Friday, 11 February 2011

UN plus Jalan Pintas

Pagi ini tepatnya, jam pertama, dan sedari awal sudah tidak terlalu mood untuk mengikuti pelajaran.

Tapi tahukah anda, bahwa saya tersinggung dengan ucapan anda tentang UN?

"Biasanya ya nak, anak yang pinter itu ego-nya tinggi. Dia gamau kasih contekan."

Tepat! Saya tersinggung bukan karena saya pintar. Karena saya memang tidak mau memberikan contekan.

Maafkan saya bila saya mengatakan bahwa anda berlebihan mengenai hal ini. Mengenai UN.

  • "Apa? Jadi 5 tipe soal? A B C D E gitu maksudnya?"
  • "Loh nanti duduknya gimana? aku duduk depan? Mwatek x_x"
  • "Pengawasnya dari mana sih?"

daaan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan heboh lainnya tentang penerapan aturan baru pada UN.

Saya tidak suka dengan hal-hal berbau kehebohan seperti itu, karena menurut saya, kita bisa kok melalui UN tanpa harus heboh bin bingung dengan tipe soal dan bangsanya itu.

Krisis PeDe akan kemampuan otak.
Begitulah saya menganggap teman-teman saya yang malah asik berburu info soal jalan menuju "sukses" UN. Entah itu soal Joki UN, denah tempat duduk, asal pengawas.

biasanya saya menumpahkan kekesalan saya dengan berkicau pada akun Twitter pribadi saya.

" lha, dipikir ga sakit apa, kamu yg seharian belajar ga dapet bagus, eh dia kerjaannya tidur trus bisa melejit gitu
silent is gold. tetapi, ketika melihat kecurangan , apa mau diam? walaupun ujung2nya bakal nusuk kamu juga"
kejujuran itu mahal harganya.
"halah, biasalah masih muda itu pasti idealis, nanti kan juga leleh sendiri"
krn idealis itu muda-mudi punya pandangan, bukan? ga salah kok jadi future minder. seleksi alam berlaku disini"
siapa yg tetap berpegang teguh pd ke-idealisasiannya, dia yang memang bisa merubah budaya "kecurangan" kita
pemerintah baik kok bikin 5 tipe soal, supaya kita bisa memangdang dari 5 sudut atau bahkan lebih.
salah ya kalo aku ga mau ikut joki, huh? disini saya egois. saya bungkam kok soal joki-jokian ini.
bukankah seharusnya sebagai pendidik, anda mendidik agar kami jujur? beri kami motivasi agar kami mau bertindak jujur
"kan nanti kalo kuliah kalian ga bisa gini lagi krn soal2nya uraian" mbok pikir joki2an dkk iku kenang2an ta piye?
terserah anda mau menilai saya sombong atau egois.
krisis pede kemampuan otak. :)))
lingkaran setan. anda yang berteriak, anda juga yang menyarankan. kami? kebanyakan hanya "copas"
mau duduk depannya guru persis kek, mau di pojok belakang kek, aku fine2 aja tuh.
kenapa sih pada heboh? kalo rajin kan pede *ngeliat diri sendiri*
"terlalu pede" sama "optimis" bedanya apa?
aku ga sok alim kok. aku hanya membiasakan diriku untuk bertindak jujur. perubahan besar bermula dari perubahan kecil, kan? "


Yap. Semua kata-kata itu ada di dalam akun mikro-blogging saya.

Saya mohon maaf jika saya frontal dalam berucap, tapi saya mengatakan apa yang saat itu ada di dalam pikiran saya ketika ada yang malah menyuruh berbuat kecurangan dimana mereka sebelumnya berkoar-koar untuk melakukan kejujuran.

"mbok ya dibantu temennya"

Memang, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain, tetapi bentuk kerja sama juga perlu di tempatkan di tempat yang memang sesuai, bukannya kerja sama dalam jawaban UN.

Lalu, buat apa kamu ikut bimbel di sekolah, les di luar jam sekolah yang bisa menghabiskan biaya jutaan rupiah kalau kamu malah meragukan kemampuanmu sendiri?

Jangan heran jika kita belum bisa melaju dengan cepat, ya, karena kita sebagai pelaku ternyata masih menggunakan beragam jalan pintas.

Akankah terasa nikmat sebuah kesuksesan jika kita melaluinya tidak dengan berusaha dan berdoa?

---

Ketika kami menginjak bangku perkuliahan, kami sudah tidak diajarkan tata krama, karena kami telah dianggap sudah dewasa oleh masyarakat.
Apa yang telah kami terima sejak kami mengendus aroma sekolah akan kami aplikasikan disini hingga nanti kami terjun ke dalam dunia yang sebenernya.

Kalau kami semenjak SD selalu diberi pesan: "Jangan lupa temannya ya nak" setiap kali UN, bagaimana kami mampu menghapus sedikit demi sedikit jejak kecurangan yang setingkat dengan KKN.

Kalau kami tetap bersikukuh dengan pendirian kami bahwa tidak akan memberi contekan dan mencotek kemudian kalian akan menghina kami dengan sebutan "egois" hingga "sombong", apakah kalian yang bisa memperbaiki kecurangan disni?

---

Jalani saja UN. Tetap belajar dengan serius supaya kita bisa mengerjakannya dengan penuh percaya diri. Buat apa sih ikut joki-jokian segala. Mampu bayar mahal untuk les sana sini tapi berujung dengan jawaban UN via sms? Rugi.

3 comments:

  1. RETWEET. LIKE THIS.
    gue banget lah.

    smangat UN ya :)

    ReplyDelete
  2. yo kak, setuju bangetlah!! kalo kerjaannya nyontek kapan mau benernya

    ReplyDelete