Saturday, 27 August 2011

PPKMB - UFO 2011

Heyhoo... akhirnya aku bebas juga dari yang namanya ospek. Eh belum ding, masih ada lagi ospek jurusan yang menyusul setelah hari raya Idul Fitri.

Jadi gini ceritanya, di kampus Universitas Airlangga terdapat sebuah program guna mengakrabkan para mahasiswa barunya biar ga cuma kenal yang berada dalam stau prodi aja. Program itu dinamanakan PPKMB yang sayangnya aku lupa kepanjangan dari apa :p

Dimulai tanggal 16 Agustus 2011, PPKMB Universitas. Aku berada di kelompok 2,9, dimana kelompok tersebut harus berkumpul di FKM atau Fakultas Kesehatan Masyarakat. Selama tiga hari (16, 17, 18 Agustus) kami para mahasiswa baru diberi bekal dan materi. Selain soal akademik, tentu kami diberi penjelasan tentang beberapa hal non akademik, fasilitas di kampus yang bisa digunakan, hingga asuransi kesehatan. Intinya, kami diberi penjelasan yang luas mengenai apa saja yang wajib dan berhak kami minta di kampus Airlangga.

Kelompok 29 berisi 95 mahasiswa dari berbagai macam fakultas dan tentu dari berbagai macam prodi. Aku, yang berasal dari prodi IIP (Ilmu Informasi dan Perpustakaan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, ternyata sendirian. Tak ada seorang pun yang sebelumnya telah aku kenal. Alhamdulillah, aku mampu memotivasi diriku supaya mau membuka jaringan dengan kawan baru. Toh nggak ada ruginya juga kan ;)

Dari PPKMB Universitas, kami masih harus mengikuti serangkaian acara serupa di fakultas asal. Esok harinya setelah dari FKM, tentu aku harus kembali ke "kandang", FISIP, kampus oranye yang disebut Raja Unair. Disana untungnya belum diberlakukan semacam kelompok. Jadilah selama tiga hari kami menerima beberapa penjelasan dan materi dengan lingkup lebih sempit, lingkup kampus FISIP tentunya, aku bergerombol bersama teman dari satu prodi =))

Eits, tapi jangan salah. Walaupun aku bersama teman sejurusan, kami menerima materi bersama dengan mahasiswa baru dari jurusan atau prodi lain. Jangan heran kalau aula menjadi riuh, apalagi dengan banyaknya anak-anak yang antusias.

Acara tak hanya materi membosankan melulu. Kadang, moderator mengajak peserta untuk maju dan bercerita soal kesan selama mengikuti PPKMB. Ada cerita seru nih. Salah seorang peserta dari prodi ilmu komunikasi merelakan diri untuk curhat di depan. Ia memperkenalkan namanya, Febri. Berasal dari daerah Pare tidak membuatnya minder. Malah menonjolkan keuniannya karena gaya bicaranya yang medok dan penuh bahasa Jawa yang asing di telinga orang-orang Surabaya. Jangankan curhat, merangkai pantun hingga nembang (menyanyi dalam bahasa Jawa)pun ia lakoni. Ia jago sekali membuat teman-teman tertawa tak karuan. Malah, moderator merasa kalah dengannya.

Hari ketiga yang awalnya aku kira sebagai penutupan, ternyata malah menjadi sebuah kejutan. Setelah menyanyikan hymne Airlangga, tanda acara sudah selesai, kami masih harus berkumpul di lapanga kampus bersama kakak senior dan teman-teman satu kelompok yang telah diberitahu sebelumnya.


Aku berada di kelompok 22, kelompok Gubernur Surjo. Dan lagi-lagi harus sendirian dari prodi IIP. Tandanya, aku masih harus berkenalan lagi dengan teman baru. Disini sebenarnya kami berisi 14 orang anggota bersama dua orang kakak pendamping atau trainer. Tapi apa daya, seorang harus mengundurkan diri karena urusan pribadi yangtidak memungkinkan dia untuk mengikuti UFO (United Fisip Orientation).

Sore itu, trainer memberitahu apa saja yang harus kami kerjakan dan wajib kami bawa untuk besok. Tentulah kami kaget karena kami pikir hal seperti ini tidak ada. Sempat ada berita beredar bahwa FISIP belum mengadakan ospek.

Kami harus membuat papan nama dengan bentuk pohon yang ukurannya telah diatur, membuat buku tugas dari 9 warna HVS yang berbeda, dan sebuah esai. Alhamdulillah, walaupun kami baru saja kenal, ternyata kami bisa melakukannya dengan baik. Di saat kelompok lain masih bekerja, kelompok 22 sudah selesai tepat pukul 21.30

Sayang, dari 14 peserta kelompok 22, hanya 11 orang saja yang datang keesokan harinya. Setelah seorang mengundurkan diri, dua lainnya memutuskan untuk tidak ikut. Ya, ada gosip yang beredar bahwa salah satu prodi di FISIP tidak menyetujui adanya UFO. Sampai-sampai para mabanya pun memutuskan untuk tidak datang. Presiden BEM membantah hal itu. Ia menyatakan bahwa UFO merupakan rangkaian acara PPKMB dan hal itu telah disetujui oleh dekan dan rektor. Acara UFO bukan acara ilegal.

UFO, seperti acara ospek yang lainnya, bertujuan memancing kami para mahasiswa baru FISIP agar tidak hanya bermental kuat, namun juga berotak cemerlang dengan pemikiran emas. Kami dituntut agar bisa berpendapat, mengungkapkan kebenaran walau kami dihujat dan depresi. Kami dilatih agar tak mudah jatuh oleh cemooh orang-orang. Tak hanya itu, kami pun harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi mengingat terkikisnya moral bangsa.

Tapi entah kenapa, saat materi manajemen konflik dan manajemen aksi yang berujung dengan latihan aksi demo, tak menarik bagiku. Memang, aku akui, aku tidak suka dengan yang namanya demo turun ke jalan. Aku memiliki pandangan sendiri. Menurutku, mereka yang mahasiswa bisa memulainya dari diri sendiri. Merubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Karena, bukankah manusia akan bertambah tua? Kami-kami yang baru ini pasti tiba saatnya untuk menggantikan yang tua. Oleh karean itu, aku kurang setuju dengan demo, dimana menuntut orang lain atau pihak lain untuk berubah tetapi diri kita sendiri belum berubah.

Di tengah padatnya materi saat UFO, kami juga menerima kegembiraan. Lagu-lagu perjuangan FISIP pun bisa jadi seharian kami nyanyikan hingga terngiang terus sampai kami mau tidur. UFO juga mengajarkan kami untuk mencintai lingukungan. Ada sesi dimana kami diminta menghias tong sampah yang nantinya akan diletakkan di sekitar kampus FISIP.

Penutupan UFO dilakukan dengan meriah. Awalnya kami berdemo hingga lapangan parkir FISIP. Kami dilempari "granat" seperti halnya demo di jalanan pada umumnya. Hingga akhirnya kami dipaksa berbaris dan dibentak-bentak dengan perkataan bahwa kami gagal. Setelah beberapa lama kami dihujat dan dibeberkan kesalahan kami, presiden BEM pun akhirnya bicara. Awalnya mas Dimas mengatakan bahwa ia kecewa dengan peserta UFO kali ini. Tentu, kami sedih. Dan ternyata ... kembang api! Ya! Mas Dimas hanya mengecoh kami karena sebenarnya UFO tahun ini berhasil. Meriah sekali lapangan parkir sore itu sembari menunggu adzan magrib. Kami saling berpelukan dan bersalaman tak hanya dengan peserta namun juga dengan panitia. Mas Dimas dan Mas Reda selaku ketua panitia diberi sambutan yang meriah oleh peserta. Kami bersalam-salaman selayaknya halal bihalal. Para seniorpun meneriakkan "Selamat Datang di FISIP!!"

Belum cukup sampai disitu, para peserta dan panitia pun berbuka bersama. Seakan lupa dengan berbagai macam sentakan, luapan emosi beserta suara-suara lantang, kami bercakap-cakap dengan senang. Disitulah sekana kami merasa seperti sudah diterima menjadi anggota baru keluarga besar FISIP.

No comments:

Post a Comment