Wednesday, 4 May 2011

This Is Vacation, Not Fuck-Action

Tanggal 25 April tepatnya, seminggu setelah seluruh siswa SMA di Indonesia menghadiri sebuah "Pesta Besar" alias Ujian Nasional, VELVET punya acara liburan ke Batu. Kota Batu lo ya, bukan batu rumahnya si Patrick Star :))
Kami berangkat sebelum pukul 9 pagi dari sekolah kami. Bersama wali kelas dan seorang guru pendamping, kami memulai perjalanan tentu dengan doa, sambil berpesan kepada bapak supir bus agar menyetir dengan santai, toh kami tidak terburu waktu.
Prakiraan awal, di Porong, Sidoarjo, kami akan terjebak macet. Maklum, semenjak terkena "wabah" lumpur Lapindo, jalan di sekitar Porong menjadi menyempit, belum lagi adanya pasar di ujung jalan. Tapi ternyata Tuhan berpihak kepada kami. Jalanan lancaaaaar bin muluuuus hingga kami tiba di villa yang berada tepat di seberang Hotel Purnama.
Bersih-bersih diri selesai, kami pun makan siang dengan lauk ayam, telur, dan kering tempe. Hmm nikmat sekali, apalagi kami semua berkumpul di depan televisi sambil berkicau ria :p Tetapi setelah makan siang pun, ada beberapa anak dari kami yang membeli bakso, saya? menutup hidangan dengan es krim yang dibeli di mini market terdekat.
Malamnya, setelah santap malam, semua beristirahat. Para cowok yang tidur di aula menggondol salah satu televisi yang ada di kamar. Dibawanya untuk bermain Play Station. Haha dasar cowok, memang tidak bisa lepas dari game konsol :p Ada juga yang mencari STMJ dan Ronde Angsle. Memang, hawa pada malam itu dingin menggigil brr. Saya memutuskan untuk tidur :p
Hari kedua, kami menghabiskan waktu di villa. Dengan berbagai games hingga aksi cebur-ceburan ke kolam renang. Semua kena, termasuk saya. Padahal sudah susah payah melarikan diri, tetap saja kena -____- karena kekacauan itu, kaki saya berdarah, yaah tidak terlalu parah seperti dua orang teman saya, tapi cukup perih jika terbasuh oleh air.
Ba'da Isya kami semua berkumpul di aula. Membacakan nominasi dari angket yang sudah disebar sehari sebelumnya. Menyebutkan pemenang dari tiap kategori. Dan sayaaaa okee sayaa menang err kategori Terjudes, Teregois, dan Terpelit -_____- kalian baik sekali ya -_____-
Tidak berhenti disitu saja, masih ada aksi tukar kado. Sistem mengambil undian. Jadi kami mengambil kado sesuai dengan nomor yang tertera pada kertas undian yang kami ambil. Guess what? Saya mendapat beberapa bungkus deterjen -______- oh apa lagi ini.
Acara ini ditutup dengan renungan malam yang dipimpin oleh wali kelas kami. Dimulai dari ketua kelas, kami mengaku beberapa dosa kami, memohon maaf, dan menggantungkan harapan. Ya, suasananya mengharu biru, isak tangis dari tiap anak pun terdengar. Dari yang paling nakal hingga yang paling diam di kelas pun ikut menangis.
Hari ketiga, bus akan menjemput kami pukul 9 *sesuai jadwal yang tertera*, alhasil kami segera bebenah sesaat setelah bangun tidur, antrean untuk mandi pun menjadi semakin panjang karena hanya beberapa kamar mandi yang berfungsi. Saya harus ngungsi mandi di lantai bawah karena yang lain penuh, dan kalaupun saya harus antre, entah pukul berapa saya baru menyentuh air *lebay*
Packing dan sarapan selesai, tinggal bus yang belum datang. Akhirnya sekitar pukul 8.30 , bus sudah datang, kami berpamitan dengan penjaga villa. Kami pun meluncur ke Jatim Park 1.
Karena kami berkunjung saat weekdays, jadi tidak terrlalu ramai dan padat. Hanya ada beberapa bus yang mengangkut siswa SMA seperti kami, sisanya ada mobil pribadi dan rombongan anak-anak TK.
Wahana pertama yang kami coba adalah Star Chase, hasilnya? Turun dari wahana itu saya menjadi mual -_______-
Selanjutnya kami pun masuk ke dalam Rumah Hantu, mencoba Spinning Coaster, Bumper Car, dan ada beberapa anak yang memutuskan mengantre wahana baru di Jatim Park, Aero Test. Saya hanya menunggu ketika teman-teman mencoba Kicir-Kicir mini itu sambil menghabiskan 1 stick es krim yang saya beli :p
Berjalan terus menuju pintu keluar, kami mencoba antre di Bioskop 3D, wahana baru juga. Selain itu kami mencoba Ontang Anting versi Jatim Park yang bernama Sky Swingers. Anda akan merasakan diputar-putar dan berayun di ketinggian 32 meter.
Pukul 3 sore, kami bergegas ke bus. Perjalan pun dilanjutkan ke Bakpo Telo sebelum kami mencium Surabaya. Di Bakpo Telo ada kejadian yang cukup lucu. Saya dan beberapa teman yang sudah puas berbelanja oleh-oleh duduk-duduk di dekat bus sambil mengobrol ngalor ngidul. Tiba-tiba seorang siswi masuk ke dalam bus kami, kami kaget. Beberapa menit kemudian dia keluar sambil berkata, "Loh, salah bus". Dia pun lari sambil tertawa cekikikan.
Tentu bahan tertawaan ini menyebar dengan cepat di bus :))
Kami menghabiskan waktu di bus dengan berbagai macam candaan. Dari yang biasanya kami lontarkan di kelas hingga usil dan jail mengganggu sesama penumpang.
Kami tiba dengan selamat di SMAN 4 Surabaya pukul 7 malam kurang sedikiiiit. Berpamitan dengan ibu guru dan teman-teman, saya pun menunggu jemputan.
Ini bukan akhir kawan. Ini awalan, awalan untuk melangkah lebih jauh lagi.
Ini bukan perpisahan. Ini pertemuan dengan kesuksesan.

No comments:

Post a Comment