Friday, 31 December 2010

New Years Eve

malam tahun baru, 31 Desember 2010
aku hanya ingin berpendapat dari sudut pandangku sendiri mengenai suatu hal yang pasti dialami setiap siswa kelas XII alias kelas 3 SMA

"nanti mau masuk jurusan mana?"
atau, "mau masuk mana?"
beberapa anak dengan plot yang sudah dia rangkai kebanyakan akan menjawab mantap dengan suara tegas. Mereka biasanya akan menjawab dengan pilihan jurusan yang sudah WOW dikalangan khalayak umum seperti Kedokteran, Ilmu Hubungan Internasional, atau bahkan STAN.
aku nggak menghina atau mengejek, toh semua pilihan itu pasti sudah dipikirkan dan merupakan impian mereka ;)
menghargai pilihan mereka juga nggak salah kan? Kita semua pasti seneng kan kalo temen-temen kita berhasil meraih apa yang mereka mau?
dan sekarang aku cuma mau jujur dan pertama aku mau minta maaf karena sudah frontal :)
aku sejujurnya nggak suka kalo ada yang membalas jawabanku mengenai pilihan jurusanku dengan pertanyaan: "terus prospek kerjanya apa nanti?"
untuk yang memang sudah jelas pilihan jurusannya dan jurusan tersebut udah terkenal di telinga masyarakat, mungkin orang awam nggak bakal menanyakan hal itu. tetapi untuk para siswa yang akan melanjutkan ke jurusan dengan peminat jarang-jarang alias sedikit, pertanyaan tersebut seperti ujian tersendiri.
kok sepertinya orang-orang itu masih meragukan dengan prospek kerja suatu jurusan itu? Lantas jika ada perguruan tinggi dengan bidang studi tersebut, lulusannya dibuat apa?
pasti ada kok pekerjaan untuk mereka, pemilih jurusan minor. asal mereka mau usaha pasti bisa.
entah mengapa, masih ada beberapa guru yang menanyakan hal seperti itu. seakan mereka nggak yakin bahwa jurusan tersebut akan menghasilkan penerus yang nggak kalah hebatnya denga para insinyur, dokter, dan beberapa pekerjaan mentereng.
orang tua pun juga punya alih. jelas, mereka khawatir kalau nanti anaknya lulus malah pengangguran, tidak bisa lebih baik daripada orang tuanya.
tetapi, bukan kah hendaknya mereka memotivasi anak-anaknya, bahwa setiap pilihan pasti ada jalur menuju kesuksesan selama ia terus berjuang dan berusaha?
jangan sampai orang tua malah menentang bahkan menghalangi anaknya untuk memilih jurusan di perguruan tinggi. yang ada, anak hanya menjadi boneka. sekoalh tidak sesuai dengan hati nurani.
tetaplah mengarahkan, memotivasi, dan memberi penjelasan mengenai apa minus plus-nya ia memilih jurusan tersebut. selanjutnya? biarkan yang mau bersekolah yang berpikir. akan jauh lebih enak jika anak-anak tau kurang dan lebihnya tanpa harus merasa terbebani dan menjadi boneka.
bagi seorang anak pun jangan asal memilih sesuai keinginan. kita pun juga harus melihat kondisi orang tua, terutama mengenai ekonomi.
walaupun orang tua memberi kebebasan, akan tetapi kita juga harus tau batas.
kalau mimpimu ternyata "mahal" kenapa nggak mencoba beasiswa? banyak lembaga yang menyediakan beasiswa. asal kalian jeli, pasti bisa dapet :)
semuanya itu pasti ada jalannya.
seperti apa yang aku katakan kepada orang tuaku jauuuh sebelum malam tahun baru.
iya, aku sempet menyinggung masalah kuliah dan perguruan tinggi
kali ini aku jujur. benar-benar jujur dan mengatakan kepada mereka bahwa aku hanya mau sekolah di sekolah atau jurusan yang aku minati. aku nggak mau sekolah karena gengsi dan image. atau mungkin faktor sosial yang lain
aku hanya ingin sekolah di tempat yang bener-bener aku mau.
kalaupun tahun 2011 nanti aku nggak dapet sekolah di perguruan tinggi negri, aku juga nggak mau memaksakan diri untuk sekolah di perguruan tinggi swasta. buat apa? itu hanya menghabiskan uang.
aku lebih memilih untuk ikut tes tahun berikutnya dan selama setahun menunggu tersebut aku mengahabiskan waktu untuk bekerja dan belajar.
balik ke semua pilihan tadi. yak, semua itu ada di tangan kalian :)

1 comment:

  1. yap. setuju sekali dg anda
    kalo saya mantep Arsitek. Karena kelebihan saya itu nggambar, dan saya akan hidup melalui gambar saya :)

    ReplyDelete