Wednesday, 20 May 2009

si gamelan

Pasti kita semua tahu apa itu gamelan. Apalagi bagi yang berasal dari pulau Jawa, nama alat musik itu sudah tak terdengar asing bagi mereka. Sayangnya para penggemar gamelan zaman sekarang tak sebanyak Changcut Rangers maupun Nidjiholic. Lah, siapakah yang nantinya akan mewarisi aliran musik asli Indonesia?
Kita juga tak jarang membaca cerita tentang para turis asing --terutama dari daerah Eropa dan Amerika Serikat-- yang terpikat dengan gamelan. Merekapun menyempatkan belajar sembari menjadi turis. Mereka terlihat kagum dengan budaya yang kita miliki. Bahkan ada seorang sinden yang tak berasal dari Indonesia, Elizabeth, seorang sinden dari Inggris. Dia fasih sekali berbahasa Jawa. Wah, jangan-jangan nantinya si gamelan akan berpindah tangan dari kita.
Di beberapa sekolah menengah terdapat ekstrakulikuler bermain gamelan. Memang sih peminatnya tak sebanyak anak-anak klub basket. Di Surabaya sendiri terdapat sebuah SMK Negeri yang memang mengajar kesenian dan budaya Indonesia. Salah satu diantaranya tentang gamelan.
Untuk beberapa anak gaul di ibukota --ibukota mana saja-- mereka menganggap gamelan itu tidak keren. Walaupun tidak seluruhnya tapi sebagian besar lebih mencintai gitar dkk. Perilaku itu tidak salah kok, mengingat kita hidup di Indonesia yang berada di wilayah strategis.
Ada juga yang berpendapat bahwa memainkan gamelan butuh keahlian khusus sehingga para pemainnya sering terlihat keren --tidak kalah dengan pemain band populer--. Sesungguhnya dengan kita mendalami suatu budaya berarti kita sudah selangkah lebih keren daripada negara-negara barat. Mengapa? Tandanya kita cinta dengan tanah air.
Jangan sampai si gamelan tercinta kita bakal diadopsi oleh negara lain.

No comments:

Post a Comment