Monday, 18 July 2011

The Extraordinary Adventures of Adele Blanc-Sec



Yup! Setelah menunggu film ini resmi tayang (lagi) akhirnya aku beserta pacar dan sepasang temannya memutuskan untuk tancap gas langsung ke lokasi buat liat film satu ini. Kami semua terpukau bin penasaran gara-gara cuplikan film ini ditampilkan sewaktu kami menonton festival film Perancis. Benar! Ini adalah film Perancis besutan sutradara Luc Besson.

Cerita berawal di kotaParis tahun 1911. Malam itu seorang professor jenius, Esperandieu, ternyata berhasil menetaskan sebutir telur yang berisi Pterodactyl hanya dengan pikirannya (bisa dikatakan telepati nggak sih?). Telur yang semula berada di dalam sebuah museum menjadi retak dan si burung raksasa langsung menembus kaca museum, terbang di atas kota Paris.

Di saat yang sama, mantan Prefek sedang berada di dalam mobilnya bersama seorang wanita penghibur. Ketika itu pula burung raksasa tersebut menabrak mobil hingga mobil tercebur ke dalam sungai.

Tentu esok paginya menjadi perbincangan hangat seantero kota Paris karena yang berada dalam mobil tersebut ditemukan tewas. Tragisnya, seorang mantan Prefek yang ditemukan sedang bersama seorang wanita penghibur.

Adele Blanc-Sec, seorang jurnalis cantik yang sering bertualang keliling dunia untuk menulis buku jurnalnya ternyata sedang membohongi atasannya. Si boss menyuruhnya untuk menulis tentang suku Inca di pedalaman Peru, namun nona Adele memilih pergi ke Mesir. Tentu, ia tak sembarangan, karena misi yang sebenarnya adalah menyembuhkan adik perempuannya yang saat itu sedang sakit.

Bersama beberapa orang pribumi, dia memasuki makam Firaun. Tujuan utumanya bukan untuk mengeruk harta ataupun emas milik sang Raja. Ia mencari mumi dokter pribadi Raja Firaun. Ia yakin, dengan membawa mumi itu ke Paris, Professor Esperandieu bisa menghidupkan si mumi untuk menyembuhkan adiknya.

Namun apa yang direncanakan oleh Adele tak berjalan. Setibanya di kota Paris, Professor malah dipenjara dan menanti hukuman mati. Ia dituduh karena menghidupkan kembali seekor Pterodactyl dan membuat kekacauan di Paris.

Adele tak kehilangan akal. Ia harus segera mengeleuarkan professor dari penjara atau adiknya tak pernah sembuh. Berbagai macam penyamaran pun ia lakoni. Dari berpura-pura menjadi pengacara professor, ibu kantin, suster, hingga biarawati. Namun semua itu sia-sia. Nihil.

Seorang pekerja di museum setempat ternyata jatuh cinta dengan nona Adele. Setiap hari ia mengirimkan surat ke rumah nona Adele. Sejak Adele pergi ke Mesir hingga ia kembali. Andrej Zborowski namanya.

Karena tak menemukan ujung pangkal untuk mengeluarkan professor ia pun nyaris menyerah hingga ia membaca salah satu dari surat Andrej. Di dalam suratnya Andrej bercerita soal Pterodactyl yang kini berhasil ia sembunyikan di belakang gedung museum.

Langsung saja ia mendatangi Andrej dan minta diantar. Adele pun nekat menunggangi burung raksasa. Dengan cepat ia bisa mengendalikan si burung dan terbang menuju tempat eksekusi professor.

Yak, professor berhasil "diculik" tepat sebelum dipenggal. Mereka kembali ke museum untuk mengembalikan burung tersebut. Namun, nasib sial masih mengintai. Seketika itu pula seorang pemburu sewaan pemerintah menembak dada si burung. Oh ya, sebelumnya antara professor dengan si burung saling berhubungan. Professor yang mengendalikan burung tersebut agar sifat liarnya yang bar bar tidak muncul. Otomatis, saat itu juga professor merasakan sakit yang sama.

Adele segera membawa professor ke rumahnya dan ia meminta Andrej mengobati si burung agar mereka berdua tidak mati. Professor langsung didudukkan dan Adele meminta ia untuk menghidupkan mumi yang telah ia curi dari makam Firaun. Waktu semakin mepet. Sebelum mumi tersebut bangun ternyata Pterodactyl tersebut mati. Tentu hal serupa terjadi dengan professor.

Lemas dan lunglai mengetahui bahwa adiknya sudah tidak dapat disembuhkan lagi. Tiba-tiba mumi yang ia letakkan di dalam lemari kaca terbangun. Membuka pintu lemari, dan menghampiri Adele. Melihat sekilas ke arah Agathe -adik Adele- dan kemudian berucap "kalian mirip."

Adele langsung menyuruh mumi tersebut menyembuhkan adiknya, dan lagi-lagi nasib sial masih membututi mereka. Mumi yang ia bawa bukan seorang dokter, melainkan seorang ahli fisika bernama Patmosis. Untung saja, Patmosis memberikan kabar gembira kepada mereka berdua. Frekuensi gelombang yang digunakan professor untuk membangunkan ia bisa ditangkap hingga radius 2 kilometer. Tanpa pikir panjang, Adele ingat bahwa ada pameran mumi di sebuah museum.

Benar saja, saat Adele dan Patmosis serta Agathe (dengan kursi roda) tiba, membuka kotak mumi tersebut, mereka pun terbangun. Raja tetaplah Raja. Patmosis menyarankan mereka untuk mengikuti adat untuk membangunkan Raja dan dokternya.

Raja Ramses terbangun. Patmosis mengungkapkan apa yang terjadi sebenarnya dan meminta izin "meminjam" dokter pribadinya untuk mengobati Agathe. Awalnya Ramses marah, ia tak mau menolong kakak-beradik tersebut. Setelah Adele berbicara dan mencoba merayunya, Ramses pun setuju.

Segera saja dokter tersebut mengobati Agathe. Ada prosesi yang harus dijalani. Patmosis mengingatkan Adele untuk tidak menginterupsi mereka karena itu akan sangat tidak sopan dimata Ramses. Kepala Agathe pun diperban, dokter hanya berkata bahwa ia sudah sembuh dan akan terbangun.

Rombongan mumi langsung pergi dan Agathe mulai sadar. Adele memeluk adiknya yang ternyata adalah kembarannya yang telah "mati" selama 5 tahun karena sebuah tusuk konde menancap tepat di kepalanya.

Beberapa hari kemudian keadaan kota Paris tetap rusuh karena mumi-mumi yang telah dibangunkan itu berkeliaran. Andrej dengan segenap keberaniannya mengunjungi rumah Adele untuk memberikan satu buket penuh bunga. Sayangnya, Adele sedang berlibur dan yang ada di rumah hanyalah Agathe. Agathe tak kalah cantiknya dengan kakaknya itu. Bedanya, Agathe jauh lebih ramah dan sopan ketimbang Adele. Tentu, Andrej pun langsung mengangguk setuju saat Agathe mengajaknya minum teh bersama.

Adele pun sudah siap pergi dengan beberapa koper penuh baju bersamanya. Akhir cerita pun sudah bisa ditebak. Bukan, Adele tidak hidup happily ever after atau mungkin ada lagi cerita lain karena sebenarnya Adele pergi berlibur dengan kapal pesiar Tittanic.

---

Secara keseluruhan, film berdurasi 107 menit ini cukup menghibur. Banyak adegan lucu dan konyol tanpa ucapan kasar dan kotor ataupun sumpah serapah. Hanya saja cerita kurang menegangkan. Sebenarnya film ini untuk dewasa. Bukan, bukan karena adegan kekerasannya, tetapi karena ada beberapa bagian yang tidak disensor. Aku sempat kaget dan kemudian ingat kalau umurku sudah 18 tahun -__- *tua sekali*. Kenyamanan agak terganggu karena film ini didubbing dengan bahasa Inggris padahal akan lebih seru dan mengena jika dibiarkan dengan bahasa aslinya.

2 comments:

  1. umurmu 18 tahun dik? sama dong :O
    tgl lahirnya kapan?

    ReplyDelete
  2. loh mbak ecci kelahiran 93? :O aku juni 93 mbak :O

    ReplyDelete