Friday, 2 October 2009

FU** DAY SCOOL

hello.
mungkin ini pokok bahasan yang udah lewat, udah basi. tapi mumpung saya ingat saya ingin mengeluarkan pendapat saya tentang hal ini.


bagi mereka yang berstatus pelajar, mulai 2 tahun yang lalu sudah ada program yang namanya full-day school *haha sometime i call it, fuck-day school.LOL*. apa sih itu? as long as i know, katanya itu sebuah program dimana siswa harus belajar di sekolah dari hari senin hingga jumat dengan waktu belajar kurang lebih selama 11 jam pelajaran *1 jam pelajaran=45 menit*. di sekolah saya hal itu benar-benar diterapkan, benar-benar 11 jam pelajaran.
lalu apa yang dilakukan di hari sabtu? mereka bilang hari sabtu akan dipergunakan untuk hari ekstrakurikuler alias ekskul. jadi siswa diwajibkan mengikuti satu ekskul yang ada di sekolahnya untuk mengisi hari sabtu. dan konon katanya, keaktifan siswa di ekskul mempengaruhi nilai rapot.


so, apakah para pelajar tidak merasa kelelahan atas sistem yang berlaku? sudah pasti merasa lelah. sebagai contohnya di sekolah saya, SMAN 4 Surabaya. siswa harus datang sebelum pukul 6.30 pagi dan baru selesai pada pukul 15.15. mungkin untuk beberapa orang hanya beranggapan bahwa belajar selama 9 jam 45 menit bukanlah hal berat. yakin? sangat membosankan jika anda berada dalam lingkungan yang terus menerus menekan anda untuk belajar dan anda dilarang melakukan hal-hal yang menurut anda penghilang rasa bosan.


lalu apa yang dilakukan selama 9 jam 45 menit di sekolah? kalau di sekolah tempat saya belajar, pelajaran benar-benar diberikan hingga jam ke-9 *setelah lunch break atau istirahat makan siang*. 2 jam pelajaran berikutnya diisi dengan apa? entah apa itu namanya saya tetap menganggapnya sebagai BIMBEL. terserah sekolah mau mengatakan yang namanya Remidial Enrichment atau Matrikulasi tetap saja Bimbel wajib untuk seluruh siswa di SMAN 4 Surabaya.
apa tujuannya? dari apa yang saya dengar sewaktu saya masih dibangku kelas 1 SMA, RE bertujuan untuk mengulang materi yang telah diberikan pada jam pelajaran sebelumnya. efektifkah? TIDAK! sangat tidak efektif. mengapa? RE diadakan siang hari, setelah siswa istirahat makan siang yang sudah tentu berpotensi membawa sifat-sifat malas dan mengakibatkan ngantuk. alhasil siswa tidak memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru di depan kelas, melainkan asik sendiri dengan apa yang mereka lakukan.



sudah berulangkali para siswa memberontak. berharap RE dihapuskan karena tidak membawa manfaat sama sekali. yang ada malah membuat lelah para siswa yang sudah capek seharian dicekoki pelajaran yang berat. apa daya? Kepala Sekolah tetap memegang kekuasaan tertinggi dan beliau menolak untuk menghapuskannya. saya dan pelajar yang lain hanya bisa menghela nafas dan mengambil sisi positifnya.



full-day school menurut saya sebagai tempat penitipan anak. apa maksdunya? orang tua mengantarkan di pagi hari sembari mereka berangkat ke tempat kerja masing-masing dan menjemput anak-anak mereka sambil pulang setelah mereka bekerja. jadi para orang tua tidak perlu repot mengurus anaknya di rumah. jahatkah? atau memang seperti itu tujuannya?


beberapa bilang, full-day school sebagai standart untuk menjadi sekolah berbasis internasional atau lebih keren disebut SBI. dimana kurikulum dan sistem pengajarannya hampir mirip milik luar negri *entah negara mana yang dikopi*. wow, keren memang, tapi di satu hal saya tidak setuju. tidak sesuai dengan keadaan di Indonesia yang masih perlu perbaikan sana-sini.


saya terkadang merindukan masa-masa ketika saya masih SD.
dulu, masuk sekolah jam 6.30 dan pelajaran berakhir ketika adzan dhuhur berkumandang. apa yang dilakukan sepulang sekolah? banyak. ada yang bermain, mengisi dengan mengikuti berbagai macam kursus atau malah tidur siang.


sekarang? jangan harap anda bisa tidur sepulang sekolah. anda akan disibukkan dengan berbagai macam tugas dan PR yang aneh-aneh. yang menuntut banyak hal seperti contohnya "Siswa harus lebih aktif".sangat melelahkan.


saya yang setibanya di rumah sekitar pukul 17.00 atau malah Maghrib hanya bisa makan, mandi dan langsung berkutat dengan tugas dan PR. belajar? terkadang jika saya tidak merasa lelah karena tugas. tidur sekitar jam 22.00 dan harus bangun pagi.
seperti itulah kegiatan saya.


nggak salah kalau saya memang rindu masa kecil saya yang penuh dengan hal-hal menyenangkan.
nggak salah juga kalau remaja-remaja sekarang lebih nakal. ya karena itu. mereka merasa tertekan dengan sistem pembelajaran yang banyak menuntut. tidak bisakah Indonesia memiliki ciri khas sendiri tanpa harus mengkopi sistem negara lain?


pendidikan memang hal yang patut diperhatikan, tetapi akankah mereka memperhatikan para pesertanya? belum tentu. banyak sekolah yang mengejar rangking, ingin diakui sebagai sekolah nomor wahid yang bisa menghasilkan output istimewa tetapi melalaikan yang lainnya.


semoga dengan berubahnya kabinet, sistem pendidikan juga ikut berubah. menjadi yang lebih baik tanpa harus menyiksa peserta didik.






23 September 2009
--ditulis berdasarkan uneg-uneg selama ini--

No comments:

Post a Comment