguruan tinggi, karena ketika kami menjelaskan tentang kampus ini, hanya seorang yang bertanya. Itu pun hanya bertanya ada fakultas apa saja. Maklumlah, mereka masih kelas X, masih belum ada bayangan akan melanjutkan kemana.

FORSTA The Explorer, Ekspedisi Tak Kenal Lelah

Dari acara bakti pustaka yang hanya memakan waktu satu jam saja, rombongan menuju UTC atau Ubaya Training Center. Meletakkan barang bawaan di dalam tenda yang sudah dibagi oleh Mbak Dina, salah satu koordinator acara. Ganti baju dengan kaos seragam OCP 2011 dan celana olahraga. Setelah makan siang dan sholat dhuhur, kami dikumpulkan di ground tengah. Mbak Dina dan Mas Zulham membacakan teknis FORSTA The Explorer yang merupakan serangkaian games seru yang tersebar di sekitar areal perkemahan.

Karena harus menjaga jarak  agar tidak terjadi penumpukan di salah satu pos, maka kami harus sabar menunggu. Menunggu ini pun dijadikan ajang adu yel-yel oleh Mbak Dina. Siapa yang berani menampilkan yel-yel kelompok akan maju berikutnya. Tentu saja, setiap kelompok ingin maju terlebih dahulu, tapi bagaimanapun juga, Mbak Dina yang memutuskan.. Dan....kelompokku kebagian urutan kedua ....terakhir *miris*

Pos 1 kami berhadapan dengan permainan Terpalcoaster. Permainan ini seperti halnya roda hamster. Kami sekelompok harus bisa berjalan dengan terpal yang membundar hingga finish. Tidak boleh jatuh, kaki tidak boleh keluar dari terpal, dan waktu hanya 5 menit. Alhamdulillah, kami bisa melaluinya :D

Kami tak hanya diberi games Terpalcoaster tadi, kami juga diberi amanat untuk menyampaikan pesan kepada nama yang tertera pada barang yang diberikan oleh kakak di pos 1.

Lanjuuut ke pos 2, games kali ini adalah memindahkan bola pingpong dari start hingga finish dengan pipa paralon. Otomatis kami harus terus berpindah agar bola tidak jatuh, karena kalau jatuh, kami harus memulai lagi dari awal. Untuk pos yang ini kami bisa menyelesaikan dengan mudah walaupun bola sempat jatuh.

Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 tidak terlalu meleahkan, melainkan menantang. Alur lintasannya yang naik turun dan rawan licin, banyak bebatuan. Dari situ aku baru mengerti mengapa kami diperintahkan membawa tongkat, apalagi kalau bukan untuk membantu perjalanan selama ekspedisi.

Dari pos 2 menuju pos 3 jalannya mulai menyempit. Kanan-kiri tanaman hijau. Di sisi kanan kami seperti ada jurang, namun tidak terlalu dalam. Kami juga melewati perkebunan salak dan durian loh *sempet berharap bakal bisa metik satu hihi*

Belum sampai pos 3, kami dihentikan sejenak karena masih ada kelompok lain yang sedang bermain. Isu-isunya nih, permainan di pos 3 adalah permainan tersulit dari permainan yang tersebar di 5 pos. Beberapa menit kemudian, giliran kelompok kami yang bermain.

Disini ada sebuah alat, 3 tongkat yang disusun menjadi segitiga. Seorang diantara kami harus naik ke atas alat tersebut sisanya mengangkat tongkat plus anak itu. Dipindahkan dari start menuju finish. Misinya tak cukup itu, kelompok harus mengisi dua gelas air mineral hingga penuh dengan air yang ada di garis start. Untunglah kelompok kami memiliki Diajeng yang kurus dan kecil :3. Dimana kelompok lain kesusahan mengangkat, kami bisa menyelesaikan permainan ini dengan cepat :D

Perjalanan bertambah jauh lagi. Terik matahari memang menusuk kulit, sepertinya kami dehidrasi. Terus-terusan kami minum jika ada kesempatan berhenti. Termasuk saat berhenti di pos tandon. Pos Tandon? Ya, kami diberhentikan karena kelompok lain masih ada di pos 4. Untung saja mas Dendi dan mas Edo tidak meminta kami berteriak menyanyikan yel-yel lagi. Mereka lebih banyak sharing kepada kami menganai jurusan IIP.

Dari pos tandon, kami beralih ke pos bayangan. Sama seperti pos tandon, kami disini ditampung "sementara". Hanya saja umm...kami agak sedikit dikerjain sih -___- agak sebel juga karena badan sudah lelah tetapi kami masih diberondong beberapa pertanyaan. *sudah biarkan ini menjadi rahasia kelompok*

Pos 4 ini kami bermain Tandu Labirin. Seorang akan ditandu dan yang lain mengangkat tandunya dari awal  hingga garis finish. Rutenye berkelok. Awalnya kami kira ini hal yang mudah, ternyata ....sisanya ditutup matanya O:. Navigator tentu yang berada di atas tandu. Oke, mudah. Beluuum! Kakak yang lain ternyata juga ikut meneriakkan arah namun menuju arah yang sebaliknya alias menyesatkan *ups bercanda kok kak :3*. Kami berjuang mendengarkan arahan dari Diajeng yang rela menjadi sukarelawan untuk diangkat-angkat lagi hihi.

Naah dan di pos 5 yang jaraknya cukup jauh dengan beberapa turunan yang ekstrem, ternyata kami semua dari kelompok awal hingga akhir diajak bermain benteng-bentengan :D. Kami harus bisa mengambil bendera dan "nyawa" yang berupa stiker. Kami mengatur strategi, kelompok lawan (sesama maba juga) pun tengah berbisik-bisik. Kelompok kami memutuskan perempuan yang menjaga benteng dan yang lain mengambil bendera. Yiipiii kelompok kami menang :D

Firework Party

Malam setelah acara makan malam, kami semua berkumpul mengitari api unggun. Acara pembukaan pun dilanjutkan kembali dengan semaraknya kembang api dan api unggun. Tak lama, MC mulai memperkenalkan diri dan memanggil penampil pertama dari rangkaian pentas seni. Semua angkatan harus menampilkan sesuatu *ini  bukan Syahrini* yang bisa menghibur penonton lain.

Angkatan 2011 kebanyakan bernyayi dan drama. Tapi ada juga loh yang lip sing dan membaca puisi. Sedangkan angkatan 2009 dan 2010 menyanyikan beberapa lagu gembira.

Di acara ini kami berseru-seruan. Bisa mengetahui karakter sesama lebih dalam karena kami merasakan sudah tidak waktunya untuk jaga imej. Kami jadi tahu bahwa Hudan memiliki suara yang bagus ketika bermain gitar sambil melantunkan lagu, Azmi suaranya seperti Charlie ST 12, Dewi yang badannya luwes tak terkira O: dan masih banyak hal baru yang kami ketahui.

Inisiasi, Pengangkatan Menjadi Warga FORSTA

Setelah solat, senam, dan makan, kami dikumpulkan kembali dan bermain games Si Tompel Sedang Rapat. Wajah kami semua diberi Nyam Nyam Crispy. Kami harus menjatuhkan nyam-nyam tersebut ketika salah seorang perwakilan kelompok kami sedang beradu argumen. LUCU! Banyak wajah lucu yang berusaha agar crispy diwajahnya jatuh. Ada saja tingkahnya, dari pura-pura batuk dan bersin, menggelengkan kepala selayaknya rockstar, hingga tiup-meniup dengan sesamanya.

Lanjuut, kami bermain basah-basahan dengan bom air. Teknisnya sama seperti olahraga dodge ball, tapi yang kami pakai bukan bola, melainkan bom air. Kami semua juga tidak menyangka bahwa serangan datang dari panitia. Jadilah kami basah-basahan bersama :D

Tetapi setelah itu, mata kami ditutup dan kami dituntun menuju sebuah tempat yang kami sendiri tidak tahu ada dimana. Ada suara dari mas Agung yang seperti mengevaluasi apa saja yang kami dapat selama camp, ada suara mas Komang selaku ketua panitia, dan beberapa dari angkatan 2011 yang ikut menyumbang pendapat.

#dankemudianhening....BYUUUUR! Kami lagi-lagi disiram hingga benar-benar basah kuyup! Dingin! "Selamat Datang Warga FOSRTA!" begitulah kira-kira yang aku dengar. Seketika itu juga kami langsung disuruh berjalan lagi dan membuat lingkaran bersama angakatan atas lainnya. Disitu mas Agung memimpin seperti trainer E**, dan ...aku ga bisa nangis -_______-. Mata kami masih dalam keadaan tertutup, kami masih digandeng hingga sampai ketika penutup mata kami dibuka dan kami disuruh berjalan menuju bendera UNAIR dan bendera IIP, dilepasnya name tag kami sebagai tanda usai sudah OCP 2011, kemudai kami bersalam-salaman dengan kakak panitia dan kakak angkatan atas.

Acara ini ditutup dengan foto bersama seluruh angkatan yang sampai-sampai menutup jalan :p

Overall, kami senang sudah diangkat menjadi warga, memiliki keluarga baru. :D

IIP! FORSTA!

foto-fotonya nyusul yak :3

nb: FORSTA adalah singaktan dari Informasi dan Perpustakaan

No comments:

Post a Comment