Monday, 22 March 2010

Thanks God for a Family You Had Given to Me :)

Saya bersyukur diberikan Tuhan sebuah keluarga hangat yang sederhana.
Saya bersyukur diberikan Tuhan sebuah keluarga yang penuh kasih sayang.

Walaupun tak jarang aku mengeluh tentang keluargaku yang memang tak seperti keluarga mereka.
Walaupun tak jarang aku bermain-main dengan khayalku tentang sebuah keluarga yang aku impikan.

Tak jarang aku merasa marah karena mereka tidak seperti keluarga ditayangan televisi.
Tak jarang aku merasa jengkel karena mereka tidak seperti keluarga teman-temanku.

Tapi, aku bersyukur. Tuhan memberiku sebuah keluarga yang memberikan ku sebuah kebebasan untuk berpendapat. Kebebasan untuk memilih jalan hidupku.
Orang tua ku hanya memberi arahan, gambaran apa yang akan terjadi jika aku memilih salah satu dari beberapa opsi. Tak menuntut apa-apa.

Tapi aku tahu dirilah. Mereka sudah memberikanku berbagai macam bekal untuk melangkah di masa depan. Masa' aku hanya menjadi orang yang biasa-biasa saja? Yang mungkin hanya seperti mereka.

Aku ingin lebih dari orang tuaku. Sukses dan membuat mereka bangga karena aku bisa lebih. Membuktikan bahwa semua bekal yang telah beliau berikan tidaklah sia-sia.

Orang tuaku orang yang berpendidikan. Memiliki berbagai macam sudut pandang dalam menilai sesuatu. Itu yang aku suka. Tidak asal menghakimi pendapat, tetapi menilik terlebih dahulu.

Aku suka dengan pemikiran universal mereka, dengan rasa toleransi beragama. Oleh karena itu, aku lebih suka berdiskusi dengan mereka tentang beberapa masalah yang sedang hangat diperbincangkan. Karena apa? Pandangan luas mereka terhadap dunia.

Terkadang aku malu. Orang tuaku memfasilitasi aku dengan berbagai macam media. Buku-buku sudah tak terhitung jumlahnya, belum lagi alat elektronik yang canggih. Tapi, kenapa aku hanya bermain-main? Tidak pernah serius. Yang belum tentu temanku yang lain bisa menikmatinya. Dimana dengan fasilitas tersebut aku bisa menjadi yang lebih baik.

Aku suka dengan cara mereka mendidik aku. Mereka tidak pernah memberikan aku imbalan untuk mengejar prestasi. Selalu memberikan efek atas apa yang aku lakukan, atas semua usaha yang telah aku perjuangkan, sehingga aku punya gambaran apa yang terjadi jika aku tidak berusaha. Ya, aku suka cara itu. Membuatku mengerjakan sesuatu dengan rasa ikhlas :) (termasuk belajar).

Mereka tidak pernah mengajari aku menjadi pemenang, melainkan menjadi seorang yang mau menerima kekalahan tanpa menuntut atau mencari kambing hitam. Mereka mengajariku menjadi orang yang sportif, jujur, dan membuang jauh rasa gengsi, toh kita semua sama kan? :)

Mereka mengajariku bertoleransi dan bertenggang rasa. 2 hal yang mungkin hampir dilupakan oleh banyak orang. Mereka mengajariku untuk saling menghormati antar umat beragama, karena hal seperti itu biar individu dengan Tuhan-nya yang tahu. Maka dari itu, aku benci dengan orang yang membeda-bedakan dengan dasar agama.

Mereka mengajariku untuk tidak mengeluh, konsekuen dengan keputusan yang telah diambil. Karena setiap usaha pasti ada balasannya.

Mereka mengajariku hidup hemat dan sederhana, walaupun aku tahu mereka punya cukup materi. Tetapi materi kan tidak selamanya ada? Belajar menjadi susah agar mau berjuang dan berusaha.

Entahlah, aku sangat bersyukur diberikan tempat diantara orang-orang hebat yang tidak menuntut, melainkan mengarahkan. Itu membuat aku merasa lebih bebas memberikan pendapat dan menentukan pilihan (:

Walaupun terkadang aku merasa minder karena ayahku bukan seorang pejabat seperti ayah para gadis itu, karena ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga. Tapi aku bersyukur, mereka masih mampu memberikan aku fasilitas terbaik yang bisa mereka berikan untuk masa depanku :)

Walaupun terkadang aku merasa kesal karena orang tuaku tidak pernah mengenyam pendidikan di luar negri, seperti para orang tua teman-temanku lainnya, tapi aku bersyukur, mereka memiliki pandangan yang melebihi orang-orang tersebut dan tak pernah lelah mendukungku supaya bisa bersekolah di negri orang :)

Terima kasih Tuhan :)

No comments:

Post a Comment