Monday, 18 July 2011

Festival Yosakoi 2011

Pagi itu masih pukul 6.30 dan aku bersama seorang teman, mbak Fibi, sudah berada di jalanan. Dan siapa yang menyangka, jalan Darmokali sudah penuh ramai dengan rombongan ziarah. Iya, tiap hari Minggu, jalanan di depan Taman Bungkul ditutup selama 5 jam untuk car free day. Otomatis kami harus putar balik dan masuk melalu jalan belakang agar tidak mengganggu& tidak ditilang :p

Ternyata keramaian bertambah parah karena banyak juga pengendara yang mencari lahan parkir. Kami sempat tidak dapat bergerak karena sesaknya jalanan dengan pejalan kaki (peziarah). Akhirnya kami pun menyerah. Tidak mungkin mendapatkan lahan parkir yang dekat dengan lokasi. Kami pun memilih parkir di sebuah rumah sakit yang agak jauh. Tak apalah, yang penting bisa meletakkan sepeda motor sejenak :p

Ternyata kami terlambat! Peserta sudah ada yang maju dan menari. Aku ketinggalan pembukaanya yang kabarnya dibuka oleh orang-orang Jepang asli. Sebenernya aku pengen liat adek-adek kecil dari SJS (Sekolah Jepang Surabaya), pasti lucuuuu >w<

Lomba dibagi menjadi dua kategori. Kategori anak-anak dan kategori bebas. Kategori anak-anak pesertanya hanya 5 grup *seingetku*. Tentu, para penarinya adalah siswa-siswi yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Tapi aku cukup kaget karena peserta dari SMPN 1 Surabaya dimasukkan kedalam kategori anak-anak.

Karena mereka masih kecil, tariannya pun juga lucu dan imut. Ekspresi anak-anak kecil tersebut bermacam-macam, ada yang berusaha tersenyum, menghitung irama, sampai pede dan genit. Kostum yang dikenakan pun juga beragam. Ada yang mengenakan aksesoris rumbai-rumbai layaknya saudara kita di Papua. Ada juga dengan kostum Kappa, salah satu tokoh legenda di salah satu cerita di Jepang. Namun yang paling banyak tentunya pakaian Yukata, pakaian khas Jepang khusus untuk musim panas.




Kategori anak-anak ditutup dengan penampilan cantik tim dari Spensa (sebutan SMPN 1 Surabaya) lalu langsung dilanjutkan dengan penampilan tim Ajisai sebagai pembuka kategori bebas. Tim ini beranggotan ibu-ibu dan mungkin mbak-mbak yang berasal dari Jepang. Mereka juga tak mau kalah semangat dengan peserta dari Surabaya loh ;p

Peserta yang lain berasal dari SMKN 4 Surabaya yang sudah terkenal dan populer dengan seringnya mereka menyabet gelar juara menari. Kali ini konsep mereka menggabungkan antara tarian yosakoi dengan cheerleader. Terlihat sekali dengan banyaknya loncat-loncat.

Ternyata tidak cuma ibu-ibu dan mbak-mbak loh yang tampil. Ada juga peserta laki-laki yang ikut membawa naruko, bendera, dan properti lainnya untuk ikut menari. Mereka tak kalah enerjiknya dengan peserta perempuan. Tampak ada juga bapak-bapak di salah satu tim, Megumi. Sudah jelas bukan bahwa umur hanyalah angka tetapi semangat tidak boleh pupus ;---)

Ada juga peserta yang jauh-jauh datang ke Surabaya, SMAN 1 Pandaan salah satunya. Eits, bukan berarti mereka sudah kelelahan di perjalanan kemudian mereka tidak menari dengan semangat. Mereka nggak mau kalah dengan peserta lokal. Teriakan-teriakan disela-sela gerakan mereka pun terdengar. Riuh rendah penonton membuat semarak.

Tiba-tiba Kamen Rider muncul di hadapan penonton. Tentu kami bingung. Ini kan bukan lomba cosplay. Oh ternyata, ia adalah pembuka untuk tim Ko-J-Tsu (Komunitas Jepang Surabaya), salah satu komunitas pecinta Jejepangan di Surabaya. Mereka tak hanya menari, ada suguhan atraksi berkelahi juga!



Masalah kostum, kata siapa hanya anak-anak yang mengenakan kostum menarik nan lucu. Tim dari sebuah sanggar mengusung konsep Srikandi dan Arjuna dalam tariannya. Para wanitanya anggun dan cantik sedangkan yang laki-laki begitu mengagumkan dengan kostum ala wayangnya. Malah ada yang menggabungkan taria remo dengan yosakoi, termasuk pakaian dan properti. Nah bukti lain bahwa akulturasi budaya bisa terjadi dimana saja dan kapan saja :--)



Beberapa peserta yang saya ingat ada dari IMC Center, CLC ITS, Unesa, Unpatma, Unipdu, Unair, SMA Trimurti, Cosura, The Japan Holic, Shirai Alliance, Colorfullsai, dan masih banyak lagi. Total ada 39 tim yang ikut meramaikan acara tahunan ini. Mereka semua memperebutkan gelar juara, trophy, serta hadiah dari pemerintah Jepang.

Lomba Yosakoi tahun ini merupakan yang kesembilan kalinya digelar di Surabaya sebagai salah satu bentuk pertukaran budaya antara negara kita, Indonesia dengan Jepang. Terlebih lagi Surabaya dengan kota Kochi yang merupakan sister city. Yang dinilai dalam perlombaan ini antara lain: koreografer, kekompakan, dan kostum. Memang, lagu yang diputar sama semua karena itu sudah merupakan standar. Tinggal bagaiman peserta membuat gerakan tarian yosakoi menjadi lebih menarik dan bisa menyalurkan semangat kepada siapapun yang melihatnya.



Setelah peserta tampil di tengah arena Taman Bungkul, mereka menari lagi tetapi sambil berjalan mengelilingi Taman. Tentu, butuh energi yang tak sedikit karena mereka kan harus menari sambil berteriak-teriak. Aku salut dengan semangat mereka. Senyum terus mengembang, mereka menari dengan riang.

Sayangnya, aku memutuskan untuk kembali pukul 11 karena pengumuman pemenang akan baru dibacakan pukul 16.00. Anyway, ini adalah pertama kalinya aku melihat festival yosakoi, dan menurutku, festival ini sungguh menarik! Aku pun berbisik kepada temanku, memintanya untuk memasukkannya kedalam tim. Semoga aku bisa tampil tahun depan :D

5 comments:

  1. Bener² capek kemarin itu .. saya salh satu peserta dari IMC Center ..
    salam kenal ..
    semoga tahun depan bisa ikut gabung di Festival Yosakoi ya ..

    Ganbate .. :)

    ReplyDelete
  2. wah..itu foto yang terakhir timnya adik saya..sayang mukanya gag kelihatan.lagi nengok ke kiri dia..tahun depan datang lagi ya.. ;D

    ReplyDelete
  3. waaaah, itu yang pake kostum srikandi dan arjuna itu dari sanggar saya lhoo :D
    btw salam kenal yaa~~

    ReplyDelete
  4. salam kenal semuanya :D
    semoga kita bertemu tahun depan :D

    ReplyDelete