Saturday, 30 July 2011

It All Ends

Setelah menunggu hingga akhirnya film ini resmi tayang di bioskop tanah air, saya berkesempatan menonton pada hari pertama film ini diputar. Tentu dengan perjuangan! Mendapat berita bahwa tiket sudah bisa dipesan sejak Kamis (27/7) saya pun bergegas menuju bioskop terdekat. Pakuwon City. Awalnya saya mengira bahwa antrean akan panjang, tetapi ternyata dugaan saya salah! Disana sepi sekali .___. hingga hari H pun tetap sepi.



Dibuka dengan kelanjutan setelah kematian Dobby pada akhir film keenamnya, Harry bersama teman-temannya, Griphook Goblin dari Gringgots, dan Tuan Olivander menetap sementara di sebuah kediaman yang dahulu milik keluarga Weasley, mencapai klimaks saat pertarungan antara Orde dan Pelahap Maut yang menegangkan di kastil Hogwarts, dan diakhiri oleh kisah Harry dan kawan-kawan 19 tahun kemudian.

Maaf, resensi kali ini tidak selengkap sebagaimana saya selalu menceritakan hampir keseluruhan ceritanya. Sengaja, karena film yang satu ini memang sudah ditunggu-tunggu berbagai kalangan masyarakat. Akan jauh lebih seru ketika anda semua melihat film ini secara legal :--)

Film yang masih dibesut oleh sutradara David Yates ini memang pantas dilihat secara legal. Selain film ini merupakan seri terakhir dari serial milik J.K Rowling, alur cerita, kualitas gambar, semuanya adalah karya yang bagus. Aura tegang, haru, senang, dan sedih benar-benar terasa.

Saya dan penonton lainnya di studio pun memberi applause ketika film ini berakhir. Sayang sekali jika anda tidak menyempatkan diri untuk menontonnya. Hanya saja, bagi saya ada beberapa bagian yang emm tidak cocok dengan suasana. Tapi scene yang menjadi favorit saya adalah ketika Harry, Ron, dan Hermione menyelinap masuk ke dalam Gringgots menuju brankas milis Bellatrix menggunakan semacam kereta. Sungguh terasa seperti cinema 4D karena tampilannya yang hampir nyata!

Ayo, tonton film ini sebelum aura hebohnya hilang ;--)

No comments:

Post a Comment