Thursday, 6 October 2011

Free Trial Karawitan

Kemarin (5/10), aku mencicipi lagi rasanya bermain gamelan setelah beberapa bulan tidak bermain. Sebelumnya aku juga pernah memainkan gamelan walau hanya menumpang (baca disini dan disini). Kali ini aku sudah mahasiswa dan memutuskan buat ikutan UKM yang benar-benar sesuai dengan minatku, apalagi kalau bukan yang berbau musik? Setelah gagal pada seleksi paduan suara, dan masih tahap seleksi di Airlangga Chamber Orchestra, aku juga ikutan UKTK (Unit Kegiatan Tari dan Karawitan). Rata-rata temanku yang tahu, apalagi teman satu jurusan, kaget mendengarnya. Bukan, bukan karena itu merupakan musik tradisional, melainkan kaget karena aku yang kerap mendengar musik-musik Korea ternyata juga berminat dengan musik daerah. Tentu, aku punya anggapan bahwa kalau bukan pemuda juga, siapa yang akan melestarikannya? Selain itu, aku pun belajar dari pengalamanku dulu. Dimana dalam sebuah ajang seleksi pertukaran pelajar selalu didahulukan bagi mereka yang bisa melakukan kesenian tradisional. Apalagi kalau bukan sebagai duta seni?

Gara-gara itu, dan karena aku cinta musik, bergabunglah aku dengan UKM satu ini, dengan konsentrasi karawitan atau gamelan. Sebelumnya, ada rentetan kegiatan yang tidak harus diikuti sebelum diklat (kalau diklat sudah pasti harus diikuti sebagai tanda diterimanaya menjadi dulur atau saudara UKTK). Ada technical meeting PUKM atau Pengenalan UKM, uji pentas dari kakak senior, free trial, dan terakhir adalah diklat. Sayangnya, aku tidak bisa datang dalam PUKM dan uji pentas karena jadwalnya bentrok dengan kegiatan ku yang lain. Jadilah aku hanya datang pada saat free trial.

Ketika datang kemarin, ruang studio karawitan yang terletak tepat di sebelah ruang sekretariat UKTK masih sepi. Hanya ada tiga orang, dua orang mahasiswa baru, dan seorang kakak senior. Namun, karena sudah waktunya sesuai dengan yang dijadwalkan, mau tak mau latihan uji coba harus tetap berjalan. Dibantu dengan kakak senior lain, kami belajar bagaimana cara memainkan, ada apa saja dalam perangkat gamelan, macam nada, dan lain-lain. Setelah penjelasan secara teori, kami memainkan satu buah lagu, Kebo Giro. Lagu yyang cukup mudah untuk ukuran kami yang sangat pemula. Berjalannya waktu, mahasiswa yang berdatangan pun juga bertambah. Suasana semakin riuh namun tetap terkendali. Walaupun masih ada beberapa keterlembatan nada, tapi kami semua bisa langsung menyesuaikan.

SERU! Itu yang aku ucapkan pertama kali.
Seru dari segi permainan, teman-teman peserta uji coba, maupun dari kakak senior yang sangaaaat sabaaaar mengajari kami yang belum mengerti apa-apa. Lebih asik lagi karena mereka berbicara dalam bahasa Jawa, bukan bahasa Jawa Surabaya yang terdengar kasar, melainkan Jawa pada umumnya. Aku agak ngerasa roaming sedikit, aku bisa mengerti mereka berbicara apa, tetapi masih susah untuk menjawab dengan bahasa Jawa juga. Jadilah aku berbicara dengan bahasa Indonesia.

Tak terasa satu jam berlalu. Giliran sesi kedua untuk bermain. Kami dari sesi pertama pun pamit. Kakak senior dengan ramah menawarkan kami untuk datang bermain karena UKTK tak pernah sepi orang. Semoga UKTK bisa menjadi keluarga baruku kelak :)

No comments:

Post a Comment