Monday, 1 August 2011

Marhaban ya Ramadhan


Alhamdulillah, aku, saudara-saudara pembaca, yang hanya numpang lewat, dan seluruh umat muslim di dunia masih diberi umur dan kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan suci nan penuh berkah ini.

Cuma sekedar posting iseng aja nih sembari sedikit curhat mengapa aku juga suka menunggu datangnya bulan Ramadhan. Bukan cuma "karena setelah bulan puasa datanglah lebaran". Mau tau?

Atmosfer suasana ketika bulan Ramadhan sangatlah berbeda dengan bulan-bulan yang lain. Dari pukul 4 sore hingga menjelang waktu berbuka, banyak warung dadakan di sekitar komplek perumahan hingga kampus-kampus. Apalagi yang mereka jual selain berbagai macam ta'jil sebagai appetizer berbuka puasa. Jadi, terasa ramai dan asyik hingga bingung memilih apa yang harus dibeli :p

Entah ini hanya perasaan saya atau bukan, jalanan di saat menjelang dhuhur relatif tidak terlalu padat. Bukan rahasia lagi kalau kota pahlawan mempunya suhu yang cukup tinggi. Mungkin, para pengendara terasa sangat lelah ketika harus menyetir di siang bolong dengan sinar matahari yang terik dan menyengat sehingga mereka lebih memilih untuk tinggal di dalam ruangan, menjaga agar tidak tergoda dengan minuman dingin di pinggir jalan :p

Banyak acara Buka Bersama yang diadakan. Dari teman-teman yang dekat hingga teman-teman satu komunitas, semuanya berlomba mengadakan buka bersama dengan tujuan mengakrabkan diri dan melepas rindu. Tempat yang ditawarkan juga beragam, ada yang menawarkan garasi rumahnya, ada pula yang usul di tempat-tempat umum seperti restoran dan mall. Bukan makanannya yang diincar, namun bertemu kembali dengan teman-teman yang membuat aku semangat datang (walau harus merogoh kocek agak dalam).

Sahur pun juga menjadi asik berkat adanya teknologi yang bernama internet, ponsel, dan jejaring sosial. Tak kalah menarik juga acara-acara di televisi yang menyuguhkan aksi-aksi komedian plus bagi-bagi hadiah. Walaupun awalnya terasa berat untuk bangun dini hari, tetapi berkat beberapa items yang sudah aku sebutkan, sahur tidak terasa hambar dan kita pun semangat menjalaninya.

Ngabuburit bersama kini juga terasa menyenangkan. Banyak kegiatan yang diusulkan oleh teman-teman. Salah satunya gowes. Maraknya kegiatan bersepeda pun menjadi alternatif sebagian banyak orang untuk menunggu waktu berbuka sekaligus olah raga.

Solat terawih dan witir yang dilaksanakan secara berjamaah di masjid perumahan juga menjadi alasan mengapa aku menunggu bulan Ramadhan. Kebersamaan, melihat umat muslim memenuhi masjid sungguh membuat aku merinding. Andai saja, tidak hanya pada momen seperti ini, mungkin kekuatan muslim kita sudah bisa menangkal berbagai macam berita miring perihal terorisme dll. Bertemu denga tetangga juga menyenangkan. Ya, rata-rata mereka sibuk bekerja dan kuliah hingga tak ada waktu untuk berbincang dengan tetangga di sebelah rumah mereka. Walaupun hanya menanyakan kabar, buatku itu sudah cukup menandakan bahwa sebenarnya mereka peduli.

---

Itu tadi beberapa alasana mengapa aku antusias dengan bulan Ramadhan. Alasan-alasan tersebut yang memotivasi aku untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan semata-mata mengaharpakna ridho Allah SWT. Semoga teman-teman pembaca juga jadi ikut semangat menjalankan ibadah. Jangan sampai, ibadah shaum dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Malah harus dijadikan pecut untuk belajar dan bekerja. Karena, hanya dibulan ini, Sang Maha Pencipta memberi banyak bonus akan apa yang kita kerjakan selama itu baik, halal, dan terpuji. :D

No comments:

Post a Comment