Wednesday, 16 September 2009

Dani, Super Best I've Ever Had

udah dua hari terakhir ini aku excited. bukan karena apa-apa. masalahnya sih sepele, SUPER BEST ku sms.

ada yang berubah dari dia. dia yang biasanya menyimpan semua hal dengan rapi sehingga aku nggak tau apa-apa, kemaren secara mengejutkan dia bilang hal yang menurutku bukan konsumsi publik.

kaget ? tentu ! kapan lagi dia buka-bukaan tentang suatu hal yang nggak umum.
sebenernya hal yang dia bicarain bukan suatu hal yang asing buat aku. aku udah tau, tapi sebatas kira-kira. mengumpulkan fakta dan mengambil kesimpulan. secara kebetulan apa yang dia kasi tau melengkapi rangkaian kesimpulanku, bikin aku yakin akan suatu hal.

setidaknya hal itu membuat mentalku siap, membuatku nggak gampang terguncang (lagi).
besoknya dia sms lagi. hal sepele. dia bosen, nggak ada kerjaan di rumah. maklumlah, namanya juga liburan, lagi puasa pula. as usual aku bales semua smsnya.

dia ngajak nonton The Final Destination 3D. padahal dari pembicaraan sebelumnya dia nggak minat nonton film yang lagi hot-hotnya di bioskop. otomatis aku tanya alesannya. dia cuma bilang dia pengen liat itu. okelah fine, aku ngikut.

"yasud, aku ngikut" aku cuma bales sms nya dengan kata-kata itu.
"loh? aku jadi gak enak." dia bilang gitu.
dan akupun bilang, "anggep aja bales budi."
dia makin bingung, "emang aku abis ngelakuin apa?"
"buanyaaak. uncountable." aku jawab itu berdasarkan apa yang aku rasain selama ini. dia udah banyak nolong aku. banyak berkorban waktu, duit, dan bensin. bukannya aku bergaya sok lebay, tapi itulah kenyataannya.

dia tanya lagi kenapa. aku bilang, "masa aku punya niat baik nggak boleh?"
akhirnya dia ngerti juga.

diantara beberapa sms yang aku kirim buat dia, aku bilang, "karena aku sayang kamu."
tahukah kamu apa reaksinya? dia kaget. haha. aku udah tau kalo dia nggak suka banget sama kata 'sayang' yang emang nggak jelas artinya.

tapi jujur, aku emang sayang sama dia sebagai sahabat, sebagai super best, sebagai orang yang bersedia dengerin semua cerita ku. padahal hubungan ku dengan dia waktu dulu nggak sedeket ini. apa mungkin sekarang kita beda sekolah, jadi rasanya tambah sayang? gatau juga.
memang masa SMA sekarang beda dengan SMP. apalagi aku udah nggak satu sekolah lagi sama dia. ada yang beda dengan kondisi kita sekarang.

wajar aja kalo ada yang cemburu dengan kedekatan aku dan dia. gimana nggak ? aku sering jalan berdua sama dia, sering nonton sama dia baik cuma berdua ato bareng temen-temennya. dihadapan temen-temennya dia memperkenalkan aku sebagai sepupunya. aku nggak masalah, toh itu juga nggak

ngerugiin aku. dan aku memperkenalkan dia sebagai teman yang bukan sembarang teman.
"menjaga sahabat dari hal yang tidak diinginkan." singkat namun memiliki arti dalam.itu isi salah satu sms yang dia kirim ke aku. aku suka. dia nganggep aku sahabat., bukan 'teman kecil' seperti apa yang biasa dia katakan. entah apa yang bisa aku lakuin buat ngebales semua yang udah dia perbuat.

aku tanya kenapa dia tiba-tiba cerita tentang hal yang rahasia itu ke aku. dia bilang,"ya gapapa" tapi akhirnya dia copas jawabanku, "karena aku sayang kamu." wahahaha akhirnya dia mau juga pake kata itu.

perlu diingat aku mengartikan kata sayang disini sebagai antar teman antar sahabat yang menjaga perasaannya masing-masing. lagipula aku juga nggak berharap lebih dari sahabat. disinilah aku merasa nyaman tanpa harus jaga image.
buat SUPERBESTku, makasih banyak (:
mungkin apa yang aku lakukan buat kamu nggak sebanding dengan apa yang kamu lakuin buat aku.
jujur, aku merasa terhormat punya sahabat kayak kamu, yang mau ngelindungin aku, yang mau berkorban apa saja.
semoga Tuhan membalas semua kebaikanmu (:

special thanks to Dani Prasetyawan, my superbest I've ever had.
without you I'm nothing.


14 September 2009

No comments:

Post a Comment